
Huo Ling melompat mundur untuk menjauhi pria itu, tapi bukan berarti ia takut menghadapinya, karena di matanya, pria itu bukanlah lawan yang berarti.
"Kenapa malah menjauh? Bukankah tadi kau mau menyerang?"
Huo Ling mengangkat sudut bibirnya, "aku memang mau menyerang" ucapnya, kemudian menghilang dari pandangan.
Detik berikutnya, Huo Ling telah muncul tepat di hadapan pria itu, pada saat yang bersamaan, Huo Ling juga langsung melancarkan serangan yang tidak bisa dihindari.
Wushh.
Boom!
Pria itu terlempar sangat jauh karena pukulan Huo Ling dan seketika itu juga, kobaran api emas langsung melahap tubuhnya, hingga akhirnya pria itu habis terbakar.
"I-ini tidak mungkin..."
Xue Ming nampak sangat kaget melihat keganasan Huo Ling, bahkan tubuh Xue Ming juga gemetaran karena rasa takut yang mulai menyelimuti dirinya.
Bagaimana tidak takut, pria yang Xue Ming sewa adalah kultivator ranah Spirit Langit, tapi malah langsung mati hanya dengan satu serangan yang dilakukan Huo Ling.
"Kekuatan api yang sangat luar biasa."
Sama halnya dengan Xue Ming, Yun Fei juga sama terkejutnya melihat hal itu, bahkan tidak menyangka jika Huo Ling mampu membunuh kultivator kuat dalam satu serangan.
"Ada kata-kata terakhir?" tanya Huo Ling seraya menghampiri Xue Ming.
"A-aku..." Xue Ming benar-benar ketakutan sampai tidak bisa berkata-kata.
"Kalau tidak ada, maka bersiaplah untuk mati!" ujar Huo Ling, kemudian melancarkan serangan dengan bola api emas.
Pada saat yang bersamaan, sebuah perisai energi muncul di depan Xue Ming, sehingga serangan yang dilancarkan oleh Huo Ling tidak mengenai dirinya.
Lalu setelah itu, beberapa orang kultivator muncul di samping Xue Ming, lalu diikuti oleh seorang pria paruh baya yang muncul di depan tuan muda keluarga Xue itu.
"Selama aku hidup, tidak ada seorangpun yang bisa menyentuh putraku!"
"A-ayah, syukurlah, ayah datang di waktu yang tepat. Pemuda sialan dan pacarnya itu ingin membunuhku" adu Xue Ming.
"Tenanglah, ayah akan melindungi-mu."
"Bunuh mereka!"
Wushh.
Saat para kultivator itu ingin bergerak, aura kekuatan yang begitu dahsyat tiba-tiba saja menerpa mereka semua, lalu disusul dengan kemunculan Huo An.
Bersamaan dengan itu, tekanan intimidasi yang sangat besar juga menimpa tubuh mereka semua, bahkan tekanan itu sampai membuat mereka semua kesulitan bergerak.
"Sial, sejak kapan pria ini memiliki kekuatan yang begitu dahsyat?"
Mereka semua nampak kaget ketika merasakan aura yang terpancar dari tubuh Huo An, karena selama ini, mereka berpikir jika Huo An hanyalah orang biasa.
"Xue Jin, jika kau berani menyentuh keponakanku, aku jamin keluargamu akan musnah malam ini juga."
"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Xue Jin, pemimpin keluarga Xue dan merupakan ayah Xue Ming.
"Siapa aku tidaklah penting, dan sebaiknya, kau pergi dari hadapanku sekarang juga!"
"Ba-baik!"
Mau tidak mau, Xue Jin harus menuruti perintah Huo An, karena instingnya mengatakan jika Huo An adalah sosok yang sangat berbahaya dan tidak bisa disinggung.
Selain itu, ia juga sudah merasakan betapa besarnya tekanan intimidasi yang menimpa tubuhnya, sehingga ia yakin jika pergi dari sana adalah keputusan yang palin tepat.
***
"Kalian baik-baik saja?" tanya Huo An setelah Xue Jin dan orang-orangnya menghilang dari pandangannya.
Yun Fei dan Huo Ling mengangguk bersamaan, namun raut wajah Huo Ling malah menunjukkan kekesalan, ia benar-benar kesal karena Huo An telah menghalanginya.
"Aku mau istirahat" sahut Huo Ling dengan ekspresi wajah yang masih sama.
Huo An hanya bisa menghela napas panjang seraya menggelengkan kepalanya, kemudian ia mengajak mereka berdua untuk kembali ke kediamannya.
Sebenarnya Huo An juga sudah muak dengan keluarga Xue, karena selama ini, keluarga Xue selalu melakukan hal sesuka hati, dan itu termasuk mengganggunya.
Namun, Huo An berusaha untuk menahan dirinya sendiri agar tidak melenyapkan keluarga Xue, karena ia tidak ingin menimbulkan masalah untuk kota Hufeng ini.
Setibanya di rumah, Huo Ling langsung masuk ke kamarnya tanpa mengatakan apapun, karena bagaimanapun juga, ia masih sangat kesal pada pamannya itu.
"Kak Huo, kau baik-baik saja?"
"Tenanglah, aku sudah terbiasa dengan situasi ini" jawab Huo An.
"Sudahlah, sebaiknya kau juga istirahat, karena besok kita akan berangkat ke klan api suci."
"Apa paman yakin mau membawaku?"
"Fei, aku tidak akan mengajakmu jika aku tidak yakin. Sudahlah, biar aku yang menangani semuanya."
"Baiklah" sahut Yun Fei, kemudian meninggalkan Huo An sendirian.
Di belakang rumah.
Yun Fei duduk termenung seraya menatap langit malam yang nampak begitu indah, walaupun gelap, namun ada cahaya bulan dan jutaan bintang yang menghiasinya.
"Aneh, entah kenapa aku merasa sering melakukan hal ini, padahal jelas-jelas baru kali ini aku melakukannya."
Selama ini, memang ada beberapa hal yang sulit dimengerti oleh Yun Fei, dan entah kenapa ia selalu merasa seperti pernah melakukan hal itu sebelumnya.
Misalnya saja seperti saat ia menyelamatkan Huo Ling, padahal, sudah jelas-jelas mereka baru bertemu, namun ia merasa sudah pernah melakukannya.
Selain itu, kekuatan api emas milik Huo Ling juga terasa tidak asing baginya, bahkan ia merasa jika kekuatan api itu pernah menjadi bagian dari dirinya.
"Sedang apa?"
Pertanyaan Huo Ling berhasil menyadarkan Yun Fei dari lamunannya, ia juga kaget ketika melihat Huo Ling yang sudah duduk tidak jauh darinya.
"Hanya menatap langit malam."
"Kau tahu, aku merasa pernah mengalami hal ini sebelumnya, termasuk kejadian saat kau menyelamatkan aku" ucap Huo Ling.
Yun Fei mengerutkan dahi, ia benar-benar tidak menyangka jika Huo Ling juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Ini benar-benar aneh" ucap Yun Fei.
"Maksudmu?"
"Bukankah aneh jika ada dua orang yang merasakan hal yang sama?"
"Maksudku, kita baru bertemu sekali, namun apa yang kita alami tadi, rasanya seperti pernah kita alami sebelumnya."
"Dan satu lagi, kekuatan api emas mu itu juga terasa tidak asing bagiku, bahkan aku merasa jika kekuatan itu pernah menjadi bagian dari diriku."
"Aku juga sama" sahut Huo Ling, kemudian menjelaskan perasaannya saat melihat kekuatan petir merah milik Yun Fei.
"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "semua ini benar-benar aneh dan sulit untuk dijelaskan."
Mereka berdua mengobrol sepanjang malam dan tanpa mereka sadari, keduanya sudah mulai dekat satu sama lain, bahkan, sikap dingin Huo Ling seperti lenyap begitu saja.
***
"Ternyata mereka di sini, pantas saja aku tidak menemukan mereka di dalam rumah."
Huo An menghampiri Yun Fei dan keponakannya yang tengah tertidur lelap, lalu ia membangunkan mereka berdua dan meminta mereka untuk segera bersiap-siap.
Setelah selesai menyiapkan segalanya, mereka kemudian meninggalkan kota Hufeng dan berangkat menuju wilayah Utara, karena di sanalah tempat klan api suci berada.