The God Of Void

The God Of Void
Chapter 64. Empat dewa penjaga



Meski berhasil menghentikan malapetaka, tapi bukan berarti masalahnya akan selesai begitu saja, justru hal itu malah menimbulkan masalah yang lebih besar.


Karena tidak terima dengan sikap Yun Fei, empat klan kuno memutuskan untuk mengakhiri perjanjian damai dengan klan dewa angin, begitupun perjanjian dengan klan api suci.


Selain itu, perjanjian damai dengan klan Asura juga sudah mereka akhiri, hanya saja, mereka tidak mengatakannya secara terang-terangan, karena masih ada rasa takut pada Lin Xia.


Aula pertemuan.


"Terima kasih, berkat bantuan-mu, peperangan akhirnya bisa dihindari" ucap Lin Xia.


Yun Fei menggeleng pelan, "tidak perlu berterima kasih, lagipula aku harus minta maaf pada kalian, karena perbuatan-ku juga berdampak pada kalian."


"Sudahlah, lagipula semuanya sudah terjadi" sahut Lin Xia.


"Aku juga ingin berterima kasih, karena kau sudah membantu klan-ku" Huo Ling akhirnya angkat bicara setelah diam cukup lama.


Yun Fei menoleh sesaat dan menggeleng pelan, "sudah aku katakan, tidak perlu berterima kasih padaku" ucapnya.


"Boleh aku menanyakan sesuatu?"


"Silahkan."


"Kenapa kau menggunakan topeng?"


"Memangnya kenapa? Apakah tidak boleh?"


Huo Ling menggelengkan kepalanya, "bukan begitu, hanya saja... penampilanmu mengingatkan-ku pada seseorang."


Yun Fei mengepalkan tinjunya, bukan karena menahan amarah ataupun kekesalan, tapi menahan perasaan sakit yang tiba-tiba saja muncul dalam dadanya.


"Ada luka yang tidak ingin aku tunjukkan, itulah mengapa aku memakai topeng ini" ucap Yun Fei.


"Dan ada janji yang harus aku tepati."


"Apakah luka itu... tidak, maafkan aku karena sudah lancang."


Ada keinginan yang sangat besar dalam diri Huo Ling untuk menanyakan luka yang dimaksud, karena ia merasa bahwa pria di hadapannya itu sangat mirip dengan Yun Fei.


Selain itu, hatinya juga sangat yakin kalau orang itu adalah Yun Fei dan tentunya, Huo Ling mengetahui dengan jelas apa alasan Yun Fei tidak ingin menunjukkan wajahnya.


Alasannya adalah perkataan Huo Ling tiga tahun lalu, perkataan yang bisa dianggap sebagai sebuah sumpah, dan perkataan yang membuatnya tidak bisa melihat wajah Yun Fei lagi.


"Andai saja aku ada saat itu, mungkin situasi ini tidak akan pernah terjadi" ucap Lin Xia dalam hatinya.


"Jia Zhen, jika kau berkenan, aku ingin mengundangmu ke istanaku" Lin Xia sengaja mengalihkan pembicaraan untuk mencairkan suasana.


"Maaf, tapi aku masih harus melakukan hal penting" sahut Yun Fei.


"Sayang sekali, padahal aku ingin mengenal-mu lebih jauh dan mungkin saja kita bisa menjadi teman baik."


"Lalu, bagaimana denganmu, Xiao Ling?"


Huo Ling menggeleng pelan, "aku juga harus melakukan sesuatu yang sangat penting."


"Baiklah, kalau begitu pertemuan kita cukup sampai disini saja."


***


Setelah pertemuan selesai, Yun Fei memimpin pasukan klan dewa angin untuk kembali ke klan mereka. Begitupun dengan Huo Ling dan juga pasukan klan api suci.


"Cucuku, apa yang kau pikirkan?" tanya Fang Yuan.


"Sepertinya aku harus memulai misi-ku sekarang" jawab Yun Fei.


"Misi apa?"


"Menyelesaikan masalah yang belum sempat aku selesaikan sebelumnya, baik itu masalah yang sudah lama ataupun masalah yang baru terjadi."


"Fei, jangan-jangan kau..."


"Kakek tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat diriku berada dalam bahaya" sahut Yun Fei.


Fang Yuan hanya bisa menghela napas panjang, ia tentunya mengerti apa yang dipikirkan oleh cucunya, namun ia tidak mungkin bisa menghentikan apa yang ada dalam pikirannya itu.


"Kakek hanya bisa berharap agar kau baik-baik saja dan jangan lupa untuk kembali ke sini lagi."


"Aku akan kembali setelah tujuanku tercapai" sahut Yun Fei.


"Fei, apa kau menyukai gadis itu?" Fang Chao tiba-tiba saja mengubah alur pembicaraan.


"Maksud kakek?"


"Tidak perlu berpura-pura, kakek bisa melihat semuanya dengan jelas."


Yun Fei menggeleng pelan, memang tidak dipungkiri jika dirinya masih sangat menyukai Huo Ling, namun ia sadar jika mereka tidak mungkin bisa bersama lagi.


"Aku rasa itu tidak perlu."


"Kenapa?!" tanya keduanya yang nampak bingung.


Yun Fei tersenyum seraya mengarahkan pandangannya ke langit, "dia terlalu tinggi untuk bisa ku gapai dengan tangan ini."


"Cucuku, seseorang memang tidak akan pernah bisa menggapai langit, itu karena kita sudah ditakdirkan untuk berada di bawahnya."


"Tapi, dengan usaha dan kerja keras, seseorang masih bisa menggapai awan yang tinggi" imbuh Fang Chao.


"Masalahnya adalah..."


"Dirimu sendirilah masalahnya" ujar Fang Yuan.


"Dengar cucuku, tidak ada hal yang mustahil selagi dia adalah manusia!"


Yun Fei tersenyum dan mengangguk pelan, memang benar jika Huo Ling adalah manusia seperti dirinya, namun bagi Yun Fei, posisinya berada terlalu jauh sehingga sulit untuk digapai.


Sebelumnya, ia memang tidak ingin melepaskan Huo Ling, bahkan sekarang-pun masih sama, tapi ia tentu tidak bisa melakukan apa-apa jika Huo Ling sendiri yang ingin lepas dari genggamannya.


"Kau mau dengar bagaimana perjuangan ayahmu saat ingin mendapatkan restu dariku?"


"Maksud kakek?"


"Apa kau pikir, aku menerima ayahmu begitu saja untuk jadi menantuku? Tentu saja tidak!"


"Sudah berulang kali aku mengusir dengan paska, tapi dasar ayahmu saja yang memang tidak mau menyerah."


"Fei, yang ingin kakek katakan adalah, jika kau benar-benar mencintainya, maka kejarlah dia."


"Jangan langsung menyerah hanya karena ada masalah, tapi teruslah berjuang hingga kau benar-benar tidak sanggup lagi untuk berjuang."


"Aku mengerti" sahut Yun Fei.


***


Empat pemimpin klan kuno lainnya tidak langsung membubarkan diri setelah masalah itu terjadi, mereka memutuskan untuk mengadakan pertemuan ditempat yang berbeda.


Dalam pertemuan itu, masing-masing dari mereka mengungkapkan amarah dan kekesalannya pada Lin Xia juga pemimpin klan dewa angin, terutama Yun Hao yang merasa paling dirugikan.


"Kita harus melakukan pembalasan!"


"Aku setuju, tapi bagaimana caranya? Bukankah mereka dilindungi oleh Lin Xia?"


"Tidak, hanya klan api suci saja yang dilindungi olehnya" sahut Yun Hao.


"Maksudmu?"


"Klan api suci memiliki hubungan dengan klan Asura, jadi wajar jika Lin Xia melindungi mereka, tapi klan dewa angin, mereka tidak memiliki hubungan apapun dengan klan Asura" jelas Yun Hao.


"Hmm... jadi maksudmu adalah, klan dewa angin tidak dalam perlindungan Lin Xia?"


"Tepat sekali!" ujar Yun Hao.


"Baiklah, kalau begitu mari kita serang klan dewa angin" sahut Bing Zhan.


"Aku setuju, tapi sebelum itu, bagaimana kalau kita membentuk sebuah aliansi?"


"Terdengar menarik, tapi siapa yang akan menjadi pemimpinnya?" tanya Guang Zhao.


"Siapapun pemimpinnya aku tidak peduli, lagipula aku tidak tertarik untuk menjadi pemimpin" ucap Yun Hao.


Untuk saat ini, Yun Hao memang tidak memikirkan pemimpin aliansi itu, tapi bukan berarti dia tidak ingin menjadi seorang pemimpin, hanya saja, ia masih memerlukan waktu yang tepat.


Sejak awal, ambisinya adalah menjadikan klan langit cerah sebagai klan kuno yang terkuat di benua Huangwu, dan aliansi itu adalah langkah awal untuk mencapai tujuannya tersebut.


Oleh karena itu, ia tidak menghiraukan siapa yang akan memimpin aliansi tersebut, karena pada akhirnya nanti, dialah yang akan menduduki takhta penguasa di benua Huangwu ini.


"Jadi apa nama aliansi ini?"


"Namanya adalah, empat dewa penjaga!"


***


(Update selanjutnya 03 September 2022, masih di jam yang sama.


Author usahakan untuk update 4/5 chapter)