The God Of Void

The God Of Void
Chapter 18. Rencana licik Yun Hao



Klan langit cerah.


"Ayah, apa kita akan diam saja setelah dipermalukan seperti itu?"


"Tentu saja tidak! Tapi untuk saat ini, tidak ada yang bisa kita lakukan pada mereka" jawab Yun Hao.


"Kenapa? Apa alasannya ayah?"


"Alasannya adalah gadis itu" jawab Yun Hao.


"Maksud ayah?"


Yun Hao menghela napasnya, kemudian menjelaskan alasan kenapa mereka tidak bisa menyerang klan api suci, yaitu karena Huo Ling yang memiliki kekuatan api emas.


Sama dengan namanya, klan api suci adalah klan yang semua anggotanya menguasai kekuatan api, namun diantara mereka, hanya Huo Ling yang benar-benar memiliki api suci.


Kekuatan api suci milik Huo Ling juga merupakan api suci terkuat dan memiliki kekuatan pemusnah tiada dua, dan mustahil mereka mampu mengalahkan kekuatan itu.


Satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan adalah mengendalikannya, namun untuk melakukan itu, harus ada ikatan yang terjalin antara kedua klan, yaitu ikatan pernikahan.


"Apa tidak ada cara lain untuk mengalahkan kekuatan api emas itu?"


"Sebenarnya ada."


"Benarkah? Kekuatan apa itu ayah?"


"Kekuatan petir surgawi. Tapi sayangnya kekuatan itu tidak pernah terlihat lagi."


"Cihh, ini benar-benar merepotkan!"


"Sudahlah, sebaiknya kau berlatih dan meningkatkan kekuatanmu lagi, ayah akan pergi menemui seseorang."


"Siapa?"


"Belum saatnya kau mengetahui identitas orang itu" jawab Yun Hao, kemudian meninggalkan tempat tersebut.


***


Tiga bulan kemudian.


Sejak meninggalkan klan api suci, Yun Fei tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kekuatannya, bahkan hari-harinya selalu ia lalui dengan berburu dan berkultivasi.


Dalam tiga bulan terakhir, Yun Fei sudah berhasil meningkatkan satu level kekuatannya, dari yang sebelumnya Spirit Bumi level delapan, sekarang sudah meningkat ke level sembilan.


"Tiga bulan hanya satu level, sekarang semuanya terasa semakin sulit saja."


Ingatan mengenai masa lalunya muncul dalam benak Yun Fei, dimana semuanya masih terasa begitu mudah walaupun kehidupannya sangat sulit, tapi yang terjadi sekarang malah kebalikannya.


Sejak menjadi kultivator dan meninggalkan desa, kehidupan Yun Fei memang sudah semakin membaik, namun peningkatan kekuatannya justru semakin melambat.


Akan tetapi, semua itu adalah hal yang wajar, karena semakin tinggi level kultivasi seorang kultivator, maka akan semakin besar pula kekuatan roh yang dibutuhkan untuk meningkatkan level.


***


"Kalau tidak salah ingat, gua itu seharusnya ada di sekitar sini."


"Itu dia" gumam Yun Fei setelah berhasil menemukan gua yang dimaksud.


Beberapa hari yang lalu, Yun Fei menemukan sebuah gua yang cukup besar, namun belum sempat ia periksa, karena saat itu ia masih bertarung dengan hewan spiritual yang cukup kuat.


"Semoga saja ada hal menarik yang bisa ditemukan dalam gua ini."


Wushh.


Aura mencekam menerpa tubuh Yun Fei setelah cukup dalam masuk ke gua, bahkan ia sampai bergidik karena aura yang menerpa tubuhnya itu benar-benar sangat mengerikan.


"Aura yang sangat mengerikan" gumam Yun Fei, kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Setelah tiba di bagian terdalam gua, Yun Fei akhirnya menemukan pemilik aura yang mengerikan itu, yaitu seekor hewan spiritual dengan kekuatan dan ukuran tubuh yang sangat besar.


"Manusia, berani sekali kau datang dan mengusik tidurku!"


"Dia bisa bicara?"


Selama hidupnya, Yun Fei memang pernah mendengar tentang hewan spiritual yang bisa bicara, namun baru kali ini ia bertemu secara langsung dengan hewan spiritual tersebut.


Untuk bisa bicara seperti manusia, seekor hewan spiritual haruslah memiliki kekuatan yang sangat besar, dan setidaknya, kekuatannya setara dengan kultivator ranah Spirit Surga level sembilan.


"Sekarang katakan, apa kau mau menjadi santapanku secara sukarela, atau aku harus membunuhmu terlebih dahulu?"


"Aku lebih suka menjadikan kekuatan roh-mu sebagai peningkat kekuatanku" jawab Yun Fei.


"Lancang! Berani sekali manusia rendahan sepertimu bicara begitu padaku!"


"Lalu, apa kau pikir aku akan takut padamu?"


"Hahahaha! Aku ingin lihat, sampai kapan kau bisa bersikap sombong begitu!"


Setelahnya, laba-laba raksasa itu melesat kearah Yun Fei, kemudian menyemburkan cairan berwarna ungu dari mulutnya. Selain itu, ia juga menembakkan jaringnya untuk menjerat Yun Fei.


Yun Fei kemudian melompat ke belakang dan berputar di udara, pada saat yang bersamaan, ia juga melambaikan tangan kanannya, seketika itu juga, sebilah energi tercipta dan langsung melesat ke depan.


Bilah energi yang diciptakan Yun Fei berhasil membelah jaring yang ditembakkan laba-laba itu, bahkan serangannya itu juga hampir mengenai tubuh laba-laba raksasa tersebut.


"Serangan mu terlalu lamban, bocah!"


Yun Fei mengangkat sudut bibirnya, "ingin yang lebih cepat? Kalau begitu, perhatikan baik-baik."


Setelah itu, Yun Fei menghilang dari pandangan, pada saat yang bersamaan, beberapa bilah energi muncul dari berbagai arah dan langsung melesat ke arah laba-laba raksasa.


Slash!


Slash!


Dikarenakan jumlahnya yang cukup banyak, ada dua bilah energi yang berhasil mengenai dirinya, meski begitu, serangan tersebut tidak terlalu berdampak padanya, karena ia memiliki kulit yang tebal dan keras.


"Hahahaha, serangan-mu hanya membuatku merasa geli!"


"Jangan terlalu senang" sahut Yun Fei yang telah muncul di atas tubuh laba-laba raksasa.


"Apa!? Sejak kapan kau..."


Dhuaaar!


"Sial! Kulitnya benar-benar keras" gumam Yun Fei.


"Manusia sialan! Beraninya kau menyentuh kepalaku!" ujar laba-laba raksasa, lalu menyemburkan racunnya kearah Yun Fei.


"Serangan-mu sangat lamban!"


Yun Fei yang semula berada tepat di depan laba-laba raksasa, kini telah muncul di bawahnya, tepatnya di bawah bagian perut laba-laba tersebut, lalu setelah itu, Yun Fei melancarkan serangan yang sama.


Dhuaaar!


Ledakan kembali terjadi saat tinju yang diselimuti petir merah itu menghantam perut laba-laba, dan serangan itu berhasil menimbulkan luka yang cukup besar di perut laba-laba tersebut.


"Bagian atasnya memang keras, tapi bagian bawahnya sangat lembut bagai kapas."


"Jangan senang dulu, manusia sialan!"


Wushh.


Boom!


"Arkhhh!"


Laba-laba itu berhasil menyerang Yun Fei dengan salah satu kakinya dan berhasil melempar Yun Fei hingga menabrak dinding gua, selain itu, serangannya juga membuat Yun Fei memuntahkan darah segar.


"Mati kau, manusia sialan!" Laba-laba itu kembali menyemburkan racun dari mulutnya, namun masih berhasil dihindari oleh Yun Fei.


"Cihh, diam dan matilah dengan cepat!"


Dhuaaar!


Ledakan kembali terjadi saat laba-laba itu menyerang Yun Fei dengan kakinya, tapi lagi-lagi, serangan itu tidak mengenai apapun selain dinding gua.


"Dimana kau, manusia sialan!"


"Aku disini!" ujar Yun Fei yang telah muncul di bawah perut laba-laba itu.


Dhuaaar!


"Arkhhh!"


"Ini yang terakhir!" Yun Fei kemudian melompat ke udara, lalu menciptakan bola energi dari kekuatan petir merah di kedua telapak tangannya.


Setelahnya, Yun Fei melemparkan kedua bola energi petir itu ke arah laba-laba raksasa, dan tidak hanya itu saja, Yun Fei juga melancarkan serangan kedua dengan bilah energi yang sangat besar.


"Hah" Helaan napas panjang terdengar dari mulut Yun Fei, ia benar-benar lega karena berhasil mengalahkan hewan spiritual itu.


"Jika pertarungan ini berlangsung sedikit lebih lama, mungkin akulah yang akan kalah."


***


Dua bulan sebelumnya, di suatu wilayah di benua Huangwu.


"Tuan muda" sapa Yun Hao seraya sedikit membungkuk pada pemuda di depannya.


"Yun Hao, ada urusan apa kau menemui-ku?" tanya pemuda itu.


"Tuan muda, tujuanku datang ke sini untuk menyampaikan informasi penting."


"Katakan!" ujar pemuda tersebut.


"Tuan muda, klan api suci ingin berkhianat pada klan Asura."


Sama halnya dengan dua klan lainnya, klan Asura juga merupakan klan kuno yang ada di benua Huangwu, namun perbedaannya adalah, klan api suci dan klan langit cerah adalah pengikut dari klan Asura.


"Apa!?"


Pemuda yang awalnya tengah duduk santai di singgasananya, tiba-tiba saja berdiri dan langsung muncul di depan Yun Hao, ia bahkan mencengkeram leher pria paruh baya itu seakan tidak percaya pada perkataannya.


"Yun Hao, jangan buat aku muak dengan informasi palsu itu!"


"Tu-tuan muda, a-aku mengatakan yang sebenarnya."


"Apa buktinya?"


"To-tolong lepaskan cengkeraman anda, tuan muda."


Pemuda itu mendengus kesal, kemudian melepaskan cengkeraman tangannya pada leher Yun Hao.


"Cepat katakan!"


Yun Hao mengangguk, kemudian menjelaskan tentang informasi yang berhasil ia dapatkan, tapi tentunya, semua informasi itu adalah kebohongan belaka.


Dan satu-satunya informasi benar yang ia sampaikan hanyalah mengenai Huo Ling yang memiliki kekuatan api emas.


"Kekuatan api emas?"


"Benar, tuan muda" jawab Yun Hao.


"Jika itu benar, berarti Huo Ling adalah... tidak, aku tidak bisa menduga-duga saja, sebaiknya aku memastikannya sendiri."


"Huo Ming, sepertinya klan kalian akan segera berakhir," ucap Yun Hao dalam hatinya.


Pemuda itu menatap tajam ke arah Yun Hao, meski wajahnya nampak datar dan tidak menunjukkan apapun, namun pemuda itu bisa membaca niat jahat yang disembunyikan oleh Yun Hao.


"Apalagi yang kau tunggu, kembalilah dan jangan menggangguku!"


"Tapi, bagaimana dengan masalah..."


"Aku akan mengurusnya sendiri."


"Baik, tuan muda" sahut Yun Hao, kemudian meninggalkan tempat itu.


Setelah Yun Hao pergi, pemuda itu kemudian meninggalkan aula singgasananya, lalu menuju ke halaman belakang istananya yang sangat megah.


"Semoga aku berhasil menjalankan tugas dari kakek."