The God Of Void

The God Of Void
Chapter 40. Tidak direstui



Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa kebersamaan mereka sudah berlangsung hampir selama satu bulan, dan hari-harinya selalu mereka lewati dengan ketenangan dan kebahagiaan.


Meski ada halangan yang hampir setiap hari mereka temui di dalam hutan itu, namun mereka dapat menghabisinya dengan mudah, apalagi ada Yin Lang yang juga membantu mereka.


"Fei, apa kau tidak memiliki rencana lain?"


"Tentu saja ada."


"Apa?"


"Menikahi-mu."


Jawaban Yun Fei berhasil membuat rona merah muncul di pipi Huo Ling, meski hal itu bisa disebut sebagai rencana, namun bukan rencana seperti itu yang dimaksud olehnya.


"Apa kau tidak bisa lebih serius?"


"Aku sangat serius!"


"Fei!"


"Hahaha! Maafkan aku" sahut Yun Fei, kemudian diam sejenak, "tentu saja aku memiliki rencana, tapi untuk saat ini, aku hanya ingin fokus meningkatkan kekuatanku."


"Lalu bagaimana denganmu?"


"Aku..."


Wushh.


Perkataan Huo Ling terhenti ketika aura kekuatan yang sangat dahsyat menerpa mereka, aura itu benar-benar sangat dahsyat hingga berhasil membuat keduanya terintimidasi.


Tidak lama berselang, dua orang pria mendekati mereka berdua, "akhirnya kami berhasil menemukanmu, Ling'er!"


"Pa-paman."


Kedua pria yang menghampiri mereka itu tidak lain adalah dua tetua klan api suci, yang juga merupakan kedua paman Huo Ling, yaitu Huo Qian dan Huo Wen.


"Paman, apa yang paman lakukan disini?"


"Seharusnya kami-lah yang bertanya, kenapa kau bisa ada di hutan belantara ini?!" jawab Huo Qian.


"Sudahlah, itu tidak penting lagi, yang jelas kita harus segera kembali."


"Tidak aku tidak mau kembali!" ujar Huo Ling.


"Jangan salah paham, kami tidak hanya menjemputmu, tapi juga menjemput Yun Fei."


"Menjemput-ku?"


"Sudahlah, sebaiknya kita kembali sekarang, karena semuanya sudah menunggu kedatangan kalian berdua."


Walaupun merasa ada yang aneh dengan sikap kedua pamannya itu, namun Huo Ling mencoba untuk percaya, karena mungkin saja ayahnya sudah merestui hubungan mereka.


Sedangkan Yun Fei, ia sama sekali tidak menaruh rasa curiga sedikitpun pada kedua paman Huo Ling itu, bahkan ia sangat senang karena calon mertuanya ingin bertemu dengan dirinya.


"Karena perjalanannya sangat jauh, sebaiknya aku memanggil peliharaan-ku saja."


"Itu ide yang bagus!" ujar Huo Qian.


Huo Wen mengangguk, kemudian memanggil hewan peliharaan yang dia maksud. Tidak lama kemudian, seekor burung yang sangat besar menghampiri mereka berempat.


"Bawa kami kembali!"


Elang raksasa itu mengangguk paham, kemudian membiarkan Huo Wen dan yang lainnya naik ke punggungnya. Namun, tubuhnya mendadak gemetar saat Yun Fei naik.


"Ada apa ini, kenapa tubuhnya gemetaran? Apa beban ditubuhnya terlalu berat?"


Yang membuat elang raksasa itu gemetar bukan karena beban yang begitu berat, melainkan karena aura yang terpancar dari tubuh Yin Lang.


Mungkin yang lainnya tidak merasakan aura tersebut, namun aura itu dapat dirasakan dengan jelas oleh elang raksasa, aura intimidasi yang sangat-sangat besar.


"Jika kau ingin hidup, sebaiknya kau diam saja" Yin Lang berkomunikasi dengan elang itu melalui telepati.


"Ba-baik, senior!"


***


Klan api suci.


Setibanya di wilayah klan api suci, mereka semua langsung disambut oleh Huo Ming dan para tetua klan, juga ratusan prajurit dengan kekuatan yang begitu besar.


"Ayah, kenapa pasukan elit klan kita ada disini?"


Huo Ming tidak menanggapi perkataan putrinya, ia justru memerintahkan semua pasukannya untuk mengepung Yun Fei, bahkan para tetua menciptakan formasi untuk menahannya.


"Jika kau tidak ingin terluka, sebaiknya kau diam dan turuti perkataan-ku!" jawab Huo Ming.


Yun Fei mengerutkan dahi, walaupun masih belum terlalu mengerti dengan apa yang terjadi, namun yang bisa ia pahami adalah, posisinya saat ini sedang tidak baik.


"Ayah, hentikan semua ini, Yun Fei tidak bersalah!"


"Diam kau!"


"Tidak aku tidak akan diam saja melihat..."


Perkataan Huo Ling terpotong, karena sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, Huo Qian telah lebih dulu membuatnya kehilangan kesadaran.


"Huo Ling!"


"Jangan coba-coba mendekati putriku lagi!"


"Paman, ada apa ini? Apa salahku?"


"Satu-satunya kesalahanmu adalah menyukai dan mencintai putriku!" jawab Huo Ming.


"A-apa yang..."


"Dengarkan aku! Sampai kapanpun aku tidak akan merestui hubungan kalian berdua!"


Huo Ming tersenyum sinis, kemudian berkata, "satu lagi, aku yakin kau menyadari dimana tempatmu berada, bukan?"


Yun Fei terdiam, kata-kata yang dilontarkan oleh Huo Ming benar-benar menusuk hatinya, sehingga membuat perasaan yang telah lama menghilang, kembali muncul dalam dadanya.


Perasaan yang dulu ia rasakan ketika dirinya dihina dan direndahkan oleh penduduk desa, perasaan yang pernah membuatnya hampir terjerumus dalam jurang keputusasaan.


Selain itu, tatapan yang ditunjukkan oleh Huo Ming dan mereka semua, juga sama seperti tatapan para penduduk desa, tatapan yang penuh dengan kebencian dan tatapan merendahkan.


Wushh.


Aura kekuatan yang begitu luar biasa terpancar dari tubuh Yin Lang dan berhasil memberikan tekanan yang sangat dahsyat, bahkan formasi yang menutupi tempat itu langsung hancur karenanya.


Tidak hanya itu saja, aura yang sangat dahsyat tersebut sampai membuat tempat itu bergetar, juga tidak sedikit para prajurit yang pingsan, karena tidak sanggup menahannya.


"Yin Lang, hentikan!" ujar Yun Fei, meski tidak suka dengan tindakan mereka, namun ia tidak ingin melukai siapapun, karena masih memikirkan Huo Ling.


Yin Lang hanya mengangguk, kemudian menarik kembali aura kekuatan yang ia lepaskan sebelumnya, dan seketika itu juga, tekanan intimidasi yang menindas semua orang langsung menghilang.


"Meski paman menolak memberikan restu pada hubungan kami, tapi aku tidak akan pernah berhenti untuk berusaha."


"Suatu saat nanti, akan ku buktikan jika diriku pantas bersanding dengan Huo Ling, dan akan ku buktikan, jika hanya aku satu-satunya orang yang pantas untuknya!"


Setelah menyelesaikan kalimatnya, Yun Fei melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut, sementara Huo Ming dan yang lainnya, mereka hanya bisa menatap kepergian Yun Fei.


Tidak ada seorangpun yang berani menghentikannya, karena penindasan yang mereka rasakan sebelumnya, masih membekas dan meninggalkan sedikit rasa takut dalam diri mereka semua.


"Kakak..."


"Biarkan saja, aku ingin melihat sampai sejauh mana dia bisa berkembang" sahut Huo Ming.


"Bagaimana kalau dia benar-benar membuktikan ucapannya?" tanya Huo Wen.


"Jika itu benar, maka aku akan melepaskan Huo Ling untuknya."


"Tapi..."


"Aku paham, tapi kalian juga harus paham bahwa hewan spiritual itu bukanlah hewan spiritual biasa."


***


Helaan napas panjang keluar dari mulut Yun Fei, bersamaan dengan hembusan napasnya itu, Yun Fei juga membuang segala beban menumpuk yang membebani pikirannya.


"Huo Ling, sepertinya kau harus bersabar lagi. Tapi kau tenang saja, karena aku akan menepati janjiku padamu."


"Hah" Yun Fei kembali menghela napas panjang, "Yin Lang, mari kita buktikan kalau kita bisa menempati posisi tertinggi di dunia kultivasi ini."


"Baik, tuan!"


"Hahahaha, itulah..." Yun Fei memotong ucapannya, lalu menoleh pada Yin Lang dengan ekspresi bingung dan kaget.


"Ka-kau bisa bicara?" tanya Yun Fei, namun Yin Lang hanya menggeleng.


"Hei, jangan membohongiku, jelas-jelas aku mendengar-mu bicara barusan!"


Lagi-lagi, hanya gelengan kepala yang diberikan oleh Yin Lang sebagai jawabannya.


"Ini aneh, jelas-jelas aku mendengar-mu bicara, atau jangan-jangan tadi itu hanya perasaanku saja?"