The God Of Void

The God Of Void
Chapter 76. Hari penyerangan (2)



"Tuan Fang, sebaiknya kalian diam saja dan biarkan aku sendirian yang menghabisi mereka!" ujar Lin Xia dengan suara lantang.


Ucapan Lin Xia itu berhasil membuat kedua belah pihak terdiam, tapi tentunya, pihak musuh-lah yang merasa kesal, karena mereka merasa sangat diremehkan oleh Lin Xia.


Sementara pihak klan dewa angin, mereka nampak sedikit khawatir, karena bagaimanapun juga, menghadapi ribuan pasukan seorang diri adalah hal yang mustahil untuk dilakukan.


Mereka tentu mengetahui jika Lin Xia adalah sosok yang sangat hebat dan juga kuat, namun menurut Fang Yuan, perkataannya itu sedikit berlebihan dan terkesan sangat sombong.


"Tuan muda, maaf jika orang tua ini lancang, tapi ada baiknya jika kita menghadapi mereka bersama-sama" ucap Fang Yuan.


"Perkataan-mu memang benar, tapi apa yang akan kakekku katakan jika aku membiarkan orang tua bertarung" sahut Lin Xia.


"Aku tidak bermaksud meremehkan dirimu, tapi mengertilah, kakekku itu orang yang sangat keras kepala" lanjutnya.


"Wah, sepertinya kita sangat diremehkan, ya?"


"Tunggu apa lagi, mari kita habisi bocah tidak tahu diri ini!" ujar Long Zhuo.


"Bocah? Siapa yang kau panggil bocah, sialan?!"


"Hahaha! Tentu saja kau!"


"Cihh! Hanya karena penampilanku begini, bukan berarti kalian lebih tua dariku, bocah-bocah sialan!"


Jika membicarakan penampilan, sudah pasti Lin Xia terlihat jauh lebih muda daripada mereka semua, namun jika membicarakan usia, tentunya Lin Xia jauh lebih tua dari mereka semua.


"Bunuh mereka semua!" ujar Bing Zhan.


"Bunuh semuanya! Pastikan tidak ada yang berhasil selamat!"


"Benar! Jika ingin memenangkan peperangan, maka harus membunuh semua musuh!" sahut Lin Xia.


Raut wajah Lin Xia berubah, begitupun dengan tatapan matanya dan pada saat yang bersamaan, pupil matanya yang berwarna ungu, terlihat memancarkan cahaya yang cukup terang.


Seketika itu juga, ribuan prajurit yang awalnya bergerak maju kearah pasukan klan dewa angin, tiba-tiba saja mematung dan tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya.


Tidak hanya mereka, karena Long Zhuo dan Bing Zhan pun mengalami hal yang sama, dan jangankan untuk melangkah maju, menggerakkan satu jari-pun tidak bisa mereka lakukan.


"Kenapa kalian diam saja? Bukankah kalian ingin menghabisi kami semua?"


Lin Xia melangkah maju seraya mengeluarkan dua bilah pedang dari cincin penyimpanannya, kemudian ia melapisi kedua pedang tersebut dengan energi spiritual yang cukup besar.


"Ada apa? Apakah tidak ada seorangpun dari kalian yang mau menjawab pertanyaan-ku?"


"Keparat! Aku bahkan tidak bisa mengeluarkan suara!"


"Sial! Sebenarnya kekuatan macam apa yang dia miliki? Apa jangan-jangan dia memiliki kekuatan iblis?"


Berbagai macam asumsi muncul dalam benak mereka mengenai kekuatan Lin Xia yang aneh, bahkan hal yang sama juga dirasakan oleh Fang Yuan beserta seluruh anggota klan-nya.


Kekuatan Lin Xia memang sangat asing dan sangat aneh menurut mereka, karena tanpa melakukan apapun, Lin Xia mampu membuat lawannya tidak berkutik sedikitpun.


Selain itu, kekuatan yang seperti itu juga belum pernah mereka ketahui sebelumnya. Oleh karena itu, sangat wajar jika mereka berpikir bahwa kekuatan itu adalah kekuatan iblis.


"Tidak ada yang mau menjawab?" Lin Xia kembali melontarkan pertanyaan seraya terus melangkah mendekati mereka semua.


"Baiklah, kalau memang tidak ada yang mau bicara, aku mulai saja!" ujarnya, lalu melayangkan tebasan di udara.


Energi pedang yang sangat besar tercipta dari tebasan itu, kemudian energi itu melesat dengan kecepatan tinggi dan memotong apapun yang dilaluinya.


"Bagaimana? Apakah kalian masih memilih untuk bungkam? Atau begini saja, aku akan memberikan kesempatan pada kalian untuk bicara."


"Jika ada satu orang saja yang bicara padaku, maka aku akan melepaskan kalian semua, bagaimana?"


Sejenak, penawaran yang diberikan oleh Lin Xia memang terdengar sangat baik dan menguntungkan, karena syarat dalam penawaran itu adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan.


Namun, hal yang dianggap mudah untuk dilakukan, justru terasa sangat sulit bagi mereka semua, karena sampai saat ini, tidak ada seorangpun yang bisa mengeluarkan suara.


"Kenapa tidak ada yang bicara?"


"Entahlah, mungkin mereka tidak mau melukai harga dirinya."


"Tapi kalau mereka tidak bicara sekarang..."


"Diam dan saksikan saja" sahut Fang Yuan.


***


Helaan napas panjang keluar dari mulut Yun Fei, ia terlihat kecewa karena tidak ada yang mau mengeluarkan suara, tapi dalam hatinya, ia justru tertawa bahagia karena bisa menyiksa musuhnya.


"Jujur saja, aku sangat kecewa karena tidak ada yang mau menerima kebaikan hatiku" ucap Yun Fei.


"Dasar iblis, apa yang ia katakan terlihat jelas berbeda dengan isi hatinya."


"Tapi baiklah, karena tidak ada yang mau bicara, maka aku akan membunuh kalian semua!"


Yun Fei memasang kuda-kuda, kemudian melancarkan salah satu teknik andalan yang selalu digunakan oleh kakeknya, yaitu teknik tujuh tebasan kematian.


Tujuh energi pedang yang sangat besar melesat kearah pasukan musuh dan sama seperti sebelumnya, mereka semua dibantai tanpa bisa melakukan perlawanan sedikitpun.


Bukannya pasrah menerima kematian atau tidak ingin melakukan perlawanan, tapi memang tidak ada yang bisa mereka lakukan di hadapan kekuatan mata ungu milik Lin Xia.


***


Sementara itu.


Peperangan yang terjadi di dekat wilayah klan api suci juga sudah hampir mencapai akhir, walaupun Lin Feng tidak ikut campur, namun kekuatan Yun Fei dan Huo Ling juga tidak bisa diremehkan.


Selain itu, mereka berdua juga tidak membutuhkan bantuan dari pasukan klan api suci, bahkan sejak mereka datang ke tempat itu, pasukan klan api suci bahkan belum melakukan satu serangan-pun.


"Sial! Semua rencana-ku hancur berantakan hanya karena dua orang!"


"Yun Hao, apa yang harus kita lakukan sekarang? Pasukan kita hampir tidak tersisa seorangpun!"


"Tidak ada jalan lain, kita harus meninggalkan tempat ini!" ujar Yun Hao.


"Jangan bermimpi untuk bisa kabur dari sini!"


"Jangan halangi jalanku, bocah sialan!" ujar Long Zhuo, lalu melesat maju dan menyerang Yun Fei.


"Ini kesempatan bagus" ucap Yun Hao dalam hatinya.


Karena Yun Fei sedang sibuk berhadapan dengan Long Zhuo, Yun Hao berniat untuk melarikan diri dari tempat itu, namun sayangnya, Huo Ling malah muncul dan menghalangi jalannya.


"Kau mau kemana, sialan?!"


"Hahahaha! Apa kau mau menghentikan-ku?"


"Bukan menghentikan-mu, tapi merenggut nyawamu!" jawab Huo Ling, lalu mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.


"Hahahaha!" Suara tawa yang sangat keras kembali keluar dari mulut Yun Hao, "apa ini? Apa kau yakin mau melawanku dengan pedang?"


Huo Ling mengerutkan dahi, "memangnya kenapa?"


"Bukan apa-apa, tapi setahuku, klan api suci adalah klan yang tidak terlalu hebat dalam pertarungan pedang dan sekarang, kau kau melawanku dengan kelemahan-mu sendiri?"


"Kau ini sedang menguji keberuntungan atau memang bodoh?!"


"Benarkah? Kalau begitu, kau tidak perlu takut, bukan?"


"Tentu saja! Sejak kapan aku takut pada kalian klan api suci?!"