The God Of Void

The God Of Void
Chapter 22. Menjadi perampok



Ruang bawah tanah.


Yun Fei tidak henti-hentinya dibuat kagum dengan semua benda yang ada di ruang bawah tanah itu, karena semua benda tersebut bukanlah benda biasa yang bisa ditemui dimana-pun.


Jika dilihat sekilas, benda-benda itu memang nampak biasa, namun jika diperhatikan dengan lebih teliti, ada energi khusus yang terkandung dalam setiap benda tersebut.


Setelah berjalan cukup jauh, Yun Fei tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, tatapan matanya tertuju pada sebuah topeng kayu yang berada dalam kotak kaca.


"Apa kau tertarik?" tanya Mei Lien.


Yun Fei mengangguk, "sayangnya aku tidak menyukai bentuknya."


"Sebutkan saja seperti apa yang kau inginkan, aku pasti akan membuatnya!"


"Tuan Liang, maaf jika kedatangan kami mengganggu waktumu" sapa Mei Lien pada pria di depannya itu.


Yun Fei akhirnya mengerti kenapa Mei Lien melarangnya menanyakan hal-hal aneh, karena penampilan pria di depannya itu sama anehnya dengan pertanyaan yang ada dalam benaknya.


Bagaimana tidak, pria itu memiliki tubuh yang sangat besar dan pendek, bahkan tingginya tidak sampai sebahu Yun Fei, lalu ia juga mengenakan pakaian yang terbuat dari besi.


Sekilas, pakaian yang ia kenakan hampir sama dengan zirah, hanya saja, bentuknya berbeda dengan zirah pada umumnya, atau mungkin bisa disamakan dengan zirah yang gagal diciptakan.


"Apa yang kau lihat!?"


"Bukan apa-apa, tuan" jawab Yun Fei.


"Jadi, apa yang kau inginkan?" tanya pria yang disapa tuan Liang itu.


Yun Fei diam sejenak, lalu menjelaskan mengenai dua benda yang ia inginkan, mulai dari bentuk hingga kegunaan benda itu, semuanya dijelaskan dengan sangat rinci oleh Yun Fei.


"Permintaanmu cukup rumit, jadi biayanya akan sangat mahal."


"Katakan saja" sahut Yun Fei.


"1000 koin emas, apa kau sanggup?"


Perkataan tuan Liang hampir saja membuat Yun Fei tersedak saliva-nya sendiri, karena tidak menyangka jika harga yang disebutkan oleh tuan Liang akan sangat mahal.


Meski begitu, Yun Fei tetap menyanggupinya, karena ia mengetahui jika pembuatannya tidak mudah dan memakan banyak tenaga, apalagi bahan yang digunakan adalah bahan terbaik.


"Jadi bagaimana?"


Yun Fei mengangguk, "aku setuju, dua hari lagi aku akan kembali untuk mengambilnya."


"Tidak masalah dan sebaiknya kau kembali dengan membawa uang yang cukup."


"Tentu saja, tuan Liang."


Setelah itu, mereka berdua pergi meninggalkan ruang bawah tanah, karena tuan Liang ingin segera memulai pekerjaannya, selain itu, Yun Fei juga harus mulai mengumpulkan uang.


"Fei, apa kau punya uang sebanyak itu?"


Yun Fei menggeleng pelan, "uangku hanya tersisa sedikit."


"Kau tenang saja, aku pasti akan membantumu."


"Aku rasa itu tidak perlu, karena aku memiliki cara untuk menghasilkan banyak uang dalam sekejap."


"Apa kau mau mencuri!?" Mei Lien langsung bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Yun Fei.


"Bukan mencuri, tapi meminta kompensasi" jawab Yun Fei.


"Maksudmu?"


"Besok kakak pasti tahu."


Apa yang ada dalam benak Yun Fei saat ini adalah, merampok gudang harta keluarga Xue. Walaupun tindakan itu sangat beresiko, namun tidak ada jalan lain selain melakukan hal itu.


Sebenarnya dia tidak ingin melakukannya, namun untuk saat ini, dia sangat membutuhkan uang. Kalaupun dia berburu, mustahil bisa mengumpulkan 1000 koin emas dalam dua hari.


Satu-satunya jalan adalah merampok gudang harta keluarga Xue, dan itupun ia lakukan demi memberi pelajaran pada keluarga Xue, karena selama ini, Xue Ming selalu mengusiknya.


***


Kilatan cahaya berwarna merah melesat ke arah wilayah keluarga Xue berada, itu adalah Yun Fei yang bergerak dengan menggunakan kecepatan maksimalnya.


Hanya dalam hitungan detik, Yun Fei yang semula berada di atap bangunan penginapan, kini telah berada di depan gerbang kediaman keluarga Xue.


"Penjagaannya lumayan ketat" gumam Yun Fei seraya mengamati situasi.


Setelah itu, ia kembali melesat dengan kecepatan tinggi dan melompati tembok tinggi yang mengelilingi kediaman keluarga Xue, lalu ia melompat ke atap salah satu bangunan di sana.


"Diantara semua bangunan, hanya bangunan itu saja yang memiliki banyak penjaga, berarti bangunan itu adalah gudang harta mereka."


Kemudian, Yun Fei menghilang dari pandangan dan sesaat kemudian, ia telah muncul di belakang salah seorang penjaga, laku setelah itu, Yun Fei membuat penjaga itu pingsan.


Di depan bangunan itu ada sekitar sepuluh prajurit yang sedang berjaga, namun mereka semua berhasil dibuat pingsan hanya dalam waktu yang kurang dari lima detik.


Selain itu, Yun Fei melakukannya tanpa menimbulkan suara sedikitpun, sehingga tidak ada prajurit lain yang menyadari kehadiran dirinya di bangunan tersebut.


"Xue Ming, anggap saja semua ini sebagai imbalan dari perbuatan-mu selama ini" gumam Yun Fei, kemudian membuka pintu bangunan itu.


Akan tetapi, saat menyentuh pintu bangunan tersebut, tangan Yun Fei tiba-tiba saja terpental, dan pada saat yang bersamaan, sebuah formasi sihir muncul di depannya.


"Ternyata ada formasi yang melindungi bangunan ini."


Yun Fei diam sejenak seraya memikirkan cara yang tepat untuk mematahkan formasi tersebut, namun sayangnya, ia lupa jika dirinya tidak memiliki pemahaman apapun mengenai formasi.


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "sepertinya hanya cara itu yang bisa kulakukan."


Setelah itu, Yun Fei mengalirkan energi spiritual ke tangan kanannya, sehingga membuat lengan kanannya itu diselimuti oleh kekuatan petir berwarna merah.


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi saat Yun Fei menghantam formasi itu dengan tinjunya, meski harus menimbulkan keributan, namun caranya itu sangatlah efektif.


Karena tidak ingin berlama-lama, Yun Fei langsung melesat masuk ke dalam bangunan itu, lalu mengambil semua hal yang bisa ia ambil hingga cincin penyimpanannya penuh.


"Saatnya untuk pergi" gunanya, lalu menghilang dari sana.


Disisi lain.


Semua orang di keluarga Xue tersentak kaget ketika mendengar suara ledakan, mereka yang penasaran langsung keluar dari rumahnya, lalu bergegas menghampiri sumber suara ledakan itu.


"Apa yang terjadi!?" tanya Xue Jing yang baru saja datang ke gudang harta.


"Patriark, gudang harta kita telah dirampok."


"Apa!?"


Xue Jing langsung mengarahkan pandangannya ke bangunan didepannya, ia benar-benar tidak menyangka jika di kota Hufeng ini ada seseorang yang begitu berani merampok harta keluarganya.


"Apalagi yang kalian tunggu!? Temukan pencuri itu sekarang juga!"


"Baik!"


Setelah mereka semua pergi, Xue Jing kemudian masuk ke gudang harta, namun saat tiba di dalam, amarah dalam dirinya langsung memuncak hingga sampai ke ubun-ubun.


"Tidak akan aku maafkan! Siapapun yang melakukan ini, dia pasti akan kubunuh dengan tanganku sendiri!"


Meskipun tidak semua hartanya di curi, namun jumlah yang diambil oleh pencuri itu lebih dari setengah harta keluarga Xue, yang artinya, kerugian yang mereka dapatkan benar-benar sangat besar.


***


Setalah meninggalkan gudang harta keluarga Xue, Yun Fei kemudian kembali ke penginapan yang ia sewa, namun karena merasa tidak terlalu aman, iapun akhirnya memutuskan untuk bermalam di hutan.


Disepanjang perjalanan, Yun Fei tidak henti-hentinya tertawa, apalagi ketika dirinya membayangkan raut wajah Xue Jing saat mengetahui gudang hartanya telah dirampok.


"Hahahaha! Ini hanya pembalasan kecil dariku dan seharusnya. Dan jika kau masih berani mengusikku, maka akibatnya akan lebih dari ini."