
Dalam ingatan itu, Yun Fei melihat seseorang dengan kekuatan yang sama seperti Lin Xia, bahkan pupil matanya juga memancarkan cahaya berwarna ungu seperti mata Lin Xia.
Hanya saja, kekuatan yang terpancar dari orang itu jauh lebih besar, bahkan berkali-kali lipat jauh lebih besar dari kekuatan Lin Xia, dan anehnya, Yun Fei merasa tidak asing dengan sosok itu.
"Siapa dia? Kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah itu?"
Ketika Yun Fei berusaha untuk menggali ingatannya jauh lebih dalam lagi, gambaran peristiwa yang ia lihat tiba-tiba menghilang dan semuanya berubah menjadi gelap.
"Siapa dia sebenarnya?"
"Si-siapa..."
Disisi lain.
Lin Xia mengarahkan pandangannya pada Yun Fei, ia tersenyum saat merasakan aura kekuatan yang mulai lepas dari tubuh Yun Fei.
"Ayah benar, hanya ada satu kekuatan yang sangat sulit untuk dikendalikan dengan mata ini"
"Dengar! Aku tidak ingin melihat kejadian seperti ini lagi, jika kalian masih saja melakukannya, maka aku sendiri yang akan turun tangan!"
"Ma-maaf tuan muda, aku tidak bermaksud lancang, tapi aku harus membalaskan dendam putraku!"
"Aku tidak peduli kau mau melakukan apa, tapi jangan sampai kau mengusik ketenangan-ku!"
"Ba-baik, tuan muda."
Setelah itu, Lin Xia turun ke arena pertarungan dan langsung menghampiri Huo Ling, kemudian ia membawanya pergi, karena latihannya masih belum selesai.
Sebelum pergi, Huo Ling sempat menoleh pada Yun Fei, meski tidak mengatakan apapun, namun Yun Fei paham apa yang ingin disampaikan oleh kekasihnya itu.
"Kau tenang saja, aku akan datang untuk menjemput-mu nanti," ucap Yun Fei melalui telepati.
Huo Ling mengangguk, lalu meraih tangan Lin Xia dan tidak lama setelah itu, keduanya menghilang dari pandangan mereka semua.
Pada saat yang bersamaan, tekanan intimidasi yang menindas mereka semua juga menghilang, mereka yang awalnya berlutut akhirnya bisa berdiri lagi.
"Cihh! Kau beruntung karena tuan muda datang ke sini" ucap Yun Hao.
"Benarkah? Aku justru berpikir kaulah yang beruntung" sahut Huo Ming.
"Tuan."
"Apa?!"
"Orang itu sudah menghilang!"
Semua orang kaget dan langsung menoleh ketempat Yun Fei berdiri sebelumnya, benar saja, mereka sudah tidak menemukan Yun Fei di sana.
"Apa saja yang kalian lakukan? Kenapa dia bisa lolos?!"
Yun Hao benar-benar marah karena tidak ada yang menyadari kapan Yun Fei pergi, padahal, jumlah mereka sangat banyak, namun tidak ada yang menyadari kapan Yun Fei menghilang.
***
"Kau melakukannya dengan baik."
Yun Fei menggeleng pelan, "aku sudah melanggar janji, jadi bagaimana bisa itu dikatakan baik" ucapnya.
Pria berusia lima puluh tahun itu tersenyum, lalu menepuk pundak Yun Fei dengan pelan, "kau tidak melanggar janjinya, karena kau tidak menunjukkan semuanya."
"Tapi..."
"Sudahlah, sebaiknya kau lanjutkan latihannya, karena teknik tarian pedang petir-mu masih belum sempurna."
"Baiklah, aku akan berlatih lagi" sahut Yun Fei, lalu membuka jubah dan topengnya.
(Flashback)
Satu bulan setelah meninggalkan klan api suci, Yun Fei melangkah tanpa tahu arah dan tujuan, ia hanya terus melangkah maju dan akan berhenti saat dirinya kelelahan.
Tapi hari itu, langkahnya benar-benar terhenti dan masih belum dilanjutkan, karena saat itu, ia bertemu dengan seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa.
Hanya dengan melakukan gerakan pedang biasa, pria itu berhasil mengalahkan hewan spiritual tingkat tinggi, bahkan pria itu tidak mengerahkan energi sedikitpun.
***
"Yin Lang, sebaiknya kita pergi dari sini" ucap Yun Fei dengan suara pelan.
Karena menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa melawan pria itu, Yun Fei memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, namun sialnya, pria itu sudah menyadari keberadaannya.
"Kalau sudah datang, rasanya tidak sopan jika tidak menyapa."
Yun Fei mematung, ia juga kaget karena pria itu sudah berada tepat di hadapannya, "ma-maaf, aku tidak bermaksud mengganggumu."
Pria itu tidak mengatakan apapun, ia mengangkat tangannya dan mengelus kepala Yin Lang, "hewan spiritual ini benar-benar unik, apa dia temanmu?"
Yun Fei hanya menanggapi pertanyaan pria itu dengan anggukan.
"Ikut aku, akan ku tunjukkan sesuatu padamu" ucap pria tersebut.
Anehnya, Yun Fei hanya mengangguk dan langsung mematuhi pria tersebut, padahal mereka tidak saling kenal, tapi ada sesuatu yang membuat Yun Fei tidak bisa membantahnya.
Tidak lama berselang, meraka sampai di sebuah danau yang cukup luas, airnya begitu tenang dan juga jernih, dan dari dalamnya terpancar energi alam yang begitu besar.
"Perlihatkan kekuatan-mu."
Yun Fei tidak mengatakan apapun, lalu menunjukkan kekuatan sejatinya, yaitu kekuatan petir surgawi, dan lagi-lagi, ia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya mematuhi pria itu.
"Kekuatanmu sungguh luar biasa, sepertinya sangat cocok dengan teknik yang akan aku turunkan padamu."
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak peduli kau mau menerimanya atau tidak, tapi aku akan tetap menurunkan teknik ini padamu."
"Perhatikan baik-baik!" ujar pria tersebut, lalu memperagakan gerakan pedang yang dikombinasikan dengan kekuatan petir.
Meski awalnya tidak mengerti apa yang diinginkan oleh pria itu, namun tidak bisa dipungkiri jika Yun Fei sangat mengagumi gerakan yang diperagakan oleh pria didepannya itu.
"Teknik yang luar biasa" gumam Yun Fei.
"Ada tiga hal mendasar yang harus dipahami saat menggunakan teknik ini, dengarkan dan perhatikan baik-baik!"
Sembari terus memperagakan teknik tersebut, pria itu menjelaskan tiga hal dasar yang ia katakan sebelumnya, lalu ia juga menjelaskan kunci utama untuk mencapai kesempurnaan teknik itu.
"Apa kau mengerti?" tanya pria itu.
Yun Fei mengangguk, "aku sudah mengerti dasar-dasarnya, tapi masih belum memahami keseluruhannya."
"Sekarang, peragakan gerakan itu dan aku akan membimbing-mu."
"Baik!"
Sejak saat itu, hari-hari Yun Fei selalu dilewati dengan latihan yang keras, namun anehnya, antara mereka berdua tidak ada yang namanya hubungan guru dan murid.
Yun Fei sempat menawarkan dirinya untuk menjadi murid pria itu, namun ia malah ditolak dengan berbagai macam alasan, bahkan Yun Fei dianggap tidak pantas menjadi muridnya.
Meski begitu, pria tersebut tetap membimbing Yun Fei dengan baik, layaknya seorang guru yang membimbing muridnya agar menjadi lebih kuat.
"Senior, kita sudah bersama cukup lama, tapi aku belum mengetahui siapa namamu."
"Belum saatnya kau mengetahui namaku" jawab pria tersebut.
"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "baiklah, maaf karena sudah lancang."
"Tidak perlu minta maaf."
"Fei, apa kau mau berjanji satu hal padaku?"
"Selama janji itu tidak sulit untuk dipenuhi, maka aku akan berjanji padamu" jawab Yun Fei.
Pria itu tersenyum, "berjanjilah untuk tidak menggunakan teknik ini, kecuali saat kau benar-benar terdesak."
"Baiklah, aku berjanji!" ujar Yun Fei.
"Satu lagi, berjanjilah untuk menggunakan teknik ini saat kau menemukan pedang yang bisa menahan kekuatan-mu."
Pria itu kemudian menjelaskan jika kekuatan petir milik Yun Fei bukanlah kekuatan petir bisa, sehingga butuh pedang yang tidak biasa pula untuk menahan kekuatan dahsyat itu.