
Waktu terus bergulir dengan cepat, sudah beberapa bulan terlewati sejak terakhir kali Yun Fei datang ke klan api suci, dan sampai saat ini, ia belum pernah menampakkan diri.
Menghilangnya Yun Fei merupakan suatu kesenangan bagi Huo Ming dan para tetua klan, karena mereka tidak perlu lagi memikirkan dirinya, ataupun ambisi yang ia miliki.
Namun, menghilangnya Yun Fei bukan berarti menyelesaikan semua masalah mereka, karena masalah yang sesungguhnya kini telah menghampiri mereka semua.
"Patriark, klan langit cerah sedang dalam perjalanan menuju ke sini dan beberapa jam lagi, mereka akan sampai di klan kita."
Huo Ming mengepalkan tinjunya, "berapa banyak jumlah pasukan yang dibawa oleh Yun Hao?"
"Menurut informasi mata-mata kita, jumlah pasukan mereka adalah lima ribu prajurit."
Huo Ming langsung berdiri dari tempat duduknya, ia benar-benar tidak menyangka jika Yun Hao akan membawa pasukan dengan jumlah yang sangat banyak.
Meski jumlah itu masih jauh dari jumlah sebenarnya pasukan klan langit cerah, tapi tetap saja, jumlah pasukan sebanyak itu hanya digunakan untuk melakukan pemusnahan.
"Persiapkan pasukan kita!" ujar Huo Ming.
"Baik!" ujar Huo Zhang, kemudian meninggalkan aula pertemuan.
"Huo Qian, Huo Wen, kalian berdua bersiaplah dengan para pasukan, tapi ingat! Jangan menyerang jika mereka tidak memulainya."
"Kami mengerti!" sahut keduanya, lalu menghilang dari pandangan.
Setelah memberikan perintah, Huo Ming kemudian pergi ke kamar putrinya, lalu ia meminta putrinya itu untuk meninggalkan klan, karena peperangan mungkin saja akan terjadi.
"Kenapa harus pergi? Bukankah sebelumnya ayah yang memaksaku untuk pulang? Bahkan mengurungku di kamar ini."
"Ling'er, ayah minta maaf, tapi situasinya sangat berbeda sekarang!"
Huo Ling tersenyum, "berbeda? Bagiku sama saja!"
"Huo Ling, jangan membuatku marah!"
"Marahlah jika memang itu yang ayah inginkan, aku tidak akan mengatakan apapun lagi."
"Baiklah, jika kekasih sialan-mu itu bisa datang sebelum mereka datang, maka aku akan membiarkan dia bersamamu!"
Perkataan ayahnya itu seharusnya bisa membuat Huo Ling merasa senang, tapi untuk kali ini, ia benar-benar tidak merasakan apapun, karena sudah terlalu kecewa dengan ayahnya.
Sebelumnya, ayahnya-lah yang memberi restu pada hubungan mereka, bahkan dialah yang membiarkannya untuk memilih, tapi dia pulalah yang menghancurkan semuanya.
"Dia tidak akan datang!"
"Baguslah! Karena aku juga tidak mengharapkan kedatangan pemuda sialan itu!" ujar Huo Ming, lalu meninggalkan tempat itu.
Setelah ayahnya pergi, Huo Ling kemudian menghampiri jendela kamarnya, lalu menatap langit biru yang membentang luas dari balik jendela kamarnya itu.
"Fei, aku harap kau datang menjemput-ku" gumamnya pelan.
***
Beberapa jam berlalu, Yun Hao dan pasukannya akhirnya sampai di klan api suci dan kini, mereka tengah disambut oleh Huo Ming beserta seluruh pasukan klan api suci.
"Wah, aku tidak menyangka jika sambutannya akan semeriah ini" ucap Yun Hao.
"Sudah seharusnya kami melakukan semua ini untuk menyambut tamu terhormat" sahut Huo Ming.
"Tapi, apa maksudmu dengan membawa pasukan sebanyak ini?"
"Hanya untuk berjaga-jaga dan sebagai bentuk dari bersatunya dua klan" jawab Yun Hao.
"Apa maksudmu?"
Yun Hao tersenyum, lalu menghampiri Huo Ming, "apa kau lupa dengan janji yang kau ucapkan satu tahun yang lalu?"
"Aku tentu mengingatnya, tapi apa kau benar-benar yakin bisa memenangkan pertarungan itu?"
"Hahahaha!" Yun Hao tertawa lantang, "apa kau pikir, pemuda itu bisa mengalahkan putraku?"
Huo Ming terdiam tanpa bisa mengatakan apapun, karena ia sendiri tidak mengetahui apakah Yun Fei bisa mengalahkan Yun Bing ataukah tidak.
Selain itu, Yun Fei sedang tidak berada di klan api suci, sehingga tidak ada yang mengetahui seberapa jauh perkembangan kekasih putrinya itu.
Hal itu jugalah yang menjadi masalah besar untuknya, karena jika Yun Fei tidak hadir di pertandingan itu, maka sudah bisa dipastikan jika peperangan antara kedua klan akan terjadi.
Arena pertarungan klan api suci.
"Dimana pemuda itu, kenapa dia belum datang?" tanya Yun Bing yang nampak sudah tidak sabar.
"Mungkin sedang dalam perjalanan menuju ke sini" jawab Huo Wen.
Meski tidak menyukainya, namun tidak dipungkiri jika kehadiran Yun Fei sangat diharapkan, karena bagaimanapun juga, ia tidak rela menyerahkan putri kesayangannya pada Yun Bing.
Ketika semua orang mulai tidak sabar menunggu, dari kejauhan muncul seseorang yang mengenakan topeng, ia berjalan dengan santainya menghampiri arena pertarungan.
"Siapa dia?!"
"Entahlah, aku juga tidak mengenalnya!" sahut Huo Ming.
"Apa yang terjadi? Kenapa ada orang asing memasuki klan kita?!"
"Kehadirannya menandakan betapa lemahnya penjagaan kalian" ucap Yun Hao dengan senyuman remeh yang terukir di bibirnya.
Huo Ming mengepalkan tinjunya, ia benar-benar kesal karena diremehkan secara terang-terangan oleh Yun Hao, namun ia segera mengalihkan perhatiannya agar tidak terbawa emosi.
"Siapa kau?!" tanya Huo Ming yang telah berada di atas arena pertarungan.
"Siapa aku tidaklah penting, dan tujuanku datang ke sini hanya untuk menyampaikan pesan" jawab pria bertopeng yang tidak lain adalah Yun Fei.
"Pesan?"
"Saudaraku, kau-kah itu?!"
Salah seorang pemuda dari klan api suci tiba-tiba saja naik ke atas arena pertarungan, ia menghampiri pria bertopeng itu karena merasa tidak asing dengannya.
Yun Fei menoleh pada pemuda tersebut, "kau... apa kau Huo Zhan?"
Pemuda itu mengangguk, "benar! Ini aku, Huo Zhan" jawabnya.
"Apa kau mengenal orang ini?" tanya Huo Ming.
Huo Zhan kembali mengangguk, lalu menjelaskan tentang pertemuannya dengan Yun Fei di Dunia Kuno, ia juga menjelaskan jika Yun Fei lah yang telah membantunya di Dunia Kuno.
Penjelasan Huo Zhan membuat Huo Ming menghela napas lega, karena setidaknya ia mengetahui jika pria di depannya itu adalah orang baik, namun ia belum bisa tenang begitu saja.
Ada dua alasan yang membuatnya masih khawatir, pertama karena penasaran dengan pesan yang akan disampaikan oleh pria tersebut, kedua karena gelar yang dimiliki oleh pria itu.
Sudah hampir setahun sejak nama iblis bertopeng muncul dan tentunya, Huo Ming juga sudah mendengar tentangnya, namun ia tidak menyangka jika sosok itu akan datang ke klan-nya.
"Aku sangat berterima kasih karena kau sudah mau membantu keluargaku, tapi aku tidak bisa membiarkanmu tetap di sini."
"Tenang saja, aku akan pergi setelah urusanku selesai" jawab Yun Fei.
"Jadi, pesan apa yang ingin kau sampaikan?"
Yun Fei tidak langsung menjawab, ia melangkah maju dan melewati Huo Ming, lalu mengarahkan tatapan tajam kearah Yun Bing.
"Aku membawa pesan untukmu."
"Untukku?"
Yun Fei mengangguk, "Yun Fei tidak akan datang menghadapi-mu, karena menurutnya, menghadapi sampah hanya akan membuang-buang waktu."
Perkataan Yun Fei sontak membuat Yun Bing berdiri dari tempat duduknya, raut wajahnya menunjukkan kemarahan yang sangat besar, bahkan ia langsung melepaskan aura kekuatannya.
"Bangs*t! Berani-beraninya dia mengirim seseorang hanya untuk menghinaku!"
"Katakan, dimana dia sekarang?!"
"Kau tidak perlu tahu!" jawab Yun Fei.
***
Huo Ling yang juga ada di sana nampak terus memandangi Yun Fei, bahkan tatapan matanya tidak pernah lepas dari Yun Fei sejak ia datang ke arena pertarungan.
"Yun Fei, aku yakin dia adalah Yun Fei!"
Meskipun Yun Fei menutupi wajahnya dengan topeng, dan auranya juga disembunyikan dengan baik, namun Huo Ling tetap bisa mengenali dirinya.
"Meski kau menyembunyikan wajahmu, namun tatapan matamu sudah mengungkapkan semuanya."
Walaupun sudah mengenali siapa iblis bertopeng itu, namun Huo Ling lebih memilih untuk diam, karena ia yakin ada alasan khusus yang membuat kekasihnya itu menyembunyikan identitasnya.
***
"Hei, karena kau sudah datang jauh-jauh, bagaimana kalau kau menghadapi-ku?"
Yun Fei menggeleng pelan, "aku tidak ingin mengotori tanganku."