
Klan langit cerah.
"Bagaimana hasilnya?"
"Sayangnya rencana kita gagal, ketua. Karena ada sosok misterius yang membantu klan api suci."
"Sosok misterius?"
Mata-mata klan langit cerah itu mengangguk pelan, kemudian ia menjelaskan tentang kemunculan kilatan cahaya merah yang membantu klan api suci.
"Apa kalian menemukan jejak sosok misterius itu?" tanya Yun Hao.
"Kami tidak berhasil menemukan jejak orang misterius itu, bahkan kami tidak merasakan aura keberadaannya."
Yun Hao menghela napas panjang seraya memijat pangkal hidungnya, "siapa orang itu, kenapa dia membantu klan api suci?"
"Ketua, apa orang itu Lin Xia?"
"Itu tidak mungkin, karena saat ini, Lin Xia sedang tidak ada di wilayah Utara ini" jawab Huo Ming.
"Sudahlah, untuk sementara waktu ini, sebaiknya kita lupakan masalah ini, lebih baik kita mempersiapkan diri untuk pertemuan yang akan diadakan sebentar lagi."
"Baik ketua!"
"Ketua, maaf jika aku lancang, tapi pertemuan apa yang ketua maksud?" tanya Xue Ming.
"Pertemuan antar klan kuno yang diadakan lima tahun sekali."
Di benua Huangwu ini, masih ada beberapa klan kuno lainnya, namun mereka tidak terlalu suka ikut campur dengan urusan lain yang tidak berkaitan dengan klan mereka.
Lalu, pertemuan yang dimaksud oleh Yun Hao adalah pertemuan rutin yang mereka adakan setiap lima tahun sekali, yaitu pertemuan untuk menentukan klan manakah yang paling kuat.
Dalam pertemuan sebelumnya, klan Asura dinobatkan sebagai klan terkuat, karena pada saat itu, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan Lin Xia, termasuk Yun Hao.
"Ketua, aku baru saja memikirkan sebuah rencana untuk menghancurkan klan api suci."
"Jelaskan!" ujar Yun Hao.
"Dengan senang hati, ketua."
Hampir sama dengan rencana sebelumnya, kali ini-pun, Xue Ming berniat untuk menjebak klan api suci, yaitu mengadu domba klan api suci dengan klan kuno lainnya.
Namun, ia tidak yakin jika rencananya itu akan berjalan dengan mulus, karena menghadapi klan kuno jauh lebih sulit daripada menghadapi klan atau orang-orang biasa.
Selain itu, resiko yang akan mereka tanggung juga tidak main-main, karena jika rencana itu gagal, maka merekalah yang akan dimusuhi oleh semua klan kuno yang ada di benua Huangwu.
"Aku tertarik dengan rencana-mu itu, tapi sebelum menjalankannya, kita harus memiliki persiapan yang benar-benar matang."
"Aku setuju! Dan setidaknya, kita harus memiliki persiapan jika rencana ini nantinya tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita."
"Baiklah, mari kita persiapkan semuanya!"
Kemudian, mereka semua beranjak pergi meninggalkan aula pertemuan, karena sekarang, mereka harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana Xue Ming.
***
Klan api suci.
Pada awalnya, Huo Ling sangat yakin jika Yun Fei adalah dalang dibalik peristiwa penyerangan tiga tahun lalu, tapi setelah mendengar cerita ayahnya, ia malah meragukan hal tersebut.
Selain itu, di dalam dadanya tiba-tiba saja muncul perasaan bersalah, rasa bersalah karena pada saat itu ia menolak untuk mendengarkan penjelasan dari kekasihnya itu.
"Ini semua salah ayah, seharusnya ayah menceritakan hal ini dari dahulu."
Huo Ling menggeleng pelan, "sudahlah ayah, tidak ada gunanya menyesali sesuatu yang sudah terjadi."
"Kau benar, tapi bagaimana dengan hatimu? Apakah di dalam sana tidak ada rasa penyesalan sedikitpun?"
Huo Ling terdiam, memang tidak bisa dipungkiri jika dalam hatinya ada rasa penyesalan, namun ia masih bingung karena belum memiliki bukti nyata tentang penyerangan saat itu.
"Apapun yang kau pikirkan sekarang, tetaplah percaya pada kata hatimu" ucap Huo Ming, lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Huo Ling menghela napas panjang, seraya berharap agar semua beban dalam pikirannya menghilang, dan berharap agar dirinya mendapatkan ketenangan yang sudah lama hilang dari dirinya.
Namun, apa yang ia harapkan sama sekali tidak menjadi kenyataan, karena ketenangan yang sangat ia harapkan itu, tidak pernah hadir lagi dalam kehidupannya selama tiga tahun ini.
"Fei, aku merindukanmu, aku rindu berada dalam dekapanmu."
***
Di suatu tempat di wilayah selatan.
"Bagaimana, apakah sudah ada jejak mengenai keberadaan cucuku?"
"Maaf ketua, kami masih belum menemukan jejak Tuan Muda."
Pria tua yang duduk di kursi pemimpin klan hanya bisa menghela napas panjang, karena usaha yang sudah ia lakukan selama dua puluh tahun, masih belum membuahkan hasil apapun.
Sudah dua puluh tahun ia kehilangan putri kesayangannya, dan sudah dua puluh tahun ia menyesali diri karena keegoisannya, keegoisan yang membuat putrinya pergi meninggalkannya.
Penyesalannya semakin mendalam saat mendengar kabar mengenai kematian putrinya, dan perasaan itu semakin besar saat kabar kematian menantunya juga sampai ke telinganya.
Akan tetapi, penyesalannya itu bisa sedikit berkurang ketika mendapatkan kabar mengenai kelahiran cucunya, dan sejak saat itu, ia selalu berusaha untuk mencari keberadaan cucunya itu.
"Ini sudah dua puluh tahun, tapi aku masih belum menemukan dimana cucuku berada."
"Kakak tidak perlu sedih, aku dan yang lain akan berusaha lebih keras lagi untuk menemukan cucu kita."
Pria tua itu mengangguk, "apapun caranya, kalian harus menemukannya!"
"Satu lagi, jangan lupa mempersiapkan segala sesuatu untuk pertemuan mendatang."
"Baik, ketua!"
Tidak lama berselang, seseorang tiba-tiba saja datang ke aula pertemuan tersebut.
"Ketua, aku ingin melaporkan sesuatu mengenai keberadaan Tuan Muda."
Semua orang yang tengah duduk di kursi, tiba-tiba saja berdiri dan menatap pria itu dengan serius, khususnya pria tua yang sedang duduk di kursi pemimpin klan.
"Dimana? Dimana cucuku?!"
"Aku tidak yakin sepenuhnya, tapi saat dalam perjalanan pulang dari menjalankan misi, aku bertemu dengan seorang pemuda."
"Bagaimana ciri-cirinya? Maksudku, apa dia memiliki sesuatu yang bisa dijadikan bukti kalau dia adalah cucuku?"
Pemuda itu mengangguk, lalu menjelaskan tentang ciri-ciri pemuda yang ia temui sebelumnya. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang kemampuan milik pemuda tersebut.
Pada awalnya, ia tidak terlalu menghiraukan pemuda tersebut, namun setelah melihat kemampuannya, iapun yakin jika pemuda itu adalah sosok yang selama ini mereka cari.
"Apa kau yakin?"
"Aku sangat yakin, ketua. Walaupun teknik itu sedikit berbeda, tapi aku yakin jika teknik itu adalah teknik milik klan kita."
"Lalu dimana pemuda itu?"
"Dia sedang ada di kota, ketua!"
"Kau! Kembalilah ke kota dan ajak dia ke sini, aku ingin bertemu secara langsung dengannya!"
"Baik, ketua!" ujar pria tersebut, lalu meninggalkan aula pertemuan dan langsung kembali ke kota.
Senyum indah terukir di wajah pria tua itu, meski belum bisa dipastikan jika pemuda yang dimaksud adalah cucunya, namun ia merasa jika pemuda itu adalah cucunya.
"Dengar! Siapkan makanan dan minuman terbaik, aku ingin menyambut kedatangan cucuku!"
"Baik, ketua!"
"Kakak, apa ini tidak berlebihan? Maksudku, bagaimana kalau pemuda itu ternyata bukan cucu kita?"
"Tidak! Aku yakin kalau pemuda itu adalah cucuku, karena hanya keturunan klan kita yang bisa menguasai teknik itu!"
"Lalu, bagaimana kalau dia ternyata mencuri teknik kita?"
"Itu tidak mungkin! Dan dari ceritanya tadi, aku dapat menyimpulkan bahwa teknik yang ia gunakan adalah teknik kuno."
"Apa?! Tapi, bukankah teknik itu hanya dikuasai oleh Yin'er?"
"Itulah alasan yang membuatku sangat yakin kalau dia adalah cucuku!"
Setelah menunggu selama setengah jam, pria sebelumnya akhirnya kembali ke aula pertemuan, dan kali ini, ia datang bersama dengan pemuda yang sebelumnya mereka bicarakan.
"Selamat datang, di klan Dewa Angin."