
Beberapa hari kemudian.
Para kultivator yang ingin memasuki Dunia Kuno, kini telah berkumpul di tempat khusus di masing-masing wilayah kekaisaran, begitupun dengan Yun Fei yang kini berada di kekaisaran timur.
Untuk kekaisaran timur, tempat terbukanya gerbang itu adalah sebuah hamparan padang rumput yang luas, lalu di tengah-tengahnya ada sebuah altar yang dikelilingi oleh lima pilar yang cukup besar.
"Jumlahnya jauh lebih banyak dari perkiraan-ku" gumam Yun Fei.
Diantara semua kultivator yang hadir, tentu Yun Fei yang penampilannya paling mencolok, karena hanya dia satu-satunya kultivator yang mengenakan topeng dan tidak diketahui tingkat kultivasi-nya.
Ada banyak orang yang menatap curiga padanya, dan ada pula yang bersikap acuh seolah tidak menyadari keberadaannya, tapi yang jelas, tidak ada seorangpun yang mau dekat-dekat dengan dirinya.
Wushh.
Tidak lama berselang, aura yang cukup besar keluar dari altar dan menerpa mereka semua, kemudian di tengah-tengah altar itu muncul sebuah portal ruang dan waktu yang ukurannya sangat besar.
"Gerbang sudah terbuka!" ujar salah seorang ditengah keramaian.
"Saatnya masuk ke sana" gumam Yun Fei, kemudian melesat ke arah portal dan menjadi orang pertama yang masuk ke dalam Dunia Kuno.
"Sialan, kecepatan orang itu benar-benar sangat luar biasa!"
"Tunggu apa lagi, kita harus masuk sekarang juga!"
***
Dunia kuno adalah sebuah daratan yang hampir sama seperti benua Huangwu, hanya saja, ukuran dunia ini jauh lebih kecil daripada benua Huangwu, bahkan tidak sampai setengah ukuran benua Huangwu.
Meski begitu, sumberdaya yang dimiliki oleh dunia kuno, justru melebihi sumberdaya yang ada di benua Huangwu, sehingga semua kultivator ingin memasuki dan menjelajahi dunia kuno tersebut.
Jika tidak ada aturan ruang dan waktu yang melarang kultivator selain ranah spirit langit masuk ke sana, mungkin sudah lama dunia kuno menjadi gersang karena keserakahan para kultivator.
Hampir sama dengan benua Huangwu yang terbagi menjadi empat wilayah, dunia kuno juga ada pembagian wilayahnya sendiri, namun pembagiannya hanya ada tiga wilayah saja.
Wilayah pertama adalah hutan belantara, lalu yang kedua adalah hamparan luas padang pasir yang sangat gersang, dan yang terakhir adalah daratan yang diselimuti oleh es yang memiliki suhu sangat dingin.
Saat ini, Yun Fei adalah satu dari sekian banyaknya kultivator yang memasuki wilayah es, dan sialnya lagi, saat ia tiba di sana, ia malah terjebak ditengah badai es yang sangat dahsyat dan dingin.
"Keberuntunganku benar-benar buruk" gumam Yun Fei yang kini tengah berlindung di dalam sebuah gua.
Meski dirinya ditimpa kesialan, namun Yun Fei masih dikatakan beruntung, karena jubah yang ia pakai memiliki ketahanan terhadap suhu dingin, sehingga ia tidak perlu mengerahkan energi spiritual.
Jika tidak, dirinya pasti sudah sangat kewalahan dan kehabisan banyak energi, dan bukan tidak mungkin jika saat ini, dirinya sudah membeku dan menjadi bongkahan es karena kedinginan.
"Sebaiknya aku berkultivasi."
Sembari menunggu badai berlalu, Yun Fei memutuskan untuk berkultivasi, karena energi alam di tempat ia berada sangatlah padat, sehingga akan sangat sayang jika disia-siakan begitu saja.
Beberapa jam kemudian.
Beberapa orang pemuda nampak tengah berjuang keras menghampiri gua tempat Yun Fei berada, dan sama dengan Yun Fei, mereka juga orang-orang bernasib sial yang malah terlempar di wilayah es.
"Syukurlah, akhirnya kita menemukan tempat berlindung" ucap salah seorang dari mereka, kemudian menggunakan kekuatannya dan menciptakan bola api.
"Mendekat-lah, api ini bisa menghangatkan tubuh kalian."
"Terima kasih" sahut yang lainnya.
Pemuda yang menciptakan api mengangguk, kemudian mengarahkan pandangannya ke bagian terdalam gua, "aku akan memeriksa kedalam, kalian sebaiknya disini saja."
"Hati-hati, jika ada bahaya, segeralah kembali ke sini."
Setelah itu, ia melangkah masuk ke bagian terdalam gua tersebut, sementara beberapa pemuda lainnya, mereka masih berada di dekat api unggun yang ia ciptakan sebelumnya.
"Tenang saja, setelah badai ini reda, kita akan langsung membunuhnya."
"Apa kau yakin? Maksudku, dia itu dari klan api suci."
"Jangan takut, karena tidak akan ada yang mengetahui jika kita membunuhnya di sini."
Sementara itu.
Pemuda yang berasal dari klan api suci itu, kini telah sampai di kedalaman gua, namun langkahnya terhenti saat melihat pria bertopeng yang tengah duduk berkultivasi.
Meski penasaran pada pria bertopeng itu, namun ia tidak memiliki niat untuk mengganggunya, sehingga ia lebih memilih untuk menunggu sampai pria itu selesai berkultivasi.
"Tidak, aku tidak boleh mengganggunya, lagipula dia juga tidak menggangguku."
"Tapi, bagaimana kalau dia menyerang secara tiba-tiba?"
"Sebaiknya aku pergi saja" ucapnya pelan, lalu meninggalkan tempat itu.
"Terima kasih karena tidak menggangguku."
Perkataan Yun Fei sontak membuat pria itu kaget, ia langsung berbalik dan bersiap-siap untuk menyerang, namun saat melihat Yun Fei yang hanya duduk ditempatnya, pemuda itupun akhirnya menghela napas lega.
"Maaf, aku tidak bermaksud mengejutkan dirimu."
"Tidak apa-apa, aku juga minta maaf jika kehadiranku sudah mengganggumu" sahut pemuda itu.
Yun Fei menggeleng pelan, kemudian beranjak dari tempat duduknya, "kau dari klan api suci, kan?"
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Aura ditubuh-mu itu hanya dimiliki oleh orang-orang klan api suci, jadi aku langsung bisa mengenalinya."
"Dan kau tidak perlu khawatir, aku tidak mungkin merusak hubungan baikku dengan klan-mu, jadi berhentilah memikirkan hal-hal yang aneh."
"Hubungan baik? Maksudmu?"
"Aku teman baik Huo An" jawab Yun Fei, lalu menunjukkan sebuah lencana yang pernah Huo An berikan padanya.
Setelah memastikan keaslian lencana di tangan Yun Fei, pemuda itu akhirnya benar-benar bisa bernapas lega, ia bahkan menurunkan kewaspadaannya, karena lencana itu membuktikan kebenaran ucapannya.
"Tuan, namaku Huo Zhan."
"Namaku Fei dan tolong jangan memanggilku dengan sebutan itu, karena usia kita tidak berbeda jauh" sahut Yun Fei.
"Ah, iya, aku datang bersama beberapa orang teman, apa aku bisa mengajak mereka ke sini?"
"Maksudmu orang-orang itu?" tanya Yun Fei, namun hanya dijawab dengan anggukan oleh Huo Zhan.
Yun Fei menghela napas panjang, "sebaiknya kau jangan mendekati mereka, karena orang-orang itu tidak sebaik yang kau pikirkan."
Kemudian, Yun Fei menjelaskan jika dirinya merasakan keberadaan aura membunuh yang kuat dari mereka, dan menurutnya, orang-orang itu hanya ingin memanfaatkan Huo Zhan yang memiliki kekuatan api.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi aku melakukan semua ini demi menjaga hubungan baik dengan Huo An."
Huo Zhan mengepalkan tinjunya, walaupun belum mendapatkan bukti apapun, namun tidak ada alasan baginya untuk tidak percaya pada perkataan Yun Fei. Lagipula, tidak ada untungnya jika Yun Fei membohongi dirinya.
"Terima kasih, aku akan mengikuti saran-mu itu" sahut Huo Zhan.
"Tapi, apa yang harus aku lakukan pada mereka?"
"Ikuti saja alurnya, jika sudah tiba masanya, barulah kita akan bertindak" jawab Yun Fei.