
Sementara itu.
"Sial! Jika dia tidak ada, mungkin bocah itu sudah jatuh ke tanganku!"
Xue Jing benar-benar kesal karena gagal menangkap Yun Fei, padahal ia sudah bersiap untuk membunuh pemuda itu, tapi semuanya malah gagal karena kemunculan Huang Liao.
Akan tetapi, sangat wajar jika mereka menemui kegagalan, karena bagaimanapun juga, Huang Liao adalah seseorang yang tidak bisa mereka singgung dan tidak bisa mereka hadapi sama sekali.
Jangankan mereka, bahkan raja kota saja sangat menghormati Huang Liao, apalagi dirinya yang hanya seorang kepala keluarga, tentu tidak mungkin dirinya bisa melawan Huang Liao.
Selain memiliki status yang tinggi, Huang Liao juga merupakan kultivator kuat, bahkan sampai saat ini, belum ada yang mengetahui pasti tingkatan kultivasi-nya, tapi yang jelas, dia adalah kultivator yang kuat.
"Ayah, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Xue Ming.
"Hah" Xue Jin menghela napasnya, "untuk sementara waktu, kita lupakan saja masalah ini, sebaiknya kita bersiap untuk menuju ke Dunia Kuno."
"Baik, ayah. Aku pasti akan membawa benda berharga dari sana nanti" sahut Xue Ming.
***
Klan api suci.
"Ling'er, ayah ingin membicarakan sesuatu denganmu."
"Apakah sangat serius?"
Huo Ming mengangguk, "Apa kau tahu tentang klan Asura?"
"Tentu saja aku tahu, ayah. Dan bukankah klan kita adalah pengikut klan Asura?"
"Kau benar, dan yang ingin ayah katakan adalah, tuan muda dari klan Asura ingin menemui-mu" jawab Huo Ming.
"Untuk apa?"
Huo Ming menggeleng pelan, "entahlah, karena yang ayah tahu dia hanya ingin menemui-mu, dan meminta ayah membawamu ke sana."
"Baiklah, kalau begitu mari kita ke sana" sahut Huo Ling.
Setelah itu, mereka menuju ke aula pertemuan untuk menemui para petinggi klan api suci, kemudian Huo Ming menjelaskan hal yang sama seperti yang ia jelaskan pada Huo Ling sebelumya.
Akan tetapi, Huo Ming tidak akan membawa mereka semua ke saja, melainkan hanya akan membawa dua orang dari mereka saja, yaitu Huo An dan Huo Fang, selebihnya, mereka akan tetap berada di klan.
"Ayah, bukankah kita harus ke klan Asura? Lalu kenapa malah masuk ke ruangan ini?" tanya Huo Ling.
Huo Ming tidak menjawab, lalu membuka pintu ruangan khusus yang tidak pernah dimasuki oleh siapapun tanpa seizinnya, kemudian, ia mengajak mereka menghampiri sebuah cermin raksasa di dalam ruangan itu.
"Inilah jalan menuju klan Asura" ucap Huo Ming, lalu melangkah memasuki cermin.
Apa yang saat ini terjadi benar-benar membuat Huo Ling kaget, karena cermin yang seharusnya benda padat, sekarang malah terlihat seperti genangan air, bahkan ayahnya bisa masuk dengan mudah ke dalamnya.
"Tidak usah bingung, ini adalah pemberian tuan muda Lin untuk keluarga kita" jelas Huo An, lalu mengikuti kakaknya.
"Paman, tunggu!"
Setelah masuk ke dalam cermin raksasa itu, mereka berempat tiba-tiba saja muncul di sebuah aula yang sangat besar, dan Huo Ling langsung bisa menebak jika aula itu berada di dalam sebuah istana.
"Hormat kami, tuan muda" sapa mereka seraya membungkuk.
"Selamat datang, silahkan duduk" sahut pemuda yang duduk di singgasana.
"Baik, tuan muda."
Ketika mereka telah duduk di kursinya masing-masing, pemuda yang duduk di singgasana nan megah itu, langsung mengarahkan pandangannya pada Huo Ling yang berada di sebelah ayahnya.
"Nona Huo, apa kau mau memperlihatkan kekuatanmu padaku?"
"Untuk apa?" jawab Huo Ling dengan nada yang tidak enak didengar.
"Ling'er, jaga bicaramu!"
"Huo Ming, biarkan saja dia seperti itu" sahut pemuda tersebut.
Perkataan pemuda itu berhasil membuat Huo Ming dan yang lainnya menghela napas lega, padahal mereka sudah sangat ketakutan karena Huo Ling sangat berani bicara lancang padanya.
"Nona Huo, aku tidak memiliki maksud lain dan hanya ingin melihat kekuatan api itu saja."
Dengan sedikit malas, Huo Ling kemudian menunjukkan kekuatan api emas yang ia miliki, "apa kau puas?"
Pemuda itu mengangguk, "terima kasih, nona Huo" ucapnya seraya tersenyum lembut.
"Tidak salah lagi, dia adalah orang yang selama ini aku cari."
Setelah memastikan kebenarannya, pemuda bernama Lin Xia itu kemudian turun dari singgasananya, lalu mengajak mereka semua ke ruang makan.
Lagi-lagi, tindakan pemuda itu membuat mereka kebingungan, karena sebelumnya, pemuda itu tidak pernah bersikap ramah sedikitpun, termasuk pada mereka yang ada di sana.
"Makanlah, aku sengaja menyiapkan semua ini khusus untuk kalian."
"Apa kau yang membuat semua makanan ini?"
"Tepat sekali, aku mempelajari cara memasak dan membuat berbagai macam makanan dari kakekku."
"Lalu, dimana dia sekarang?" tanya Huo Ling, ia nampaknya sangat penasaran dengan sosok kakek yang dimaksud oleh pemuda di depannya itu.
Pemuda itu tersenyum, "sebelum itu, izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Lin Xia" ucapnya, lalu memperkenalkan nama ayah dan juga ibunya.
Pada awalnya, Huo Ling nampak tidak tertarik, karena yang ingin ia dengar adalah cerita tentang kakek pemuda itu, namun saat mendengar nama kedua orang tua Lin Xia, entah mengapa Huo Ling merasa seperti tidak asing dengan nama mereka.
"Ling'er, kau baik-baik saja?"
Huo Ling mengabaikan ayahnya, "ceritakan semuanya, aku ingin mengetahui nama mereka semua!"
"Benarkah, apa nona Huo mulai tertarik dengan keluargaku?"
"Cepat ceritakan!" ujar Huo Ling seraya memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Lin Xia mengangguk, kemudian menceritakan tentang keluarganya dengan sangat rinci, termasuk siapa saja anggota inti klan Asura.
Huo Ling mendengarkan dengan serius, dan sama seperti sebelumnya, ia juga merasa tidak asing dengan nama-nama yang disebutkan oleh Lin Xia.
Kemudian, ia mencoba mengingat nama-nama itu, tapi malah tidak membuahkan hasil apapun, bahkan hal itu malah membuat kepalanya terasa sakit.
"Dan, nama kakekku adalah..."
Sebelum Lin Xia sempat menyelesaikan ucapannya, Huo Ling sudah lebih dulu kehilangan kesadaran, sehingga ia tidak mendengar nama yang disebutkan oleh pemuda itu.
Pada saat yang bersamaan, Lin Xia tiba-tiba muncul di samping Huo Ling, lalu menyambut tubuhnya agar tidak jatuh kelantai.
"Ling'er!"
"Tidak usah khawatir, dia hanya pingsan" sahut Lin Xia, kemudian membawa Huo Ling ke kamarnya.
"Kakek pasti senang jika aku menyampaikan hal ini padanya."
***
Saat membuka mata, Huo Ling sudah menemukan dirinya di dalam sebuah kamar yang asing, ia kemudian menoleh ke sisi kanan, di sana ada ayahnya yang tengah menatapnya khawatir.
"Ling'er, bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja ayah, hanya kepalaku masih sedikit pusing."
"Istirahatlah sampai keadaanmu benar-benar pulih" sahut Lin Xia.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa nama-nama itu terasa tidak asing bagiku?"
Lin Xia menggeleng pelan, "pertanyaannya bukan siapa aku, tapi siapa dirimu?"
"Maksudmu?"
"Jadilah murid-ku dan aku berjanji akan menjelaskan semuanya padamu."
Huo Ling diam sejenak, kemudian ia mengangguk pelan, yang menandakan jika dirinya setuju untuk menjadi murid Lin Xia.