The God Of Void

The God Of Void
Chapter 68. Dewa pedang



Dimensi tempat mereka berada sekarang memang berbeda, karena selain tidak adanya energi Dewa, dimensi itu juga dilindungi oleh kekuatan misterius yang sangat kuat.


Sebenarnya, Lin Feng sempat meminta bantuan kepada para penjaga, namun sayangnya, mereka tidak bisa membantu karena tidak mengetahui apapun mengenai dimensi itu.


Selain para penjaga, Lin Feng juga pernah meminta bantuan pada sang penguasa, tapi permintaannya itu malah ditolak, karena tidak bersangkutan dengan alam semesta.


Bahkan, sang penguasa mengatakan jika dirinya harus mengikuti jalan takdir, karena sekeras apapun dia berusaha, tetap tidak akan bisa mengubah jalan yang sudah ditentukan oleh takdir.


"Lalu, bagaimana dengan kekuatan yang melindungi dimensi ini?"


"Kakek juga sempat menanyakan hal itu pada sang penguasa."


"Lalu apa jawabannya?"


"Kekuatan yang melindungi dimensi ini mustahil bisa dihancurkan, karena dia sendirilah yang menciptakan kekuatan itu."


"Apa?! Kenapa dia menciptakan kekuatan sedahsyat itu hanya untuk melindungi satu dimensi?"


Lin Feng menggeleng pelan, "entahlah, tapi yang pasti, ada alasan khusus yang membuatnya menciptakan kekuatan itu."


"Benar-benar merepotkan! Lalu, bagaimana cara kita keluar dari sini?"


"Itulah yang harus kita cari tahu."


Sama halnya dengan Lin Xia, energi Dewa dalam tubuh Lin Feng juga menghilang saat memasuki dimensi itu, sama seperti saat pertamakali dirinya terdampar di sana.


Kala itu, ia beruntung bisa keluar dari sana karena ada Jia Zhen dan Zhen Jia, tapi keberuntungan belum tentu datang dua kali, sehingga ia harus berusaha untuk menemukan cara itu.


Akan tetapi, sebelum menemukan cara untuk keluar dari sana, ia harus menyelesaikan satu masalah besar terlebih dahulu, yaitu mengembalikan ingatan anaknya.


"Mulai sekarang, aku sendirilah yang akan membantu mereka berdua!"


"Tidak, aku tidak setuju!"


"Apa maksudmu?"


"Hah" Lin Xia menghela napas panjang, "kakek itu adalah seorang dewa, bagaimana mungkin kakek bisa ikut campur dalam urusan manusia?"


"Kenapa tidak bisa? Mereka berdua adalah anakku dan aku berhak untuk ikut campur dalam hidup mereka!"


"Kakek, cobalah untuk mengerti!"


"Justru kaulah yang harus mengerti!" ujar Lin Feng.


"Baiklah, tapi aku mohon, jangan melakukan hal yang bisa mengacaukan keseimbangan dimensi ini" sahut Lin Xia.


"Hahahaha! Apa kau tidak sadar kalau keberadaan-mu disini sudah mengacaukan keseimbangan dimensi ini?"


"Sudahlah, kakek ingin istirahat sebentar" ucap Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan aula singgasana.


***


Ditempat lain.


Kematian beberapa anggota klan sudah diketahui oleh Yun Hao, ia benar-benar marah karena ada orang yang begitu berani mengganggu ketenangan juga keamanan klan-nya.


"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan jejak pelakunya?"


"Kami masih belum menemukan apapun, patriark."


Tidak lama berselang, salah seorang mata-mata klan datang ke aula pertemuan, ia kemudian melaporkan jika ada beberapa anggota klan mereka yang dibunuh lagi.


"Kep***t! Siapa sebenarnya yang melakukan hal ini?!"


"Patriark, sepertinya ada yang ingin menghancurkan klan kita" sahut salah seorang petinggi klan.


"Kerahkan pasukan kita! Bagaimanapun juga, kita harus menemukan pembunuh sialan itu!"


"Baik, patriark!"


Setelah semua orang keluar dari aula pertemuan, Xue Ming yang sudah lama tidak menampakkan diri akhirnya muncul di hadapan Yun Hao.


"Bagaimana hasilnya?"


"Bukankah Anda bisa merasakannya sendiri, patriark?"


Yun Hao mengangguk, ia tentu bisa merasakan perbedaan aura pada diri pemuda itu, dan saat ini, aura kekuatan Xue Ming sudah jauh lebih besar dari sebelumnya.


"Aku sudah mengetahui semuanya dan aku akan menemukan pembunuh itu untukmu" ucap Xue Ming, lalu meninggalkan aula pertemuan.


Sementara itu.


Yun Fei yang tengah duduk bermeditasi di hutan, tiba-tiba saja mengakhiri meditasi-nya saat merasakan aura keberadaan seseorang yang sedang mengawasi dirinya.


Namun sayangnya, saat ia berusaha untuk mencaritahu dimana orang itu berada, ia justru tidak menemukan apapun di sekitarnya, padahal auranya terasa sangat jelas olehnya.


"Ini aneh, jelas-jelas aku merasakan aura keberadaan seseorang" gumam Yun Fei.


"Sangat mudah bagi seorang kultivator untuk menyembunyikan dirinya" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari kejauhan.


"Aura? Jika kau mengetahui caranya, maka akan sangat mudah bagimu untuk menyatukan aura dengan energi alam di sekitar-mu."


Yun Fei mengerutkan dahinya, ia benar-benar tidak paham dengan perkataan pria berjubah hitam itu. Selain itu, ia tidak mengenali pria aneh yang ada di depannya itu.


"Siapa kau ini?"


"Pertanyaannya bukan siapa aku, tapi siapa kau ini?"


"Siapa aku tidaklah penting untuk kau ketahui!" jawab Yun Fei.


Pria berjubah hitam itu tersenyum, "Kau salah, justru siapa kau itu adalah hal yang sangat penting untukku!"


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "pergilah, aku sedang tidak ingin membunuh orang" ucapnya.


"Hahahaha! Perkataan-mu mengingatkan-ku pada masa laluku. Tapi, apa kau yakin bisa membunuhku?"


Yun Fei mengepalkan tinjunya, perkataan pria itu membuat amarahnya memuncak, bahkan ia tidak segan-segan untuk melepaskan aura membunuh yang sangat besar.


Tapi, kemunculan aura membunuh itu tidak memberikan dampak apapun padanya, bahkan ia masih bisa tersenyum seolah aura itu adalah aura kehidupan yang menenangkan.


"Sepertinya aku memang harus menggunakan kekerasan untuk membuatmu mengerti!"


Setelah itu, Yun Fei melesat maju dan langsung menyerang pria berjubah hitam itu, namun sayangnya, semua serangan yang ia lancarkan selalu berhasil dihindari oleh pria itu.


Yun Fei terus melancarkan serangan, namun tidak satupun yang berhasil mendarat ditubuh pria itu, padahal ia sudah menggunakan kecepatan tinggi saat melancarkan serangannya.


"Sepertinya aku harus menghadapi-mu dengan serius" ucap Yun Fei, kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.


"Kau mau melawanku dengan pedang?"


"Memangnya kenapa? Apa kau takut?"


Pria itu tersenyum lembut, lalu meraih ranting kecil yang tergeletak di tanah, "aku tidak takut sedikitpun. Tapi bagaimana denganmu, apa kau tidak takut?"


"Hahaha! Jangan bercanda, kau pikir aku akan takut pada ranting itu?"


"Sudah seharusnya kau takut pada ranting ini!"


Wushh!


Energi pedang yang sangat besar tercipta saat pria itu mengayunkan ranting di tangannya, beruntung energi pedang itu melesat kearah berbeda, jika tidak, Yun Fei pasti akan terluka karenanya.


"I-ini tidak mungkin?!"


Yun Fei benar-benar kaget melihat dampak kehancuran yang ditimbulkan oleh energi pedang itu, karena energi pedang itu benar-benar menyapu apapun yang ada dalam jangkauannya.


"Siapa sebenarnya pria ini?"


"Pedang atau ranting, semuanya tergantung pada orang yang menggunakannya."


"Jika diserahkan pada orang yang tidak memahaminya, senjata sehebat apapun tetap tidak akan berguna, begitupun sebaliknya."


"Tuan, siapa kau sebenarnya?" tanya Yun Fei yang mulai penasaran dengan identitas pria itu.


"Jawab pertanyaan-ku, apa kau ingin belajar teknik pedang yang sesungguhnya?"


"Maksudmu?"


"Jadilah murid-ku, maka kau akan memahami apa arti pedang yang sesungguhnya."


"Tapi siapa kau sebenarnya?"


"Dewa pedang, Lin Feng!"