The God Of Void

The God Of Void
Chapter 10. Satu kesamaan



Dari penjelasan Huo An, Yun Fei akhirnya mengetahui jika dirinya berasal dari klan api suci, yaitu sebuah klan kuno yang cukup berkuasa di benua Huangwu ini.


Sedangkan identitas Huo An adalah adik pemimpin klan api suci, dan Huo Ling adalah anak pemimpin klan, dengan kata lain, Huo Ling adalah keponakan kandung Huo An.


Selain itu, Yun Fei juga mengetahui jika Huo An adalah kultivator hebat, bahkan namanya sudah masuk dalam daftar kultivator terkuat di benua Huangwu ini.


Hanya saja, Huo An lebih suka berpenampilan layaknya orang biasa, karena ia tidak terlalu suka menunjukkan atau memamerkan kekuatannya pada orang lain.


Sebagai seseorang yang sudah cukup lama mengenal Huo An, informasi ini tentunya membuat Yun Fei kaget, karena selama ini, ia berpikir jika Huo An adalah orang biasa.


"Fei, kenapa kau diam saja?" tanya Huo An setelah mereka meninggalkan istana.


"Mungkin dia masih merasa bersalah padaku" sahut Huo Ling.


Yun Fei hanya diam dan tidak mengatakan apapun, ia juga tidak memungkiri perkataan Huo Ling, karena memang ada rasa bersalah dalam dirinya.


Akan tetapi, ia sama sekali tidak memiliki niat untuk menguntit Huo Ling, dan alasannya melakukan hal itu hanya karena penasaran dengan aura kekuatan yang terasa tidak asing baginya.


"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi dan ada baiknya jika kalian berteman."


"Berteman? Aku tidak sudi berteman dengan seorang penguntit!" ujar Huo Ling.


"Ling'er, jika sikapmu terus seperti ini, kau tidak akan mendapatkan jodoh nantinya."


"Aku sama sekali tidak peduli!"


Huo An hanya bisa menghela napas panjang, ia tidak menyangka jika keponakannya masih saja belum berubah, padahal ia sudah dewasa tapi sikapnya masih sama saja.


"Paman, ayah meminta paman kembali ke klan."


"Paman masih nyaman berada disini dan belum punya keinginan untuk pulang."


"Tapi klan membutuhkan bantuan paman!"


"Apa ada masalah?"


Huo Ling tidak langsung menjawab, melainkan melirik pada Yun Fei yang berada disisi pamannya, sementara yang dipandang tentunya mengerti dan langsung menjauh dari mereka.


"Dia anak baik dan tidak mungkin membocorkan informasi ini pada orang lain" ucap Huo An.


"Jangan terlalu percaya pada orang asing, paman, belum tentu dia memiliki niat jahat pada klan kita."


"Ling'er, paman sudah lama mengenalnya dan dia adalah pemuda yang baik."


Huo Ling mengarahkan pandangannya pada Yun Fei, "baiklah, kita anggap saja begitu."


Helaan napas panjang kembali terdengar dari mulut Huo An, kemudian ia meminta keponakannya itu untuk menceritakan masalah yang tengah dihadapi oleh klan mereka.


Dari penjelasan keponakannya, Huo An mengetahui jika masalah klan mereka adalah masalah besar, dan saat ini, kehadirannya sangat dibutuhkan di klan api suci.


"Baiklah, paman akan pulang, tapi dengan satu syarat."


"Selagi aku mampu, aku pasti akan memenuhi apapun syaratnya."


"Paman akan kembali tapi Yun Fei juga harus ikut."


"Apa? Tidak! Ayah tidak akan setuju jika paman membawa orang luar ke dalam klan."


"Kau tenang saja, paman akan menjelaskannya ada ayahmu nanti."


"Hah" Huo Ling menghela napas panjang, "terserah paman saja, tapi aku tidak akan bertanggung jawab jika ayah marah pada paman."


***


Karena sudah hampir malam, Huo An kemudian mengajak keponakan dan empat pengawalnya kerumahnya, karena tidak mungkin ia membiarkan mereka menginap di penginapan.


Selain itu, ia juga harus melakukan beberapa persiapan sebelum kembali ke klan, apalagi kepulangannya kali ini adalah untuk membantu klan-nya, jadi dia harus benar-benar mempersiapkan diri.


"Ling'er, apa kau bisa membantu paman?"


"Tentu saja paman, memangnya bantuan apa yang paman butuhkan?"


"Pergilah ke rumah lelang Phoenix, ambilkan barang milik paman yang tertinggal di sana."


"Satu lagi, ajak Yun Fei bersamamu."


"Tidak mau!" Ujar Huo Ling yang nampaknya masih kesal dengan Yun Fei.


"Ling'er, kau tidak tahu dimana rumah lelang itu berada, jadi hanya Yun Fei yang bisa membantumu."


"Jangan membantah lagi, dan cepat ambilkan barang itu, karena paman sangat membutuhkannya."


"Baiklah."


Meski terpaksa, namun Huo Ling tetap menuruti keinginan pamannya itu, lagipula dia memang membutuhkan bantuan Yun Fei, karena ia tidak mengetahui dimana rumah lelang Phoenix berada.


"Kau dengar perkataan pamanku barusan? Jadi cepatlah, jangan buat aku muak menunggumu."


Yun Fei menghela napas panjang, kemudian berdiri dari tempat duduknya, "setidaknya bicaralah dengan nada yang sedikit lembut" ucapnya pelan.


"Kau bilang apa?"


"Aku hanya bergumam sendiri, jadi lupakan saja" jawab Yun Fei.


Keduanya meninggalkan kediaman Huo An dan langsung menuju ke rumah lelang Phoenix, namun disepanjang perjalanan, keduanya hanya diam dan bicara sepatah katapun.


Meski suasana kota masih cukup ramai, namun Yun Fei malah merasakan hal yang sebaliknya, ia bahkan merasa seperti sedang berjalan ditengah hutan yang sangat sepi.


"Apa masih jauh?"


Setelah diam sejak meninggalkan rumah Huo An, Huo Ling akhirnya membuka suara dan berhasil memecah keheningan antara mereka berdua.


"Tidak terlalu."


"Apa kau berasal dari kota ini?"


Yun Fei menggeleng pelan, kemudian menjelaskan jika dirinya berasal dari sebuah desa terpencil, dan tanpa sadar, ia juga menceritakan tentang masa lalunya yang kelam.


"Jadi kau dilahirkan saat bencana itu juga?"


"Juga? Maksudmu..."


Huo Ling mengangguk, lalu menceritakan tentang dirinya yang juga dilahirkan saat bencana dahsyat lima belas tahun silam, dan sama dengan Yun Fei, ibunya juga meninggal setelah melahirkannya.


"Meski tidak suka, tapi kita memiliki satu kesamaan."


"Tidak, kita tidak sama. Memang ada beberapa kesamaan antara kita, tapi kehidupan kita jelas berbeda."


"Meski kehilangan ibu, tapi kau masih memiliki seorang ayah dan keluarga yang sangat menyayangimu, sedangkan aku..."


Yun Fei diam dan tidak melanjutkan ucapannya, dan hanya helaan napas panjang yang terdengar dari mulutnya.


Huo Ling juga memilih untuk diam, walaupun tidak mengalaminya hal yang sama, namun ia bisa merasakan betapa sulitnya kehidupan Yun Fei selama ini.


Pada akhirnya, keduanya kembali membisu hingga mereka sampai di rumah lelang Phoenix, dan setelah mengambil barang milik Huo An, keduanya langsung pergi begitu saja.


Saat mereka tiba dijalan yang cukup sepi, Yun Fei tiba-tiba saja meraih tangan Huo Ling dan langsung menariknya.


"Apa yang kau lakukan!" ujar Huo Ling yang nampak tidak senang dengan tindakan Yun Fei.


Tapi kemudian, ia menyadari jika Yun Fei baru saja menyelamatkan nyawanya, karena ditempat ia berdiri sebelumnya, telah menancap sebuah anak panah yang dilumuri dengan racun.


Detik berikutnya, Yun Fei menarik tubuh Huo Ling kedalam gendongannya, kemudian melompat ke atap bangunan di dekat mereka. Dan pada saat yang bersamaan, sebuah ingatan aneh muncul dalam benak keduanya.


Baik Yun Fei ataupun Huo Ling, keduanya merasa seperti pernah mengalami kejadian yang sama sebelumnya, hanya saja, mereka tidak tahu kapan dan dimana mengalami kejadian itu.


"Apa ini? Kenapa aku merasa seperti pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya?"


"Wah, apa aku tidak salah lihat? Pemuda kampungan ini ternyata memiliki kekasih yang sangat cantik."


"Xue Ming, apalagi yang kau inginkan!" ujar Yun Fei setelah menurunkan Huo Ling dari gendongannya.


"Bukan apa-apa, hanya ingin membunuhmu saja!"


"Aku tidak tahu apa permasalahan kalian, tapi karena anak panahmu hampir mengenai ku dua kali, maka kau harus siap menerima akibatnya!"


"Hahahaha! Maafkan aku, nona cantik, aku tidak bermaksud mengincar mu."


"Aku tidak peduli, yang jelas kau sudah hampir membunuhku!" ujar Huo Ling.


"Baiklah, aku salah. Dan sebagai permintaan maaf, bagaimana kalau kau menemaniku sepanjang malam?"


"Dalam mimpimu!" Huo Ling mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya, kemudian melesat kearah Xue Ming untuk menyerangnya.


Namun, sebelum ia sempat mendekati tuan muda keluarga Xue itu, seorang kultivator ranah Spirit Langit level sembilan tiba-tiba muncul di depannya, dan berhasil menghalanginya.


"Jangan terlalu gegabah, nona cantik!"