The God Of Void

The God Of Void
Chapter 56. Tiga tahun



"Bagaimana?"


"Aku sudah membunuhnya!" jawab Huo Wen.


"Apa kau yakin?"


"Aku sangat yakin, meski bukan dengan tanganku sendiri, tapi dia pasti mati setelah jatuh ke jurang itu."


Keadaan Yun Fei saat itu memang sedang terluka parah, sehingga ia tidak bisa menghadapi Huo Wen dan para prajurit klan api suci, meski sempat bertarung, namun ia tetap dikalahkan.


Akan tetapi, Huo Wen gagal membunuhnya, karena sebelum ia sempat melakukan hal itu, Yun Fei telah lebih dulu melompat kedalam jurang yang sangat dalam.


Meski gagal membunuh Yun Fei dengan tangannya sendiri, namun Huo Wen sangat yakin jika Yun Fei akan mati, karena selain terluka parah, Yun Fei juga terkena racun yang cukup kuat.


"Jika yang kau katakan memang benar, dia pasti akan segera mati di dalam jurang itu!"


Disisi lain.


Tanpa disadari, Huo Ling menitikkan air mata saat mendengar kabar mengenai Yun Fei, walaupun ia sudah membencinya, namun perasaan itu masih belum hilang sepenuhnya.


"Kenapa? Kenapa kau melakukan semua ini? Kenapa kau melukai ayahku, Yun Fei?"


"Hah" Huo Ling menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "ada apa denganku? Kenapa aku masih saja memikirkan pria sialan itu?!"


"Apa kau yakin bahwa Yun Fei yang melakukannya?"


Huo Ling mengerutkan dahi, "apa maksud paman, bukankah paman yang mengatakannya padaku?"


Huo An mengangguk, memang benar jika dirinya-lah yang mengatakan bahwa iblis bertopeng yang melukai Huo Ming, tapi bukan berarti ia yakin jika Yun Fei yang melakukan hal itu.


Bagaimanapun juga, Huo An sudah mengenal Yun Fei sejak lama dan menurutnya, mustahil Yun Fei melukai Huo Ming. Hanya saja, ia tidak memiliki bukti untuk membenarkan ucapannya.


Selain itu, dirinya juga berada diposisi yang sangat sulit, karena yang dilukai iblis bertopeng adalah saudaranya, sehingga ia tidak bisa melakukan apapun untuk membela Yun Fei.


"Sudahlah, tidak baik membicarakan seseorang yang sudah mati" ucap Huo Ling.


"Kau benar, kalau begitu aku pergi dulu" sahut Huo An, lalu meninggalkan kamar kakak tertuanya itu.


***


Klan langit cerah.


"Bagaimana hasilnya? Apakah pemuda itu sudah mati?" tanya Yun Hao.


Pria yang tengah berlutut itu mengangguk, "aku yakin pemuda itu sudah mati, karena selain terluka parah, dirinya juga jatuh kedalam jurang yang sangat dalam."


"Hahahaha! Ini adalah berita yang sangat menggembirakan, akhirnya pemuda itu mati juga!" ujar Yun Hao.


"Dengan matinya pemuda sialan itu, berarti rencana kita bisa dikatakan sudah hampir sukses" ucap Xue Ming.


Kehebohan yang terjadi di benua Huangwu baru-baru ini, bukan disebabkan oleh klan api suci ataupun Huo Ming, tapi dilakukan oleh klan langit cerah.


Selain klan langit cerah, otak utama dalam masalah ini adalah Xue Ming, dialah yang telah merencanakan semuanya, termasuk penyerangan yang terjadi di klan api suci.


Xue Ming adalah orang yang menyamar sebagai iblis bertopeng, sementara anggota kelompok yang datang bersamanya adalah para petinggi klan langit cerah.


"Kau benar! Tapi rencana yang sebenarnya baru akan dimulai sekarang" ucap Yun Hao.


"Ketua, saat ini klan api suci sedang berada di titik terlemahnya, dengan kata lain, kita bisa memanfaatkan situasi ini untuk menyerang mereka."


"Kau benar! Tapi aku tidak akan menyerang mereka sekarang, karena Lin Xia tidak akan tinggal diam."


"Membinasakan klan api suci memang mudah, tapi semuanya akan kacau jika Lin Xia turun tangan."


"Apa maksudmu?"


"Dengarkan baik-baik" jawab Xue Ming, lalu menjelaskan rencana lain yang telah ia siapkan.


Dalam rencananya itu, Xue Ming ingin mereka mengunjungi klan api suci, tapi bukan untuk menyerang mereka, melainkan berpura-pura prihatin dengan kondisi mereka.


Disaat yang sama, mereka juga harus berpura-pura membantu klan api suci dengan mengobati Huo Ming, tapi yang akan mereka berikan bukanlah obat, tapi racun yang akan merenggut nyawanya.


"Hahahaha! Rencana-mu benar-benar luar biasa, kalau begitu, kita jalankan rencana-mu itu!"


"Terima kasih, ketua."


Setelah itu, Yun Hao dan para petinggi klan bersiap-siap untuk mengunjungi klan api suci, dan tidak lupa, mereka juga menyiapkan obat yang telah dicampur dengan racun.


***


Waktu terus bergulir dan tahun ikut berganti dengan cepat. Terhitung sudah tiga tahun berlalu sejak Yun Fei mengunjungi klan api suci, dan sampai saat ini, ia belum pernah muncul lagi.


Pada tahun pertama, klan langit cerah benar-benar bersikap seolah mereka sangat peduli, mereka sangat sering mengunjungi klan api suci dan terus memberikan obat pada Huo Ming.


Namun, kebusukan mereka akhirnya terbongkar saat Lin Xia kebetulan mengunjungi klan api suci, bahkan ia berhasil menghilangkan racun yang hampir membunuh Huo Ming.


Pada tahun kedua, Huo Ling yang mengambil alih posisi ketua klan, secara resmi mengumumkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan klan langit cerah.


Di tahun ketiga, Huo Ming yang sudah pulih sepenuhnya, mengumumkan jika dirinya mengundurkan diri dari posisinya, dan mengangkat Huo Ling sebagai pemimpin klan yang baru.


Di suatu tempat.


"Sudah tiga tahun, ya? Sepertinya waktu berlalu lebih cepat dari biasanya."


Pemuda berusia 19 tahun itu bergumam pelan seraya menatap gelapnya langit malam, satu tangannya ia letakkan di dadanya sembari merasakan luka yang masih belum sembuh.


Sudah tiga tahun berlalu, namun luka yang ia dapatkan tiga tahun lalu, masih terasa sangat menyakitkan sampai saat ini, seolah luka itu memang tidak akan pernah bisa disembuhkan.


"Huo Ling, aku merindukanmu."


"Padahal kau sudah membenciku, tapi aku tetap tidak bisa menghilangkan perasaan ini."


"Aneh, padahal dia ingin membunuhku, tapi aku masih saja mencintainya."


Groaarrr!


"Hah" pemuda itu menghela napas panjang, "sepertinya aku memang harus membunuhnya terlebih dahulu."


Pemuda itu kemudian melompat turun dari dahan pohon, lalu ia melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah sumber suara raungan yang ia dengar sebelumnya.


"Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya pemuda itu dengan ramah.


Harimau hitam itu mengarahkan tatapan tajam pada pemuda di depannya itu, lalu ia melompat seraya mengayunkan cakarnya yang tajam, namun serangannya berhasil dihindari dengan mudah.


"Sudah setahun sejak kita bertemu, tapi baru sekarang aku merasa yakin bisa membunuhmu!"


Pemuda itu kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, lalu setelah itu, ia melesat maju dengan kecepatan tinggi seraya menebaskan pedangnya.


Slash!


Detik berikutnya, pemuda itu sudah berdiri di belakang harimau hitam tersebut, dan tidak lama berselang, tubuh harimau hitam itu terbelah menjadi dua.


"Akhirnya, usahaku selama tiga tahun ini membuahkan hasil yang memuaskan."


Pemuda itu menghampiri mayat harimau hitam tersebut, ia tentunya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk meningkatkan level kekuatan, dan dengan bantuan kekuatan roh harimau itu, kekuatannya pasti meningkat lebih tinggi lagi.