The God Of Void

The God Of Void
Chapter 72. Kejujuran



Waktu terus bergulir dengan cepat, tidak terasa sudah dua minggu berlalu sejak Yun Fei memulai latihannya, dan selama dua minggu itu, Yun Fei berhasil mendapatkan pencapaian luar biasa.


Semua teknik pedang yang selama ini ia pelajari melalui ingatan yang muncul dibenaknya, sekarang sudah berhasil ia kuasai dengan sempurna, bahkan telah berhasil mendapatkan jiwa pedang.


Dalam waktu yang singkat, Lin Feng memang berhasil mengubah Yun Fei menjadi lebih hebat, namun sayangnya, ia masih belum bisa membantu Yun Fei menemukan jati dirinya.


Meski begitu, Lin Feng masih dapat memaklumi hal tersebut, karena menurutnya, sangat mustahil seseorang bisa menemukan jati dirinya hanya dalam waktu singkat.


"Fei, kemari-lah, aku ingin bicara denganmu" ucap Lin Feng.


"Baik, guru" sahut Yun Fei, kemudian menghampiri Lin Feng.


Tidak lama kemudian, Lin Xia juga datang menghampiri mereka berdua, namun ia tidak datang sendirian, tapi Huo Ling dan juga Yun Aotian yang masih mengenakan topeng.


Saat melihat Huo Ling, Yun Fei langsung berdiri dan hendak pergi dari sana, namun langkahnya dihentikan oleh Lin Xia, bahkan Lin Feng sampai memasang formasi di sekitar mereka.


"Guru, jangan menahan-ku."


"Kau boleh pergi jika berhasil menghancurkan formasi yang aku ciptakan" sahut Lin Feng.


Yun Fei terdiam, meskipun ia sangat ingin meninggalkan tempat itu, namun hal itu tidak mungkin bisa ia lakukan, karena mustahil dirinya bisa menghancurkan formasi tersebut.


"Silahkan bicara, kami akan memberikan waktu untuk kalian" ucap Lin Feng, kemudian meninggalkan tempat itu bersama Lin Xia dan Yun Aotian.


Suasana menjadi sangat hening karena tidak ada yang mau memulai percakapan, baik Yun Fei ataupun Huo Ling, keduanya memilih untuk tetap membisu.


Hingga akhirnya, Yun Fei memecah keheningan itu dengan melontarkan pertanyaan pada Huo Ling.


"Kenapa kau ke sini?"


"Aku hanya menuruti keinginan guruku" jawab Huo Ling.


"Benarkah? Lalu kenapa kau tidak melakukan apapun padaku? Bukankah saat itu kau..."


"Maaf"


Yun Fei mengepalkan tinjunya karena menahan kekesalan, "untuk apa?"


"Semuanya, aku minta maaf untuk semua hal yang telah kau alami karena diriku."


Kemudian, Huo Ling menjelaskan jika dirinya sudah mengetahui semuanya, ia juga mengungkapkan rasa bersalahnya karena saat itu ia tidak mau mendengarkan penjelasan Yun Fei


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "sudahlah, aku juga sudah melupakan kejadian itu" ucapnya.


Tentu saja Yun Fei berbohong, karena pada kenyataannya, ia tidak bisa melupakan kejadian tiga tahun lalu, begitupun dengan rasa sakit yang masih ia rasakan sampai saat ini.


"Tidak perlu berbohong" sahut Huo Ling.


"Aku tidak berbohong, aku benar-benar sudah melupakan semuanya."


"Lalu, kenapa kau terlihat gugup?"


"Bagaimana kau bisa tahu? Kau kan tidak melihat wajahku?"


"Aku bisa merasakannya."


"Mustahil!"


"Awalnya aku juga menganggap hal ini mustahil, tapi aku yakin, kau juga merasakannya, bukan?"


Tidak hanya Huo Ling, tapi Yun Fei juga bisa merasakan hal yang sama, dan tidak peduli seberapa ingin ia menutupinya, tetap tidak bisa dipungkiri jika dirinya bisa merasakan perasaan Huo Ling.


"Aku tahu aku salah, jadi aku tidak mengharapkan apapun lagi darimu, bisa bicara seperti ini saja sudah membuatku senang."


"Kau tenang saja, karena setelah ini aku tidak akan muncul lagi di hadapanmu."


Yun Fei kembali mengepalkan tinjunya karena kesal, "lalu, apa kau mau melupakan semuanya begitu saja?!" ujarnya seraya berbalik menghadap Huo Ling.


"Aku tidak punya pilihan, karena aku sadar apa yang telah aku lakukan padamu adalah..."


"Ya! Memang sudah seharusnya kau sadar, tapi kenapa? Kenapa kau malah bersikap seolah tidak menyadari apapun?!"


"Apa maksudmu?!"


"Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau kau bisa merasakannya, lalu kenapa? Kenapa kau masih tidak menyadarinya?!"


Yun Fei yang sudah tidak tahan-pun menghampiri Huo Ling, kemudian Yun Fei meraih tangan gadis itu dan menempelkan telapak tangannya di dadanya.


"Inilah yang aku rasakan selama tiga tahun terakhir! Apa sekarang kau masih tidak menyadarinya?!"


"Maaf."


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, kemudian melepaskan genggaman tangannya, "jujur saja, aku benar-benar kecewa padamu."


"Aku tahu itu, karena itulah aku tidak pernah menemui-mu setelah mengetahui kebenarannya" sahut Huo Ling.


Sementara itu.


Lin Feng tersenyum senang menyaksikan kedekatan Yun Fei dan Huo Ling, ia juga senang karena berhasil menyelesaikan kesalahpahaman yang sempat memisahkan mereka.


"Syukurlah, sepertinya rencana kakek berjalan dengan lancar" ucap Lin Xia.


"Kau benar, tapi masih ada satu kebohongan lagi yang harus segera diungkapkan" sahut Lin Feng seraya menoleh kearah Yun Aotian.


"Aku mengerti, Tuan!"


Lin Feng mengangguk, kemudian melepaskan formasi yang ia pasang sebelumnya, lalu setelah itu, mereka bertiga menghampiri Yun Fei dan Huo Ling.


"Guru!" sapa keduanya bersamaan.


"Aku senang karena kalian sudah kembali seperti dulu lagi. Tapi, masih ada satu hal yang harus kalian ketahui, terutama kau, Yun Fei."


Kemudian, Yun Aotian melepaskan topeng yang menutupi wajahnya, lalu menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya pada Yun Fei juga Huo Ling.


Selain itu, Yun Aotian juga menjelaskan alasan kenapa ia tidak kembali pada Yun Fei, karena tidak ingin klan langit cerah mengetahui identitas Yun Fei yang sebenarnya.


"Maafkan aku karena sudah menyembunyikan semuanya darimu."


Yun Fei hanya bisa diam, perasaannya bercampur aduk antara senang dan kecewa. Di satu sisi, ia senang karena ayahnya masih hidup, tapi disisi lain, ia kecewa karena ayahnya malah lari dari masalah.


"Aku ingin sendiri" ucap Yun Fei, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Fei!"


"Biarkan dia sendiri, dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya."


"Ini semua salahku, seharusnya aku tetap berbohong dan tidak mengatakan semuanya" sahut Yun Aotian.


"Kejujuran adalah pilihan terbaik, meski menimbulkan rasa sakit, tapi akan menghilang bersamaan dengan waktu yang terus bergulir."


***


"Apa yang kau pikirkan?"


Yun Fei menoleh, kemudian menggeleng pelan, "bukan apa-apa, hanya sedang menikmati indahnya lautan bintang."


"Kau tahu, dulu aku juga suka melakukan hal ini, terutama saat aku merasa sedih" ucap Lin Feng.


"Memangnya apa yang bisa membuat guru sedih?"


Lin Feng menghela napas panjang, lalu menceritakan tentang kehidupannya yang jauh lebih menyedihkan daripada Yun Fei.


Tapi, yang ia ceritakan bukanlah kehidupannya di dunia kultivasi, melainkan kehidupan pertamanya yang masih menyisakan luka yang tidak terlupakan.


"Aku tidak menyangka jika guru pernah mengalami kejadian seperti itu"


"Aku sendiri juga tidak menyangka kalau kehidupanku akan seperti itu."


"Tapi semua ini..."


"Sudahlah, ayahmu sudah menjelaskan alasannya dan menurutku itu hal yang benar, kalau aku berada di posisinya, aku juga akan melakukan hal yang sama."


"Lupakan kesedihanmu, karena masih banyak orang yang ingin melihat senyuman kebahagiaan di wajahmu."


"Terima kasih, guru!"


Lin Feng mengangguk dan tersenyum pelan, kemudian berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Yun Fei sendirian.