
Setelah iblis bertopeng pergi, Fan Chou kemudian meminta salah seorang bawahannya untuk memanggil Huang Liao, karena untuk saat ini hanya dialah yang bisa dipercaya.
Untuk iblis bertopeng, sebenarnya Fan Chou sudah mulai percaya padanya, namun ia masih belum bisa percaya sepenuhnya, karena ia masih belum mengetahui tujuan iblis bertopeng.
Sejak dua bulan terakhir, iblis bertopeng sudah sangat membantu dirinya dengan memberikan informasi, namun itu masih belum cukup untuk membuatnya benar-benar percaya.
"Iblis bertopeng, apa yang sebenarnya kau inginkan?"
"Yang mulia" sapa salah seorang prajurit.
"Ada apa?"
"Tuan Huang sudah menanti yang mulia di aula" jawab prajurit tersebut.
Fan Chou mengangguk, kemudian pergi ke aula singgasana untuk menemui Huang Liao yang sudah menantinya di sana.
***
"Iblis bertopeng, darimana saja kau?" tanya Xue Jing.
"Bukan urusanmu!" ujar Yun Fei.
"Tentu saja ini menjadi urusanku, karena sebentar lagi aku akan memulai penyerangan! Dan sesuai dengan kesepakatan, kau harus membantuku!"
Yun Fei melesat dengan kecepatan tinggi menghampiri Xue Jing, "apa kau sudah berani mengaturku?!"
Xue Jing bergidik dan berkeringat dingin, apalagi saat bertatapan dengan tatapan tajam iblis bertopeng, "ma-maaf, a-aku tidak bermaksud."
"Bagus kalau kau sadar! Dan ingat baik-baik, jangan pernah berpikir untuk macam-macam denganku, atau aku akan melenyapkan kalian semua!"
Setelah meninggalkan ancaman yang berhasil menakuti semua orang ditempat itu, Yun Fei kemudian menghilang dari pandangan mereka semua, lalu muncul kembali di atap bangunan tersebut.
"Sial! Dia benar-benar sulit dikendalikan!"
"Patriark, sebaiknya Anda lebih berhati-hati lagi dengan orang itu."
"Kau benar, karena dia bisa saja menjadi musuh yang mengerikan untuk kita" sahut Xue Jing.
Berhasil menjalani kerjasama dengan iblis bertopeng adalah sebuah anugerah untuk mereka, karena dengan bantuannya, mereka bisa mencapai tujuannya dengan mudah.
Namun, sesuatu yang mereka anggap sebagai anugerah, juga bisa menjadi ancaman terbesar bagi mereka. Karena itulah, mereka harus berhati-hati dalam mengambil tindakan.
Dengan kata lain, menjadi anugerah yang luar biasa ataukah menjadi bencana yang begitu mengerikan, semua itu tergantung dengan bagaimana mereka mengambil tindakan.
"Patriark, bagaimana kalau kita memata-matai dirinya?"
"Hah" Xue Jing menghela napas panjang, "aku juga mau melakukan itu, tapi melakukan hal itu bukanlah hal yang mudah."
"Apakah kita memang tidak bisa melakukan apapun?"
"Untuk saat ini memang tidak ada, tapi setelah rencana kita berhasil, aku pasti akan melakukan sesuatu untuk mengendalikannya."
Sementara itu.
"Teruslah bermimpi, Xue Jing. Teruslah bermimpi."
Karena sudah tidak ada lagi yang perlu ia dengar dari obrolan mereka, Yun Fei kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, lalu ia kembali ke rumah lelang Phoenix untuk beristirahat.
Setibanya di rumah lelang Phoenix, Yun Fei langsung melepaskan topeng dan jubah yang ia pakai, lalu mengeluarkan beberapa kristal energi dari cincin penyimpanannya.
Yun Fei menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, setelah benar-benar tenang, Yun Fei kemudian memejamkan matanya dan mulai menyerap energi dari kristal tersebut.
Untuk saat ini, kultivasi Yun Fei sudah berada di ranah spirit langit level dua, namun energi spiritualnya masih sangat rendah, sehingga dirinya harus menyerap lebih banyak energi lagi.
***
Istana klan Asura.
"Xiao Ling, latihannya sudah cukup untuk hari ini" ucap Lin Xia namun hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Huo Ling.
"Ada apa?"
"Belum saatnya, tapi kau tenang saja, aku pasti akan menceritakan semuanya padamu."
"Tapi kapan, guru?"
"Sabarlah, kau pasti akan mengetahui semuanya nanti" jawab Lin Xia, kemudian pergi meninggalkan Huo Ling sendirian.
Sudah dua bulan lebih Huo Ling menjalani latihan bersama Lin Xia, namun sampai saat ini, Lin Xia belum memberikan penjelasan apapun pada dirinya.
Padahal, Huo Ling sangat ingin mengetahui semuanya, termasuk ingatan aneh yang selalu muncul dalam benaknya, juga sosok Lin Xia yang terasa sangat tidak asing baginya.
"Hah" Huo Ling menghela napasnya seraya menatap langit biru yang membentang luas, "sampai kapan aku harus berada di sini?"
Bagi orang lain, bisa tinggal di istana nan megah adalah hal yang luar biasa, namun bagi Huo Ling, berada di sana sama saja dengan berada di tempat gelap yang sangat sunyi dan juga sepi.
Ada dua alasan yang membuatnya merasakan hal itu, alasan pertama karena dirinya berada jauh dari keluarganya, dan alasan yang kedua, ia merindukan Yun Fei.
Sebenarnya, ada keinginan untuk pergi menemui Yun Fei, namun ia tidak ingin melanggar janjinya pada ayahnya, yaitu janji untuk tidak menemui Yun Fei selama satu tahun.
"Fei, aku merindukanmu..."
Disisi lain.
"Huo Ling, maafkan aku, semua ini terpaksa aku lakukan demi kebaikan kalian berdua" gumam Lin Xia sembari mengawasi Huo Ling dari kejauhan.
Lin Xia sebenarnya tidak tega melihat Huo Ling yang selalu murung, ia juga ingin menjelaskan semuanya pada Huo Ling, namun ada alasan khusus yang membuatnya menunda hal itu.
"Kau harus bersabar sebentar lagi, Huo Ling."
Setelah itu, Lin Xia pergi ke ruangan khusus yang ia bangun di bawah istananya, di dalam sana terdapat sebuah benda yang ia bangun menyerupai sebuah portal yang cukup besar.
Kemudian, Lin Xia mengeluarkan beberapa kristal energi dari cincin penyimpanannya, lalu ia meletakkan kristal tersebut di sekitar portal di depannya itu.
"Semoga saja kali ini bisa berhasil" gumamnya, lalu membentuk segel tangan.
Tidak lama berselang, energi yang terkandung dalam kristal itu terserap masuk ke dalam portal, pada saat yang bersamaan, cahaya yang cukup terang terpancar dari portal tersebut.
Wushh.
Dhuaaar!
"Sial! Lagi-lagi aku gagal membuka portal dimensi ini."
Sudah beberapa bulan berlalu sejak Lin Xia membangun portal itu, namun ia masih belum berhasil membukanya. Padahal, ia sudah mencoba segala macam cara, tapi hasilnya masih sama.
"Hah" Lin Xia menghela napas panjang untuk menenangkan pikirannya, "apalagi yang harus aku lakukan agar portal ini bisa dibuka?"
"Andai saja ayah dan kakek ada di sini, semuanya pasti akan jadi lebih mudah."
"Tidak! Apa yang aku pikirkan? Mereka sudah mempercayakan hal ini padaku, jadi aku harus menyelesaikan semuanya dengan usahaku sendiri!"
Karena usahanya untuk membuka portal dimensi masih belum membuahkan hasil apapun, Lin Xia kemudian meninggalkan ruangan bawah tanah tersebut, lalu pergi menemui Huo Ling.
"Xiao Ling."
Huo Ling tersentak dan langsung berdiri dari tempat duduknya, "murid memberi hormat pada guru!"
Lin Xia mengangguk pelan, "aku akan pergi dalam waktu yang tidak ditentukan, jadi untuk sementara ini, kau boleh kembali ke keluargamu."
"Benarkah? Maksudku, apa guru tidak akan memintaku melanjutkan latihan?"
"Latihan akan dilanjutkan saat aku kembali nanti."
"Baik, guru" sahut Huo Ling.
"Bersiap-siaplah, aku akan mengantarmu kembali ke klan api suci."