
Yun Fei pergi meninggalkan aula pertemuan dengan marah, ia juga kecewa pada kakek dan seluruh anggota keluarganya, karena mereka tidak melakukan apapun untuk ibunya.
Padahal, mereka semua sudah mengetahui penyebabnya, tapi mereka masih saja diam dengan alasan takut pada Lin Xia dan menurutnya, alasan mereka itu tidaklah berarti.
"Ayah, ibu, aku pasti akan membalaskan dendam kalian berdua!"
"Lakukanlah" sahut Fang Yuan.
Yun Fei menoleh pada kakeknya itu, "tanpa disuruh-pun, aku pasti akan melakukannya!"
"Kakek minta maaf, meski sudah mengetahui semuanya, tapi kakek malah diam dan tidak melakukan apapun."
Fang Yuan kemudian menjelaskan jika bukan hanya Lin Xia yang membuatnya diam, tapi juga karena kekuatan klan mereka yang sudah melemah, bahkan klan kuno yang terlemah.
"Melemah?"
Fang Yuan mengangguk, "semua ini terjadi karena tidak ada lagi yang menguasai teknik kuno."
"Maksud kakek?"
"Teknik yang kau gunakan itu adalah teknik kuno milik klan kita, dan sebelum ini, tidak ada yang menguasainya selain ibumu dan juga kakek buyut-mu" jawab Fang Yuan.
Ketika mendengar penjelasan kakeknya, Yun Fei tiba-tiba saja memikirkan sosok pria misterius yang mengajarinya tiga tahun lalu, karena teknik kuno itu ia dapatkan dari pria misterius tersebut.
Walaupun pria misterius itu hanya mengajarinya teknik tarian pedang petir, namun teknik kuno milik klan dewa angin yang ia kuasai saat ini juga diturunkan oleh pria itu.
"Jika tidak ada yang menguasai teknik itu selain ibu dan kakek buyut, lalu siapa pria itu?"
"Pria itu? Maksudmu?"
"Tiga tahun lalu, aku bertemu dengan seseorang, dia mengajariku teknik pedang dan dia jugalah yang menurunkan teknik kuno itu padaku."
Fang Yuan tersentak, "itu tidak mungkin! Mustahil ada orang luar yang menguasai teknik itu!"
"Jika itu teknik biasa, kakek bisa mengerti. Tapi ini adalah teknik kuno, mustahil dikuasai oleh orang lain."
"Aku juga tidak mengerti kakek, tapi memang dialah orangnya."
"Siapa orang itu? Kenapa dia menguasai teknik kuno milik klan-ku?"
Sekeras apapun Fang Yuan mencoba memikirkannya jawabannya, ia tetap tidak menemukan apapun, karena memang tidak ada yang bisa menguasai teknik kuno klan mereka.
Sebenarnya, Yun Aotian juga tidak menguasai teknik kuno milik klan dewa angin, tapi ia masih menguasai teknik biasa dan itupun setelah mempelajarinya selama bertahun-tahun.
Dan alasan kenapa Yun Aotian bisa menurunkan teknik itu juga bukan karena ia menguasainya, tapi karena ingatan yang ditinggalkan oleh mendiang istrinya.
"Yun Fei, bagaimana kalau sekarang kau istirahat, kakek yakin kau lelah setelah melakukan perjalanan panjang."
"Kakek benar! Aku memang butuh istirahat sekarang" sahut Yun Fei.
Fang Yuan mengangguk pelan, "baiklah, mari kakek antar ke kediaman-mu."
"Satu lagi, besok kakek akan memperkenalkan dirimu pada seluruh anggota klan, lalu kakek juga akan mengangkat-mu sebagai ketua klan yang baru."
"Aku setuju jika kakek ingin memperkenalkan diriku pada mereka, tapi untuk menjadi ketua klan, aku rasa itu belum saatnya" sahut Yun Fei.
"Alasannya?"
Yun Fei hanya menghela napas seraya menggeleng pelan, karena untuk saat ini, dirinya memang tidak memikirkan apapun selain membalaskan dendam kedua orang tuanya.
Selain itu, ia juga belum memiliki keinginan untuk menjadi seorang ketua klan, atau mungkin tidak akan pernah mau menjadi ketua klan, karena masih banyak hal yang belum ia lakukan.
"Ini kediaman-mu" ucap Fang Yuan setelah mereka tiba di sebuah bangunan yang terlihat megah.
"Kakek, apa ini rumahku?"
Meski sudah sering melihat bangunan yang megah, namun ia masih tetap kagum dengan kemegahan bangunan tersebut, apalagi setelah mengetahui jika bangunan itu adalah rumahnya.
Bisa dikatakan jika Yun Fei tidak percaya bahwa bangunan megah itu adalah rumahnya, karena selama ini ia hanya tinggal di rumah sederhana juga penginapan yang ada di kota.
Meskipun ia juga pernah tinggal di penginapan yang mewah, namun kemegahan penginapan itu tentu saja tidak sebanding dengan rumah yang disiapkan oleh kakeknya itu.
Fang Yuan tersenyum lembut, "benar, ini adalah rumahmu, rumah yang sudah kakek siapkan sejak lama."
"Terima kasih, kakek."
"Tidak usah berterima kasih, karena semua ini memang kakek siapkan untukmu" sahut Fang Yuan, lalu pergi meninggalkan Yun Fei.
***
Namun, apa yang ia harapkan nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan, karena para pemuda di klan dewa awan terlihat tidak ramah, bahkan memandang rendah dirinya.
"Hei, siapa kau? Kenapa kau bisa masuk ke klan kami?!"
"Maaf mengganggu, namaku Yun Fei."
"Yun? Apa kau anggota klan langit cerah?!"
"Untuk apa bertanya lagi, bukankah semuanya sudah jelas?"
"Itu benar! Hanya anggota klan langit cerah yang menggunakan kata 'Yun' di depan namanya!"
"Tunggu, kalian sepertinya salah paham, aku bukan berasal dari..."
Yun Fei mencoba menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya, namun perkataannya malah dipotong oleh salah seorang pemuda yang berada di depannya.
"Tidak perlu membantah, sialan!" ujar pemuda tersebut, lalu menyerang Yun Fei.
Karena tidak ingin menimbulkan masalah, Yun Fei hanya menghindari serangan tersebut, ia juga berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, tapi tidak ada yang peduli.
"Cihh! Lumayan juga kau, bocah sialan!"
"Hei, tenangkan diri kalian, aku bukan berasal dari klan langit cerah!"
"Berhentilah mengucapkan omong kosong yang tidak berguna!"
"Ada apa ini?!"
Semua orang yang ada di sana menoleh ke sumber suara, bahkan pemuda yang menyerang Yun Fei menghentikan serangannya hanya untuk melihat siapa orang itu.
"Tu-tuan Muda!"
"Apa yang kalian lakukan?!"
"Tuan Muda, ka-kami hanya sedang menghajar anggot klan langit cerah yang menyusup ke klan kita!"
"Benarkah?"
Pemuda yang baru datang itu mengarahkan pandangannya pada Yun Fei, ia mengamati penampilan Yun Fei dari atas sampai ke bawah, lalu menunjukkan senyuman remeh.
"Jadi kau anggota klan langit cerah?"
Yun Fei menggeleng pelan, "bukan, aku bukan anggota klan..."
Lagi-lagi, perkataan Yun Fei terpotong sebelum ia bisa menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya, karena pemuda itu tiba-tiba saja melesat maju dan melancarkan serangan.
Meski melancarkan serangan secara tiba-tiba, namun serangannya itu masih bisa dihindari dengan mudah oleh Yun Fei, tidak hanya itu saja, Yun Fei bahkan berhasil mendaratkan serangan.
Akibatnya, pemuda itu terpental sejauh beberapa meter dan terjungkal di tanah. Dan dari raut wajahnya, bisa dijelaskan jika pukulan yang ia terima di perutnya itu sangatlah menyakitkan.
"Si-sialan! Be-berani sekali kau memukulku!"
"Maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya berusaha melindungi diri" sahut Yun Fei.
"Kep***t! Sebaiknya kau jangan lari, karena kakekku tidak akan diam saja melihat aku dipukul oleh orang lain!"
"Kakek-mu?"
"Be-benar! Kakekku adalah adik patriark klan dewa angin, dia pasti akan membunuhmu!"
"Siapa yang mau membunuh siapa?"
"Ka-kakek, syukurlah kakek datang, lihat! Bocah sialan itu baru saja menghajar-ku!"
Fang Chao mengarahkan pandangannya pada pemuda yang dimaksud, wajahnya nampak memerah, bahkan tangannya gemetar karena menahan amarah yang memuncak.
"Kakek, maafkan aku, aku tidak tahu kalau dia adalah cucu kakek" ucap Yun Fei.
"Apa?!"
"Apanya yang apa, cucu sialan!? Apa kau tahu siapa dia?!" ujar Fang Chao.
"Me-memangnya dia siapa?"
"Dia adalah kakak sepupumu!"