The God Of Void

The God Of Void
Chapter 08. Raja yang bijak



Huo An dan Yun Fei yang tengah mengobrol dikejutkan oleh kedatangan para prajurit kerajaan, bahkan mereka lebih kaget lagi ketika mendengar tujuan kedatangan mereka, yaitu untuk menangkap Yun Fei.


"Dengar! Fei tidak bersalah, dia hanya berusaha melindungi diri dari kekejaman Xue Ming!" bela Huo An.


"Bersalah atau tidaknya, bukan kau ataupun kami yang menentukannya!" ujar prajurit yang berdiri paling depan.


"Ikut kami ke istana atau kami akan membawamu dengan cara paksa!"


Yun Fei mengamati para prajurit yang ada di depannya itu, kultivasi mereka semua berada di ranah Spirit Bumi dan ada satu prajurit yang kultivasi-nya berada di ranah Spirit Langit, yaitu satu tingkatan diatasnya.


Ada delapan tingkatan yang digunakan untuk mengukur kekuatan seorang kultivator, yaitu.



Kondensasi


Penempaan tubuh


Pengumpulan spirit


Spirit Bumi


Spirit Langit


Spirit Surga


Saint


Emperor.



Kedelapan tingkatan ini kemudian dibagi lagi menjadi sembilan level, dan setiap kultivator harus melalui sembilan level ini terlebih dahulu sebelum menembus ke ranah selanjutnya.


Selain delapan tingkatan tersebut, masih ada tiga tingkatan lainnya, namun sampai saat ini, masih belum diketahui apakah ada kultivator yang berhasil mencapainya atau tidak.


Kalaupun ada, mungkin orang-orang ini tidak akan menunjukkan dirinya dimuka umum, karena keberadaan mereka bisa saja mengubah keseimbangan kekuatan di Dunia Kultivasi.


Dengan kata lain, kultivator yang memiliki kekuatan di atas delapan tingkatan tersebut adalah kultivator yang sangat kuat, dan tidak ada yang bisa membayangkan betapa kuatnya mereka.


Dan, ketiga tingkatan itu adalah, Martial Emperor, Heavenly Emperor dan Supreme Emperor. Sama halnya dengan delapan tingkatan lainnya, ketiga tingkatan ini juga dibagi menjadi sembilan level.


***


"Apa kau yang bernama Yun Fei?" tanya raja kota.


"Benar, yang mulia" jawab Yun Fei seraya menunduk memberi hormat pada raja kota.


Raja kota mengarahkan tatapan tajam pada Yun Fei seraya mengamati penampilannya, "baiklah, apa alasanmu menimbulkan kekacauan di kotaku?"


Yun Fei kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, ia juga menjelaskan jika dirinya tidak memiliki niat untuk menimbulkan kekacauan, karena yang ia lakukan sebelumnya hanya untuk membela diri.


"Bohong!" ujar Xue Ming yang mendadak masuk ke aula singgasana.


"Yang mulia, pemuda ini sudah berbohong dan aku bisa membuktikan kebohongannya itu!"


"Benarkah? Kalau begitu, coba buktikan ucapan-mu itu!"


Xue Ming tersenyum penuh kemenangan, kemudian ia memanggil Hong Jun dan para kultivator yang sebelumnya bertarung dengan Yun Fei, dan keadaan mereka terlihat sangat parah.


Raja kota mengerutkan dahi ketika melihat keadaan Hong Jun dan yang lainnya yang babak belur, "siapa mereka?"


"Mereka adalah korban Yun Fei, yang mulia" jawab Xue Ming.


Setelah itu, Xue Ming memberikan penjelasan palsu pada raja kota, ia bahkan melebih-lebihkan penjelasannya, agar Yun Fei semakin salah di mata raja kota.


Tidak hanya itu saja, Hong Jun dan para kultivator itu juga membenarkan penjelasan Xue Ming, mereka semua menjelaskan jika Yun Fei telah menyerang mereka tanpa alasan.


Raja kota mengangguk paham, lalu mengarahkan pandangannya pada Yun Fei, "baiklah anak muda, apa yang ingin kau sampaikan sekarang?"


Yun Fei menghela napas panjang, "yang mulia, hamba rasa yang mulia lebih tahu mana yang benar dan mana yang salah, jadi hamba tidak akan menjelaskan apapun."


"Tentu saja tidak, yang mulia. Tapi di kota ini, tidak ada yang bisa melawan perintah yang mulia, termasuk hamba."


Jika itu orang lain, mungkin Yun Fei sudah dijatuhi hukuman yang sangat besar, namun tidak dengan raja kota Hufeng, karena dirinya bisa melihat kejujuran dalam tatapan Yun Fei.


Selain itu, raja kota juga menemukan ketegasan dalam setiap ucapan Yun Fei, walau terdengar pasrah, namun ada hal lain yang disembunyikan oleh Yun Fei dalam setiap ucapannya itu.


Dan sebagai seorang penguasa, raja kota tentunya dapat membaca maksud perkataan Yun Fei tersebut, sehingga tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa.


"Baiklah, aku akan menyelidiki masalah ini terlebih dahulu" ucap raja kota.


"Apa?! Yang mulia, jelas-jelas pemuda ini sudah melakukan kesalahan, kenapa harus diselidiki lagi?"


"Xue Ming, aku harap kau menyadari posisimu, kalau tidak, aku bisa saja memberimu hukuman karena berani mempertanyakan keputusanku!"


"Ma-maaf, yang mulia."


Xue Ming mengepalkan tinjunya, ia benar-benar tidak menyangka jika rencananya akan gagal begitu saja. Selain itu, posisinya sekarang juga berada dalam bahaya yang cukup besar.


Sama halnya dengan Xue Ming, Yun Fei juga tidak menyangka jika raja kota akan mengambil keputusan seperti itu, padahal ia sempat berpikir jika raja kota akan langsung memberinya hukuman.


"Sudahlah, sebaiknya kalian pergi sekarang!"


Mereka semua mengangguk, kemudian pergi meninggalkan istana setelah memberi hormat kepada raja kota.


***


"Yang mulia, kenapa yang mulia melepaskan pemuda itu?"


"Mungkin kalian tidak merasakannya, tapi aku bisa merasakannya dengan jelas, dan aku yakin, pemuda itu tidak bersalah."


"Lalu, apa yang harus kita lakukan, yang mulia?"


"Selidiki masalah ini, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Xue Ming dan pemuda itu."


"Baik, yang mulia!"


Dua bayangan hitam melesat meninggalkan aula singgasana, keduanya adalah orang kepercayaan raja kota, yang juga bertugas menjaga keselamatan raja kota Hufeng.


Setelah berada di luar istana, mereka berdua kemudian berpencar, yang satunya mengikuti Yun Fei dan yang satunya lagi mengikuti Xue Ming dan orang-orangnya.


"Aura pemuda ini tidak biasa, sebaiknya aku berhati-hati padanya" gumam pria yang mengikuti Yun Fei.


Meski sudah bersembunyi dengan baik dalam bayangan, namun keberadaan pria itu sudah disadari oleh Yun Fei, hanya saja, Yun Fei lebih memilih untuk tidak mengabaikan keberadaannya.


"Fei, bagaimana? Apa kau dihukum oleh yang mulia?" tanya Huo An yang nampak sangat khawatir.


Yun Fei menggeleng pelan, "yang mulia tidak memberikan hukuman apapun."


Huo An menghela napas lega, ia benar-benar senang karena Yun Fei tidak dihukum oleh raja kota, "lalu, apa yang terjadi?"


"Yang mulia memutuskan untuk menyelidiki masalah ini terlebih dahulu" jawab Yun Fei.


"Baguslah, tapi kau tidak boleh lengah, karena Xue Ming adalah orang yang sangat licik."


"Dan aku yakin, dia sedang menyiapkan rencana lain untuk mengganggu ketenangan mu."


"Biarkan saja, karena aku sudah siap menghadapinya kapanpun" sahut Yun Fei.


"Baiklah, mari masuk, aku sudah menyiapkan makanan untukmu."


Disisi lain.


Apa yang diperkirakan oleh Huo An memang benar adanya, karena saat ini, Xue Ming tengah menyiapkan rencana untuk membunuh Yun Fei, namun ia tidak menyadari jika dirinya tengah dimata-matai.


Selain itu, Xue Ming juga mengungkapkan kekesalannya karena raja kota tidak menghukum Yun Fei, padahal ia sudah merencanakan semuanya, tapi semuanya gagal dan sia-sia.


"Xue Ming, kau akan mendapatkan hukuman berat karena tindakan bodoh mu ini."