
Pukulan yang sangat keras itu membuat Hong Jun terlempar sangat jauh, tubuhnya bahkan hampir mencapai tembok tinggi yang melindungi kota Hufeng, selain itu, darah segar juga nampak mengalir dari sudut bibir dan hidungnya.
"Bocah sialan! Kau akan membayar akibatnya!" ujar Hong Jun, kemudian melesat kearah Yun Fei.
Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh Hong Jun dengan kecepatan yang luar biasa, namun setiap serangannya, selalu bisa dihindari dan ditepis dengan mudah oleh Yun Fei, sehingga tidak satupun yang mengenainya.
Karena tidak kunjung berhasil mendaratkan serangannya, Hong Jun kemudian melompat mundur menjauhi Yun Fei, lalu ia menciptakan bola energi yang cukup besar diantara kedua telapak tangannya.
"Mati kau, bocah sialan!" Hong Jun melompat ke udara kemudian melempar bola energi itu kearah Yun Fei.
Disisi lain.
Yun Fei mengalirkan energi spiritual ke tangan kanannya, lalu setelah itu, Yun Fei mengayunkan tinjunya dan menghantam bola energi tersebut.
Dhuaaar!
Ledakan yang cukup besar terjadi ketika pukulan Yun Fei menghantam bola energi itu, ledakan tersebut juga membuat tanah sedikit bergetar, bahkan Yun Fei sampai dibuat terpental beberapa meter jauhnya.
Gelombang energi yang ditimbulkan oleh ledakan itu juga membuat Yun Fei memuntahkan darah, bahkan sekujur tubuhnya terasa sangat sakit akibat gelombang kejut yang menghantam dirinya.
"Serangannya sangat kuat" gumam Yun Fei.
"Cihh, rupanya kau belum mati juga!" ujar Hong Jun.
"Hah" Yun Fei menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Aku tidak akan mati semudah itu."
"Hahahaha! Akan aku buktikan bahwa ucapan-mu itu salah!"
Hong Jun kemudian melesat kearah Yun Fei, kemudian melanjutkan serangannya, namun kali ini, Yun Fei tidak hanya fokus bertahan saja, tapi juga melakukan serangan balasan.
Saat Hong Jun melayangkan tinjunya, Yun Fei bergerak kesamping untuk menghindari serangan tersebut, pada saat yang bersamaan, ia juga melancarkan serangan dengan kakinya.
Namun, tendangan yang ia lancarkan masih berhasil ditahan oleh Hong Jun dengan tangan kirinya, tapi disisi lain, Yun Fei telah melompat ke udara kemudian melayangkan tendangan dengan kaki kirinya.
Tendangan itu berhasil mendarat tepat di wajah Hong Jun, sehingga membuatnya terlempar cukup jauh, disaat yang bersamaan, Yun Fei melesat mendekatinya, kemudian mendaratkan tinjunya di dada Hong Jun.
Booom!
Ledakan terjadi saat tubuh Hong Jun menghantam tanah dengan keras, bahkan kerasnya hantaman itu sampai menimbulkan retakan juga lubang yang cukup besar di tempat tersebut.
Selain itu, kerasnya pukulan Yun Fei membuat beberapa tulang dada Hong Jun patah, ia juga memuntahkan darah segar akibat luka dalam yang diterimanya, dan akhirnya, pengawal Xue Ming itu kehilangan kesadaran.
"Bertarung melawan kultivator sangat berbeda dengan bertarung melawan hewan spiritual" gumam Yun Fei, kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Meski berhasil mengalahkan Hong Jun, namun Yun Fei juga mendapatkan luka dalam karena ledakan energi sebelumnya, oleh karena itu, ia langsung kembali ke penginapan untuk memulihkan keadaannya.
Setibanya di kamar penginapan, Yun Fei kemudian mengeluarkan sebuah kristal roh dari cincin penyimpanannya, namun kristal tersebut bukanlah kristal tingkat menengah, melainkan kristal roh tingkat tinggi.
Sama dengan namanya, kristal roh juga menyimpan kekuatan roh hewan spiritual di dalamnya, dan tentunya, kekuatan roh tersebut juga bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan.
Namun, kekuatan roh yang terkandung dalam kristal roh tidaklah besar, sehingga para kultivator lebih suka menjualnya daripada menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan.
Dan kalaupun ada yang menggunakannya, mereka hanya akan menggunakan kristal roh untuk memulihkan energi yang terkuras setelah melakukan pertarungan.
***
Esoknya.
"Kau sudah sadar?"
Hong Jun menoleh pada tuannya yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam, "Tu-tuan muda."
"Bagaimana kau bisa kalah dari pemuda kampungan itu?"
"Itu..."
Hong Jun menghentikan ucapannya, ingatan mengenai pertarungannya melawan Yun Fei kembali muncul dalam ingatannya, khususnya pukulan telak yang didaratkan oleh Yun Fei di dadanya.
"Tuan muda, anda tidak perlu khawatir, karena setelah sembuh nanti, aku pasti akan membalaskan dendam ini."
"Sebaiknya memang begitu, karena aku tidak pernah menerima yang namanya kekalahan!" ujar Xue Ming, kemudian keluar dari kamar Hong Jun.
Hong Jun mengepalkan tinjunya, amarah yang sangat besar nampak tergambar jelas di raut wajahnya, bahkan tatapan matanya menyiratkan kebencian dan juga dendam yang sangat besar.
"Kau tunggu saja, bocah. Aku pasti akan membunuhmu!"
***
Setelah menyerap energi di dalam kristal roh dan berkultivasi semalaman penuh, Yun Fei akhirnya berhasil mengembalikan energinya yang terkuras karena pertarungan sebelumnya, bahkan ia juga berhasil meningkatkan level kultivasi-nya.
"Akhirnya levelku meningkat lagi."
Untuk saat ini, kultivasi Yun Fei berada di tingkat Spirit Bumi bintang enam, dan kekuatannya juga telah bertambah lebih besar dari sebelumnya, sehingga membuatnya semakin sulit dikalahkan oleh kultivator lain seusianya.
Normalnya, kultivator yang usianya sama seperti Yun Fei, basis kultivasi mereka masih belum mencapai Spirit Bumi, dan kalaupun ada, hanya sedikit dari mereka yang basis kultivasi-nya setara dengan Yun Fei.
"Xue Ming, aku sudah berusaha menghindari masalah, tapi jika kau ingin bermain-main denganku, maka aku akan melayani mu sampai kau merasa puas!"
Yun Fei sebenarnya tidak mengerti dimana letak kesalahannya, sehingga tuan muda keluarga Xue itu ingin membunuhnya, namun karena dia sudah berani mencoba membunuhnya, tentu Yun Fei tidak akan diam saja.
Selama dirinya tinggal di desa, ada satu hal yang dipelajari oleh Yun Fei yaitu, jika ingin hidup lebih lama di dunia yang keras ini, maka dia harus melakukan perlawanan, karena jika dirinya terus diam, maka dirinya akan selalu diinjak.
"Harimau tidak akan mengaum jika tidak diganggu, tapi dia akan menerkam jika tidurnya terusik" gumam Yun Fei, kemudian meninggalkan kamarnya.
"Selamat pagi, tuan" sapa pelayan penginapan.
Yun Fei tersenyum dan mengangguk pelan, "Aku ingin sarapan" ucapnya.
"Baik tuan, silahkan tunggu di lantai bawah" sahut pelayan tersebut.
Setelah saling menyapa dengan pelayan tersebut, Yun Fei kemudian turun ke lantai bawah untuk sarapan, karena di lantai dasar terdapat sebuah restoran yang biasa digunakan sebagai tempat makan oleh para tamu penginapan.
Tidak lama berselang, seorang pelayan datang menghampiri Yun Fei dengan membawa makanan untuknya, namun pada saat yang bersamaan, beberapa orang kultivator juga menghampiri mejanya.
"Apa kau yang bernama Yun Fei?"
"Benar, aku Yun Fei, ada keperluan apa?" jawab Yun Fei dan diakhiri dengan pertanyaan.
"Keperluan kami hanya satu, yaitu mengambil nyawamu!"
"Kalian datang diwaktu yang kurang tepat" sahut Yun Fei.