
Yun Fei mengangkat sudut bibirnya, meski ia merasa sangat malas meladeni orang-orang itu, namun ia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan baik, apalagi kesempatan itu datang dengan sendirinya.
Selama ini, ia sudah berusaha mencari sesuatu yang bisa membuatnya tertarik, namun ia selalu gagal dan sekarang, satu-satunya hal menarik baginya adalah, merampok para pengganggu.
"Jadi kalian tidak mau pergi?"
"Kau benar, kami tidak akan pergi sebelum kau menyerahkan cincin penyimpanan-mu."
"Baiklah, tapi sebelum itu, izinkan aku menggeledah isi cincin penyimpanan kalian terlebih dahulu" sahut Yun Fei, kemudian menyerang mereka semua.
Dengan mengandalkan kecepatannya, Yun Fei berhasil membuat sembilan pemuda itu kewalahan, bahkan Yun Fei tidak memberikan kesempatan sedikitpun pada mereka untuk menyerangnya.
"Jangan sembunyi kau, bocah sialan!"
"Aku tidak bersembunyi, tapi kalianlah yang tidak bisa melihatku" sahut Yun Fei.
Mereka semua dibuat kebingungan, karena tidak mengetahui dimana Yun Fei berada, ditambah lagi dengan auranya yang tidak bisa dirasakan, yang membuat mereka semakin sulit untuk menemukannya.
"Aku disini!"
Yun Fei muncul di hadapan salah seorang dari mereka, namun setelah mendaratkan serangan di wajahnya, Yun Fei kembali menghilang dengan cepat, sehingga yang lainnya tidak bisa melakukan apapun.
Kejadian yang sama terus terulang, Yun Fei muncul dan menghilang lagi dengan sangat cepat, dan jangankan membalas serangannya, mereka bahkan tidak mengetahui kapan dan dimana dia akan muncul.
"Sial, kecepatan macam apa ini?!"
"Tetap waspada, dia bisa muncul kapan saja dan..."
Boom!
Sebelum sempat pria itu menyelesaikan ucapannya, sebuah pukulan telah lebih dulu mendarat tepat di wajahnya, tidak lama berselang, pemuda disampingnya juga mengalami hal yang sama.
Pada akhirnya, mereka dihajar habis-habisan tanpa dapat membalas sedikitpun, bahkan Yun Fei sampai muak bermain dengan mereka semua, karena tidak ada yang memberikan perlawanan.
"Sebaiknya aku akhiri sekarang."
"Ka-kau mau apa?"
"Apa lagi? Tentu saja melenyapkan para pengganggu!" ujar Yun Fei, lalu membunuh mereka semua.
Setelah mengumpulkan cincin penyimpanan mereka, Yun Fei kemudian meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan perjalanannya mencari sesuatu yang mungkin akan membuatnya tertarik.
***
Dhuaaar!
Suara ledakan yang disertai dengan getaran dahsyat membuat Yun Fei menghentikan langkahnya, karena penasaran dengan penyebab suara ledakan itu, iapun memutuskan untuk menghampiri asalnya.
Hanya dalam hitungan menit, Yun Fei telah sampai di tempat asal suara ledakan sebelumnya, yang ternyata berasal dari pertarungan dahsyat antara beberapa kultivator melawan seekor naga.
Pertarungan tersebut nampak berat sebelah, meski menang dalam jumlah, namun para kultivator itu tetap kesulitan menghadapi naga tersebut, karena naga itu memiliki kekuatan yang besar.
Selain kekuatan, naga itu juga dimenangkan oleh situasi dan kondisi, ia yang mampu mengendalikan kekuatan es, tentunya sangat diuntungkan dengan suasana tempat itu yang memang diselimuti oleh es.
"Menghindar!"
Wushh.
Dhuaaar!
Ledakan kembali terjadi ketika naga itu melancarkan serangan dengan ekornya, walaupun serangan itu tidak mengenai semuanya, namun ada tiga orang yang harus terlempar akibat terkena serangan itu.
Disisi lain.
"Ini baru menarik" gumam Yun Fei, lalu menggunakan kecepatan maksimalnya untuk memasuki gua.
Dengan mengandalkan kecepatannya yang luar biasa, tentu sangat mudah bagi Yun Fei untuk masuk ke dalam gua, apalagi mereka semua sedang sibuk bertarung, jadi tidak ada yang menyadari keberadaannya.
Yun Fei tersenyum puas menatap puluhan kristal energi tingkat tinggi didepannya, selain itu, di sana juga terdapat sebilah pedang yang merupakan senjata spiritual tingkat menengah.
Tapi, yang paling menarik perhatiannya adalah sebuah kolam kecil di dalam gua tersebut, meski terlihat seperti kolam biasa, namun energi alam yang terkandung di dalamnya sangatlah besar.
Selain itu, airnya yang tidak membeku ditengah es yang sangat dingin, juga membuktikan jika kolam itu bukanlah kolam biasa, karena mustahil ada air yang tidak membeku di suhu yang sangat dingin.
"Pencarian-ku selama ini akhirnya membuahkan hasil" gumam Yun Fei, lalu memasukkan semua kristal itu kedalam cincin penyimpanannya.
Kemudian, Yun Fei menghampiri pedang yang terkubur dalam bongkahan es di depannya, "meski hanya tingkat menengah, tapi senjata ini bisa digunakan sampai aku menemukan senjata yang lebih kuat."
Boom!
Dengan satu pukulan, Yun Fei berhasil menghancurkan es yang menyelimuti pedang tersebut, setelah menyimpannya, Yun Fei kemudian masuk ke dalam kolam dan mulai menyerap energi dari kolam itu.
***
Setelah bertarung selama hampir seharian penuh, para kultivator muda itu akhirnya berhasil mengalahkan naga tersebut, namun kerugian yang mereka dapatkan tidaklah sedikit.
Jumlah mereka sebelumnya hampir tiga puluh orang, namun pertarungan itu telah banyak merenggut nyawa rekan-rekan mereka dan sekarang, jumlah mereka hanya tersisa sepuluh orang.
"Sekarang, mari kita masuk" ucap ketua kelompok tersebut.
"Ketua, lihat itu!"
Sontak, mereka semua mengarahkan pandangannya ke mulut gua, mereka nampak kaget saat menemukan pria bertopeng yang sedang berdiri di mulut gua dan menatap kearah mereka semua.
"Hei, apa yang kau lakukan di sana?!"
"Bukan apa-apa, hanya memanen hasil kerja keras kalian" jawab Yun Fei.
"Apa maksudmu?"
"Menurutmu?"
"Ketua, orang itu pasti sudah mengambil semuanya!"
"Tepat sekali, aku sudah menjarah semua isi gua ini" sahut Yun Fei.
"Semuanya, habisi pria itu dan rebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita!" ujar ketua kelompok.
"Baik!"
"Awalnya aku ingin membiarkan kalian, tapi kalau kalian ingin mati, maka aku tidak akan segan-segan lagi."
Yun Fei kemudian mengeluarkan pedang yang ia dapatkan di dalam gua, lalu menghilang dari pandangan mereka semua. Detik berikutnya, Yun Fei muncul tepat di hadapan mereka, lalu menebas pemuda di depannya itu.
Kemunculannya yang sangat tiba-tiba, serta serangan yang begitu cepat, membuat pemuda itu tidak bisa bereaksi, baik menghindar ataupun menahan serangan tersebut, sehingga satu serangan itu berhasil menebas lehernya.
Setelah itu, Yun Fei melompat dan memutar tubuhnya di udara, lalu menyerang para pemuda di sekitarnya. Meski dia hanya sendirian, namun Yun Fei diuntungkan dalam dua hal, pertama kecepatan dan kedua karena musuhnya kelelahan.
Mereka semua baru saja melalui pertarungan sulit melawan naga yang sangat kiat dan tentunya, tenaga mereka sudah banyak terkuras akibat pertarungan itu, jadi sangat wajar jika mereka kewalahan menghadapi Yun Fei.
Jika mereka dalam kondisi terbaiknya, masih ada kemungkinan untuk menang melawan Yun Fei, tapi pertarungan itu juga tidak akan mudah, karena kecepatan yang dimiliki Yun Fei benar-benar sangat luar biasa.
Selain kecepatan, serangan yang Yun Fei lakukan juga sangat mematikan dan terbukti, setiap kali ia melancarkan serangan, pasti ada musuh yang meregang nyawa ditangannya.
"Ini tidak baik, aku harus membantu mereka" gumam ketua kelompok, lalu ikut membantu rekan-rekannya menyerang Yun Fei.