The God Of Void

The God Of Void
Chapter 14. Berjuanglah



Ditempat lain.


"Paman, aku harap kau tidak melupakan janjimu pada ayahku!"


"Apa maksudmu, Yun Bing?"


Pemuda bernama Yun Bing itu kemudian menyampaikan informasi yang ia dapatkan dari bawahannya, yaitu informasi mengenai kedekatan Huo Ling dan Yun Fei.


"Yun Fei, sepertinya dia berasal dari klan kalian" ucap Huo Ming, pemimpin klan api suci.


"Itu tidak mungkin!" ujar Yun Bing, kemudian menceritakan tentang identitas Yun Fei yang sebenarnya.


Huo Ming mengepalkan tinjunya, ia tidak menyangka jika putrinya malah melanggar aturan yang telah ia tetapkan, padahal, ia sudah sering mengingatkan putrinya itu.


"Kau tenang saja, aku akan memastikan semuanya baik-baik saja."


"Dan aku harap paman menepati janji" sahut Yun Bing.


Huo Ming nampak kesal mendengar perkataan Yun Bing, bahkan ada keinginan untuk menghajar pemuda sombong itu, namun ia hanya bisa menahan keinginannya itu.


Bukannya tidak mampu atau tidak berani menghajarnya, hanya saja, Huo Ming tidak ingin menyingung klan langit cerah, karena resiko yang akan ia dapatkan sangatlah besar.


"Kakak pertama, haruskan aku mengambil tindakan?" tanya Huo Qian, adik pertama Huo Ming.


"Tidak perlu, kita tunggu saja mereka sampai di sini."


"Baiklah, kalau begitu, aku akan menahan diri sampai mereka datang" sahut Huo Qian.


***


Waktu terus bergulir dengan cepat, Huo An dan rombongannya kini telah tiba di wilayah Utara, dan beberapa hari lagi, mereka pasti akan sampai di wilayah klan api suci.


Namun untuk saat ini, mereka tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan, karena selain hari yang sudah malam, mereka semua juga sudah mulai kelelahan.


Oleh karena itu, Huo An memutuskan untuk menghentikan perjalanan, agar mereka semua bisa beristirahat dan mengisi tenaga yang telah terkuras selama perjalanan.


Sementara yang lain nampak tengah menyiapkan tempat tidur, Huo Ling dan Yun Fei malah asyik mengobrol di tempat yang cukup jauh dari Huo An dan yang lainnya.


"Fei, maaf jika aku lancang, tapi apa kau benar-benar tidak mengetahui siapa kedua orang tuamu?" tanya Huo Ling.


"Aku hanya mengetahui nama ayahku, itupun dari kakek yang merawat ku sejak kecil."


"Siapa namanya?" tanya Huo Ling yang nampaknya sangat penasaran.


"Yun Aotian"


Huo Ling nampak diam setelah mendengar nama ayah Yun Fei, karena dirinya seperti pernah mendengar nama tersebut, hanya saja ia lupa kapan ia mendengarnya.


Disisi lain.


Huo An yang kebetulan ingin memanggil mereka, secara tidak sengaja juga mendengar Yun Fei menyebut nama ayahnya, namun ia malah kaget saat mendengarnya.


"Sepertinya aku sudah dapat solusi untuk masalah ini" gumam Huo An, lalu mengurungkan niatnya dan pergi meninggalkan mereka.


***


Malam semakin larut, dan suasana semakin sunyi, namun Yun Fei dan Huo Ling masih setia berada ditempat semula, masih mengobrol dan menghabiskan waktu bersama.


"Fei, aku ingin menyampaikan sesuatu" ucap Huo Ling, raut wajahnya nampak sangat serius.


"Katakan saja, aku akan selalu menjadi pendengar yang baik" sahut Yun Fei.


Huo Ling menghela napas berat, menandakan jika sesuatu yang ingin ia sampaikan adalah hal yang sangat serius.


"Fei, sebentar lagi kita akan tiba di klan api suci, itu artinya, kita berdua mungkin tidak akan bisa bertemu lagi."


Selama hampir satu bulan bersama, tentunya ada rasa yang timbul di hati Yun Fei, namun selama ini ia selalu menahan diri, karena sadar jika status mereka jauh berbeda.


Akan tetapi, semakin Yun Fei berusaha untuk menahan diri dan menjauh dari Huo Ling, semakin besar pula perasaan yang ia rasakan dalam hatinya itu.


"Huo Ling, aku sadar diriku tidak memiliki status yang tinggi, aku juga sadar, mungkin diriku tidak pantas bersanding denganmu."


"Maksudmu?"


Yun Fei tersenyum, lalu meraih kedua tangan Huo Lin dan menggenggam jemarinya dengan erat, "aku mencintaimu, Huo Ling."


Huo Ling tersentak dan langsung menarik tangannya, ada perasaan aneh yang mulai berkecamuk dalam dadanya, meski ia senang mendengar hal itu, namun itu jugalah yang ia takutkan.


Selama ini, Huo Ling berusaha untuk diam dan memendam perasaannya, bahkan ia berharap agar Yun Fei tidak memiliki perasaan yang sama, namun apa yang terjadi malah sebaliknya.


Reaksi Huo Ling membuat jantung Yun Fei berdetak cepat, dadanya terasa sesak hingga sulit baginya untuk bernapas, namun ia berhasil menyembunyikan semuanya dengan senyuman di bibirnya.


"Aku..."


"Lupakan saja, itu sudah tidak penting" sahut Yun Fei, kemudian pergi dari sana.


"Fei!"


"Sudah malam, sebaiknya kita beristirahat" ucap Yun Fei tanpa menoleh sedikitpun.


"Maafkan aku, Yun Fei, sebenarnya aku juga mencintaimu, tapi aku tidak ingin kau terluka."


***


Esoknya.


Sama seperti hari-hari sebelumnya, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke klan api suci saat matahari terbit, namun ada hal lain yang nampak berbeda dari sebelumnya.


Sejak berangkat, Yun Fei dan Huo Ling selalu berjalan beriringan, tapi sekarang, ia malah berada di barisan paling belakang, sedangkan Huo Ling, berada di barisan terdepan bersama Huo An.


Walaupun jarak tidak terlalu jauh, namun Yun Fei merasa jika ada jarak yang amat jauh tengah memisahkan mereka, bahkan ia seperti melihat tembok penghalang yang begitu tinggi didepannya.


"Sabar, aku harus bisa menahan diri, jika dia menolak, aku akan bicara langsung dengan ayahnya!"


Tekad Yun Fei benar-benar sudah bulat, ia tidak peduli lagi dengan segala resiko yang mungkin akan terjadi nantinya, karena yang ia inginkan hanyalah memperjuangkan perasaannya.


Kalaupun nantinya, ayah Huo Ling tidak menerima dirinya, atau bahkan Huo Ling sendiri yang menolaknya lagi, setidaknya ia sudah berusaha untuk mencoba menyampaikan semuanya.


Sementara itu.


"Kalian ada masalah lagi?" tanya Huo An, namun hanya dijawab dengan gelengan oleh keponakannya itu.


"Katakan saja, mungkin paman bisa membantumu mencari jalan keluarnya."


"Itu tidak mungkin paman, bukankah paman sendiri tahu bagaimana kerasnya ayah?"


Huo An diam sejenak, ia sepertinya sudah mengerti dimana letak permasalahan kedua pemuda itu, "kau tenang saja, paman pasti akan membantumu."


"Maksud paman?"


"Lihat saja nanti" jawab Huo An, kemudian menghampiri Yun Fei yang berada di belakang mereka.


"Fei, kau menyukai keponakanku?"


Yun Fei tersentak, ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Hua An, selain itu, ia juga tidak menyangka jika Huo An mengetahui apa yang ia rasakan.


"Berjuanglah, jangan mundur hanya karena satu pohon yang menutup jalanmu" ucap Huo An, lalu meninggalkan Yun Fei dan menghampiri keponakannya lagi.


Kata-kata Huo An memberikan semangat pada Yun Fei, ia yang sejak awal memang sudah membulatkan tekad, sekarang malah semakin yakin untuk memperjuangkan perasaannya pada Huo Ling.