
Tiga orang pemuda dari klan es abadi sudah berada di arena pertarungan, mereka diperintahkan oleh Bing Zhan untuk mengalahkan dan melumpuhkan kultivasi Huo Ling.
Sebenarnya ia ingin membunuh gadis itu, karena ada banyak nyawa anggota klan-nya yang melayang karena iblis bertopeng, namun ia tidak bisa melakukannya saat Lin Xia ada di sana.
Meski klan es abadi merupakan klan yang kuat, namun belum tentu bisa mengalahkan Lin Xia. Apalagi, Bing Zhan sudah melihat sendiri bagaimana kehebatan Lin Xia lima tahun lalu.
"Hanya ini saja?"
"Hahahaha! Mereka sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan-mu, bocah" sahut Bing Zhan.
"Kau salah, mereka masih belum cukup!" ujar Huo Ling lalu melancarkan serangan dengan sangat cepat.
Hanya dalam hitungan detik, ketiga pemuda itu sudah terlempar hingga ke luar arena pertarungan, dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, mereka sudah kalah dalam pertarungan itu.
"Sial! Aku benar-benar meremehkannya!" ujar Bing Zhan.
"Hahahaha! Sekarang giliran-ku!"
"Jangan mengacau, sekarang ini adalah giliran-ku!"
"Sudah aku katakan, maju saja kalian semuanya" ucap Luo Ning.
Suasana tiba-tiba saja menjadi hening, para pemimpin klan juga membisu setelah mendengar perkataan Huo Ling, namun bukan berarti bahwa keheningan itu adalah akhir dari segalanya.
"Sial! Kita benar-benar diremehkan."
"Mau bagaimana lagi? Sepertinya kita memang harus mengikuti keinginannya itu."
Kali ini, para pemimpin klan itu setuju untuk menghadapi Huo Ling bersama-sama. Namun Lin Xia hanya mengizinkan setiap klan mengirimkan tiga perwakilan saja.
Ada dua alasan yang membuatnya melakukan hal tersebut, pertama karena ingin melindungi Huo Ling dan yang kedua, ia tidak ingin pertarungan itu berubah menjadi peperangan.
"Bagaimana denganmu, apa kau tidak mengirimkan perwakilan dari klan dewa angin?" tanya Huo Ling.
Yun Fei menggeleng pelan, "sudah aku katakan, aku tidak memiliki dendam apapun denganmu."
Meski terdengar biasa, namun perkataan itu justru menimbulkan rasa penyesalan dan rasa bersalah dalam diri Huo Ling, bahkan ia tiba-tiba saja teringat dengan Yun Fei yang sudah ia lukai.
"Dendam atau tidak, itu tidak penting bagiku."
"Dan pertarungan ini juga tidak penting untukku" sahut Yun Fei.
"Lalu kenapa kau masih disini?"
"Aku hanya menghormati dan menghargai tradisi dari pertemuan ini" jawab Yun Fei, "dan ingin memastikan jika kau baik-baik saja," lanjutnya dalam hati.
Sementara itu.
Berbeda dengan para pemimpin klan lainnya yang fokus pada pertarungan, Yun Hao justru terlihat tidak menghiraukan pertarungan tersebut dan malah sibuk memperhatikan sekitarnya.
Saat ini, ia dan Xue Ming tengah bersiap untuk menjalankan rencana mereka yang selanjutnya, yaitu menciptakan permusuhan yang lebih besar antara klan api suci dengan klan lainnya.
"Ketua, mereka semua sudah bersiap di posisinya masing-masing" ucap Xue Ming dengan suara pelan.
Yun Hao mengangguk, "jika waktunya sudah tepat, perintahkan mereka untuk bergerak."
"Baik, ketua!"
Ketika semua orang benar-benar fokus pada pertarungan, Xue Ming kemudian memberikan aba-aba pada bawahannya untuk menjalankan rencana, lalu kekacauan-pun terjadi.
Salah seorang anggota dari klan naga langit tiba-tiba saja melaporkan bahwa temannya telah di bunuh, ia juga menjelaskan ciri-ciri pembunuhnya itu pada mereka semua.
Dari penjelasannya itu, mereka semua menyimpulkan bahwa pembunuhnya adalah anggota klan api suci, karena ciri-cirinya sangat mirip dengan anggota klan tersebut.
Tidak lama berselang, kejadian yang sama terulang kembali, dan kali ini yang dibunuh adalah anggota klan es abadi, lalu diikuti oleh anggota klan lain, termasuk klan dewa angin.
Satu-satunya klan yang tidak menjadi korban hanyalah klan Asura, karena Lin Xia hadir dalam pertemuan itu tanpa membawa satupun anggota ataupun petinggi klan-nya.
"Kepa**t! Berani-beraninya kau melakukan hal keji seperti ini!"
"Tidak bisa dimaafkan, nyawa harus dibayar dengan nyawa!" ujar Yun Hao.
"Habisi wanita iblis itu!"
***
"Yun Fei, bagaimana ini?" tanya Fang Chao.
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Trik murahan seperti ini tidak akan bisa menipuku."
Sejak awal, Yun Fei sudah mengetahui jika Yun Hao memiliki rencana buruk terhadap Huo Ling, dan itulah alasan yang membuatnya tidak ingin meninggalkan tempat tersebut.
Disisi lain.
Lin Xia yang juga sudah mengetahui kebusukan Yun Hao, akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan masalah itu, namun ia malah dihentikan oleh para pemimpin klan kuno.
"Jangan ada yang menyentuhnya atau aku akan melenyapkan kalian semua!" ujar Lin Xia.
"Cihh! Apa kau mau kami semua diam saja saat anggota klan kami dibunuh?!"
"Tentu saja tidak, tapi pelakunya bukan klan api suci" jawab Lin Xia.
"Coba buktikan ucapan-mu itu!" ujar Long Zhuo.
"Benar! Coba kau buktikan kalau wanita iblis itu memang tidak bersalah!" imbuh Guang Zhao.
"Kalian mau bukti? Kalau begitu, biar aku tunjukkan buktinya!"
Wushh.
Lin Xia melepaskan aura kekuatan yang sangat dahsyat dan seketika itu juga, tekanan intimidasi langsung menindas semua orang yang ada di sana, bahkan mereka sampai kesulitan bergerak.
"Jangan takut, kita pasti bisa mengalahkannya jika menyatukan kekuatan!" ujar Bing Zhan.
Dengan menyatukan kekuatan, para pemimpin klan itu-pun berhasil lepas dari tekanan intimidasi, dan meskipun tekanan itu masih ada, namun efeknya sudah jauh berkurang dari sebelumnya.
"Dengar! Jika kalian tidak mau mundur, maka jangan salahkan..."
"Kami tidak akan mundur walaupun hanya selangkah!"
Ditempat lain.
"Yun Fei, keadaannya sudah sangat kacau, apa kau yakin tidak mau pergi dari sini?"
Keadaan di tempat itu memang sudah sangat kacau, karena pertarungan yang seharusnya menjadi ajang untuk menunjukkan kekuatan, malah berubah menjadi medan peperangan.
Dan saat ini, Huo Ling beserta seluruh anggota klan api suci sedang berada di posisi sulit, karena mereka diserang dan dikepung oleh empat pasukan klan kuno sekaligus.
"Sepertinya aku harus turun tangan" ucap Yun Fei.
Wushh.
Aura kekuatan yang begitu besar terpancar dari tubuh Yun Fei dan pada saat yang bersamaan, di langit tiba-tiba muncul ratusan pedang yang tercipta dari energi spiritual.
"Jika kalian tidak berhenti, akan aku pastikan tempat ini berubah menjadi lautan darah!" ujar Yun Fei.
Perkataan Yun Fei sontak mengejutkan semua orang, lalu pandangan mereka tertuju ke langit yang dipenuhi oleh pedang yang sangat banyak.
"Cihh! Apa kau pikir kami takut dengan ancaman-mu itu?!" ujar Yun Hao.
Slash.
Lima bila pedang melesat turun dengan kecepatan tinggi, lalu kelima pedang itu menebas dan memotong tubuh lima orang pemuda hingga menjadi beberapa bagian.
"Apa kau pikir aku sedang bermain-main?!"
"Kepa**t! Dari sekian banyak orang disini, kenapa kau hanya membunuh anggota klan-ku?!"
Yun Hao benar-benar marah dan kesal, karena lima orang yang baru saja meregang nyawa dengan mengenaskan itu adalah anggota klan langit cerah.
"Aku melakukannya karena hanya kau yang meragukan ancaman-ku!"
"Tapi jika ada yang masih penasaran, silahkan mencobanya."
Semua orang terdiam, termasuk para pemimpin klan, mereka mungkin bisa lolos dari serangan itu, tapi tidak mungkin mereka mau mengorbankan anggota klan mereka begitu saja.
"Masih ingin lanjut?!"
"Cihh! Lain kali aku tidak akan melepaskan-mu!" ujar Yun Hao, lalu memerintahkan pasukannya untuk segera mundur, kemudian diikuti oleh tiga klan lainnya.