
"Xue Ming, apa tujuanmu yang sebenarnya?"
Sebagai seorang kultivator dan juga ketua klan kuno, Yun Hao tentu bisa menebak jika Xue Ming memiliki niat tersembunyi, hanya saja ia masih belum mengetahui niatnya itu.
"A-apa maksud Anda, ketua?"
Yun Hao mengangkat sudut bibirnya, lalu melepaskan sedikit aura kekuatannya untuk menindas Xue Ming. Dan benar saja, aura itu berhasil mengintimidasi Xue Ming.
"Katakan yang sebenarnya atau kau akan menerima akibatnya!" ujar Yun Hao.
Tubuh Xue Ming bergetar, tekanan intimidasi yang menindas-nya itu membuat dirinya tidak bisa bergerak sedikitpun, bahkan ia seperti dipaksa untuk berlutut pada Yun Hao.
"Ba-baik, a-aku akan menjelaskan semuanya, ta-tapi..."
"Bagus, jelaskan sekarang juga!" ujar Yun Hao, lalu menarik kembali aura kekuatannya.
Xue Ming menghela napas lega, ia sangat bersyukur karena Yun Hao tidak langsung menyerangnya, jika tidak, sudah bisa dipastikan jika dirinya akan meregang nyawa saat itu juga.
"Apalagi yang kau tunggu? Jelaskan semuanya sekarang juga!"
"Ba-baik!"
Setelah itu, Xue Ming menjelaskan tujuannya menjalin kerjasama hanyalah untuk balas dendam, karena ia sadar jika dirinya tidak akan bisa membalaskan dendam itu jika sendirian.
Tapi, ia tidak menjelaskan jika dirinya tidak mengetahui identitas iblis bertopeng yang sebenarnya, karena jika ia melakukan hal itu, sudah pasti kerjasama mereka tidak akan terjalin.
Bahkan, kemungkinan terburuknya adalah, dirinya bisa saja dibunuh oleh Yun Hao saat itu juga dan jika hal itu terjadi, dendamnya tidak akan pernah bisa terbalaskan.
"Jadi, kau ingin memanfaatkan kekuatan klan-ku untuk membalaskan dendam-mu?"
"Bu-bukan seperti itu, ketua."
"Lalu?"
"Aku hanya ingin membantu klan awan, karena setelah ayahku meninggal, aku tidak memiliki siapapun lagi untuk diikuti" jawab Xue Ming.
"Bagaimana dengan sekte pilar suci?" tanya Yun Hao.
"Sekte pilar suci tidak mungkin mau membantuku, karena dendam ini hanya antara aku dan iblis bertopeng."
Yun Hao diam sejenak sembari memikirkan perkataan Xue Ming, walaupun kata-katanya terdengar meyakinkan, namun Yun Hao tidak bisa percaya sedikitpun padanya.
"Pemuda ini sangat licik, mungkin aku bisa memanfaatkannya."
"Baiklah, aku menerima-mu di klan ini, tapi ingatlah, jangan pernah melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan!"
"Te-terima kasih, ketua."
Yun Hao mengangguk, "pergilah, aku akan memanggilmu lagi jika ada tugas yang harus kau lakukan."
Xue Ming membungkuk, kemudian pergi meninggalkan kediaman utama klan langit cerah.
***
Dhuaaar!
Di kedalaman hutan wilayah tengah, Yun Fei nampak sedang berhadapan dengan hewan spiritual yang kuat, yaitu seekor ular yang level kekuatannya setara dengan ranah Spirit Surga.
Pertarungan mereka berdua sudah berlangsung cukup lama, keduanya juga sudah saling melukai satu sama lain, hanya saja, keadaan Yun Fei nampak lebih parah dari ular itu.
Tapi hal itu sangatlah wajar, karena perbedaan kekuatan antara mereka sangatlah besar, dan satu-satunya hal yang membuat Yun Fei bisa bertahan hanyalah kecepatannya.
Ular raksasa itu memang memiliki kekuatan yang luar biasa, gerakannya juga cukup gesit untuk ukuran tubuh besarnya itu, namun kecepatannya masih kalah dari Yun Fei.
"Tarian pedang petir!"
Slash!
Slash!
Dengan teknik yang diajarkan oleh Yun Aotian, Yun Fei berhasil mendaratkan tebasan beruntun ke tubuh ular raksasa itu, namun tidak semua tebasan-nya berhasil menembus sisik ular itu.
"Sial! Sisiknya benar-benar keras!"
Wushh.
Dhuaaar!
Yun Fei melompat dan melakukan gerakan salto kebelakang di udara, tepat setelah kedua kakinya mendarat di tanah, ia kemudian menebaskan pedangnya kearah ular itu.
Energi pedang yang cukup besar tercipta dari tebasan itu dan berhasil mengenai ular raksasa tersebut, juga berhasil menorehkan luka yang cukup besar di tubuh besarnya itu.
Akan tetapi, luka itu saja tentunya masih belum cukup untuk menumbangkan ular tersebut, karena ketahanan tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya sendiri.
Ular raksasa itu kemudian bergerak maju ke arah Yun Fei, pada saat yang bersamaan, ia juga menyemburkan cairan bisanya, tapi serangan itu lagi-lagi dihindari oleh Yun Fei.
Disisi lain, Yun Fei melompat tinggi ke udara untuk memperluas jarak antara dia dan ular tersebut, lalu setelah itu, Yun Fei membentuk segel dengan jari tangan kirinya.
Ketika segel itu di bentuk, di langit muncul puluhan pedang yang tercipta dari energi spiritual, lalu puluhan pedang itu melesat turun dengan kecepatan tinggi dan menghujani ular tersebut.
Dhuaaar!
Dhuaaar!
Ledakan terus terjadi ketika puluhan pedang itu menghantam tubuh ular raksasa. Dampak dari serangan itu juga sangat besar, bahkan menimbulkan getaran yang cukup hebat.
Namun sayangnya, Yun Fei tidak bisa melihat apa yang terjadi setelah itu, karena pandangannya dihalangi oleh debu-debu yang muncul akibat ledakan dahsyat itu.
"Apakah berhasil?"
Yun Fei memfokuskan pandangannya ke tempat ular itu berada. Tidak lama berselang, cairan bisa yang sangat banyak menyembur kearahnya dan hampir saja mengenai dirinya.
"Cihh! Rupanya kau belum mati juga!"
Setelah itu, Yun Fei menyimpan pedang kedalam cincin penyimpanannya, lalu ia membentuk segel dengan kedua tangannya.
Seketika itu juga, di langit muncul gumpalan energi yang cukup besar, kemudian gumpalan itu berubah menjadi sebilah pedang yang cukup besar.
"Matilah!" ujar Yun Fei.
Wushh.
DHUAAAR!
Pedang yang cukup besar itu melesat turun dengan kecepatan tinggi dan menghantam tubuh ular itu, bahkan hantamannya sampai menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat.
"Akhirnya dia mati juga" gumam Yun Fei seraya menghela napas lega.
Ia benar-benar lega karena ular itu sudah mati, jika serangan terakhir itu juga tidak bisa membunuhnya, mungkin ia harus menggunakan teknik terkuatnya sekali lagi.
Tapi jika dirinya menggunakan teknik itu, sudah pasti dirinya akan berada dalam kondisi yang sama untuk kedua kalinya, kondisi dimana dirinya hampir kehabisan energi spiritual.
Setelah beristirahat untuk melepaskan lelah, Yun Fei kemudian menghampiri tubuh ular raksasa itu, lalu menyerap kekuatan roh-nya untuk meningkatkan level kultivasi-nya.
Untuk saat ini, kultivasi Yun Fei masih berada di ranah Spirit Langit tahap awal, dengan kata lain, perjalanannya masih sangat jauh untuk bisa mencapai puncak tertinggi di dunia kultivasi.
Dengan menyerap kekuatan roh ular raksasa itu, Yun Fei mungkin bisa meningkatkan satu atau dua level kekuatannya, dan jika berhasil, barulah ia akan melanjutkan perjalanan.
Untuk sementara waktu, Yun Fei masih ingin menyusuri wilayah tengah, karena selain wilayahnya yang memang sangat luas, pastinya banyak tempat yang bisa ia datangi untuk menemukan sumberdaya.
***
"Xiao Ling, hari ini kau tidak usah latihan, karena ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu."
"Baik, guru!" ujar Huo Ling.
Lin Xia mengangguk, lalu mengulurkan tangannya pada Huo Ling, "genggam tangan-ku, tempat yang akan kita tuju sangatlah jauh."
"Memangnya dimana itu, guru?"
"Kau akan tahu saat tiba di sana nanti" jawab Lin Xia.
Huo Ling tidak menanyakan apapun lagi, lalu meraih tangan gurunya itu, lalu setelahnya, mereka berdua melesat terbang meninggalkan istana klan Asura.
Tidak lama berselang, keduanya sampai di sebuah tempat yang sangat indah, tempat itu adalah puncak sebuah gunung yang sangat tinggi.
Selain bisa melihat hutan yang sangat luas, mata Huo Ling juga dimanjakan oleh sebuah danau yang cukup luas, apalagi danau itu dipenuhi oleh bunga lotus yang sangat banyak.
"Bunga ini..."
"Namanya bunga lotus" sahut Lin Xia.
Ketika Lin Xia menyebutkan nama bunga itu, sebuah ingatan muncul di benak Huo Ling, ingatan yang berkaitan erat dengan bunga yang ada di danau itu, yaitu bunga lotus.