
Keesokan harinya.
Berita mengenai gudang harta keluarga Xue yang dirampok telah menyebar luas, bahkan sampai saat ini, keluarga Xue masih sibuk mencari perampok itu di setiap sudut kota Hufeng.
Namun sayangnya, seberapa keras pun mereka berusaha mencarinya, tetap tidak membuahkan hasil apapun, jangan menemukannya, bahkan menemukan satu petunjuk pun tidak.
"Bagaimana!?"
"Maaf, patriark, kami tidak menemukan pelakunya."
"Cihh, apa saja yang kalian lakukan sam mencari perampok saja kalian tidak becus!?"
"Maafkan kami, patriark. Kami sudah..."
"Diam! Aku tidak butuh kata maaf kalian. Satu-satunya yang aku butuhkan sekarang adalah perampok sialan itu!"
"Ayah, apa mungkin ini perbuatan pemuda itu?"
Xue Jing diam sejenak sembari memikirkan perkataan putranya itu, "kau benar, jangan-jangan pemuda sialan itulah pelakunya!"
Selama ini, tidak ada seorangpun yang berani mengusik keluarga Xue, apalagi sampai merampok gudang harta mereka. Namun, semuanya berubah setelah mereka berurusan dengan Yun Fei.
Pemuda itu tidak hanya berani menyinggung putranya, tapi juga berani menyinggung Xue Jing selaku pemimpin keluarga Xue, bahkan Yun Fei pernah hampir membunuh Xue Ming.
"Tidak salah lagi, pasti dialah pelakunya!" ujar Xue Jing.
Tanpa ingin mencari petunjuk atau bukti terlebih dahulu, Xue Jing langsung menuduh Yun Fei sebagai pelaku perampokan tersebut, dan alasannya hanya karena ia tidak menyukai Yun Fei.
"Xue Ming, kumpulan pasukan dan ikut ayah mencari pemuda sialan itu!"
"Baik, ayah!"
***
Rumah lelang Phoenix.
"Yun Fei, keluar kau, bocah sialan!" Xue Jing berteriak kencang di depan pintu masuk rumah lelang Phoenix.
Sejak meninggalkan kediamannya, rumah lelang Phoenix adalah tempat pertama yang ingin ia datangi, karena menurut informasi dari anaknya, Yun Fei berhubungan baik dengan Mei Lien.
"Keluar sekarang atau aku akan menghancurkan tempat ini!" ujar Xue Jing.
Tidak lama berselang, dari dalam rumah lelang keluar seorang pria, namun dia bukanlah Yun Fei, melainkan tuan Huang yang merupakan pemilik rumah lelang tersebut.
Kemunculan tuan Huang sontak membuat mereka semua kaget, karena tidak menyangka jika dirinya ada di sana, padahal menurut rumor yang beredar, tuan Huang sedang ada di kota kekaisaran.
"Aku baru saja kembali dan kalian sudah berani mengacau di tempatku, sekarang katakan, apa yang kalian inginkan?" tanya tuan Huang.
Dengan sedikit gugup, Xue Jing melangkah maju, lalu membungkuk untuk memberi hormat pada tuan Huang, kemudian ia menjelaskan maksud kedatangannya ke sana.
"Yun Fei memang ada di sini dan akulah yang melarangnya keluar" sahut tuan Huang.
"Tuan, mohon izinkan kami membawa Yun Fei, karena ada urusan penting yang harus kami selesaikan."
"Xue Jing, aku tahu keluargamu sedang dalam masalah, tapi bukan berarti kau bisa melimpahkan masalah itu pada Yun Fei, apalagi kau tidak memiliki bukti."
"Tapi..."
"Aku kembali kemarin sore dan malamnya, aku menghabiskan waktu bersama Yun Fei, jadi mana mungkin dia bisa merampok keluargamu!"
Xue Jing dan orang-orangnya terdiam, sekarang mereka sudah tidak memiliki argumen apapun lagi. Selain itu, perkataan tuan Huang sudah bisa menjadi bukti jika Yun Fei tidak bersalah.
Meski begitu, Xue Jing masih sangat yakin jika Yun Fei lah yang merampok gudang harta keluarganya, hanya saja, ia tidak memiliki bukti apapun untuk memberatkan tuduhannya itu.
"Kembalilah, aku tidak ingin mengotori tanganku!"
"Baiklah, kami akan pergi dan maaf jika kedatangan kami sudah mengganggu anda, tuan Huang" sahut Xue Jing, kemudian meninggalkan tempat itu dengan menahan kekesalan.
Sementara itu, di ruang bawah tanah.
"Aku tidak menyangka kau benar-benar bisa membawa uang itu" ucap tuan Liang, ia nampak senang setelah menerima 1000 keping koin emas dari Yun Fei.
"Ini hanya masalah kecil, sekarang, tuan Liang bisa membuat barang yang aku inginkan" sahut Yun Fei.
"Benda yang kau inginkan sudah aku selesaikan."
"Apa!?"
Yun Fei benar-benar kaget mendengar perkataan tuan Liang, bahkan raut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya tidak percaya pada perkataan tuan Liang, karena menurutnya, mustahil membuat benda sesulit itu dalam semalam.
"Aku paham kalau kau tidak percaya, tapi jangan pandang remeh diriku ini."
Kemudian, tuan Liang mengambil kotak kayu di sebelahnya, lalu membuka dan menunjukkan isi dari kotak tersebut kepada Yun Fei, yang tidak lain adalah topeng dan jubah yang ia inginkan.
Kali ini, Yun Fei benar-benar tidak bisa berkata-kata, karena dua benda yang ia inginkan benar-benar telah diselesaikan dalam semalam, bahkan kedua benda itu dibuat dengan sangat sempurna oleh tuan Liang.
"Bagaimana?"
"Menakjubkan, keduanya sangat sempurna seperti yang aku inginkan, bahkan lebih dari itu" jawab Yun Fei.
Kemudian, Yun Fei meraih topeng hitam di dalam kotak tersebut, meski bentuknya sangat sederhana, namun apa yang terkandung di dalamnya jauh di atas kata "sederhana" itu sendiri.
Satu-satunya hal yang terlihat mencolok dari topeng hitam itu, hanyalah ukiran petir berwarna merah di bagian dahinya, dan selebihnya, benar-benar sama seperti topeng biasa pada umumnya.
"Aku membuatnya dengan bahan khusus, sehingga topeng ini tidak akan pecah ataupun hancur saat terkena serangan" ucap tuan Liang, lalu menjelaskan tentang kedua benda itu.
Ketika Yun Fei mengenakan topeng hitam itu, maka tidak ada yang bisa mengenali dirinya, karena aura di tubuhnya akan berubah, kecuali jika orang itu mengetahui tentang topeng tersebut.
Sedangkan untuk jubah hitam, tidak akan ada yang bisa mengetahui tingkat kultivasi Yun Fei, karena jubah itu akan langsung menyamarkan aura kultivasi-nya ketika ia memakai jubah hitam tersebut.
Tidak hanya itu saja, jubah hitam itu juga dibuat dengan bahan-bahan khusus, sehingga tidak akan robek ataupun hancur jika terkena serangan, dengan kata lain, jubah itu bisa melindungi tubuh Yun Fei dari serangan pisik.
Yun Fei tersenyum puas dan berkata, "terima kasih, tuan Liang, aku benar-benar puas dengan hasilnya." Kemudian, ia memberikan 1000 keping koin emas lagi.
"Ini untuk apa?"
"Anggap saja sebagai bonus" jawab Yun Fei, lalu keluar dari ruang bawah tanah, tapi tentunya setelah ia memakai topeng dan jubah tersebut.
***
"Kau sangat tergesa-gesa, anak muda! Apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih sebelum pergi?"
Langkah Yun Fei terhenti, lalu menoleh kearah sumber suara, "maafkan aku paman, aku tidak melihat paman di sana sebelumnya" sapa Yun Fei.
Tuan Huang menggeleng pelan, lalu menghampiri Yun Fei, "aku sudah melakukan yang terbaik, dan setelah ini, kau harus berusaha sendiri."
Walaupun pemuda di depannya itu mengenakan topeng dan memiliki aura berbeda, namun tuan Huang langsung bisa menebak jika pemuda itu adalah Yun Fei, karena hanya Yun Fei yang mengetahui tentang ruang bawah tanah selain dirinya dan putrinya.
"Terima kasih, paman" sahut Yun Fei.
"Berterimakasih-lah pada putriku, karena aku tidak akan melakukan ini kalau dia tidak memintanya."
"Baik, paman, kebetulan aku juga ingin menemui kak Mei."
Tuan Huang mengangguk, lalu menghilang dari pandangan Yun Fei. Kemudian, Yun Fei juga pergi meninggalkan tempat itu untuk menemui Mei Lien, karena ia ingin berpamitan dengannya.