
"A-apa yang terjadi?!"
Huo Ling yang baru saja kembali benar-benar kaget dan bingung melihat keadaan klan yang hancur, walaupun tidak menyeluruh, tapi kerusakan yang terjadi cukup parah.
"Nona" sapa seorang anggota klan.
"Apa yang terjadi?" tanya Huo Ling.
Pemuda itu diam sejenak, lalu menceritakan apa yang telah menimpa klan mereka, dan ia juga menceritakan tentang keadaan ayahnya yang sedang terluka parah.
"Ayah terluka?"
"Benar, Nona!"
"Ayah..." Huo Ling mengepalkan tinjunya, lalu bergegas menuju ke kediaman ayahnya.
Setibanya di kediaman pemimpin klan, Huo Ling langsung disambut oleh para petinggi klan, namun tidak seorangpun dari mereka yang mau menjelaskan keadaan ayahnya.
"Ling'er, sebaiknya kau lihat sendiri keadaan ayahmu" ucap Huo An, kemudian membawa Huo Ling ke tempat ayahnya berada.
Tangis Huo Ling langsung pecah ketika melihat ayahnya yang tengah terbujur lemah ditempat tidur, seluruh tubuhnya terlihat pucat dan energi spiritualnya sangatlah lemah.
"Siapa pelakunya?!"
"Iblis bertopeng" jawab Huo An.
"Itu tidak mungkin!" ujar Huo Ling.
Tentu saja Huo Ling tidak percaya kalau iblis bertopeng-lah yang melukai ayahnya, karena mau bagaimanapun juga, ia mengenal dan mengetahui siapa iblis bertopeng itu sebenarnya.
"Kau boleh saja tidak percaya, tapi kami semua melihatnya dengan jelas."
"Dia tidak hanya menyerang dan membunuh anggota klan, tapi juga melukai ayahmu hingga kondisinya seperti ini."
"Apa alasannya? Kenapa semua ini bisa terjadi?"
Huo An menggeleng pelan, karena ia sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, namun ia tetap menjelaskan mengenai kesalahpahaman antara mereka.
Dari penjelasan pamannya itu, Huo Ling bisa memahami jika ada pihak lain yang menjebak klan-nya, tapi yang sangat tidak ia sangka adalah, Yun Fei begitu tega melukai ayahnya.
"Yun Fei, aku memang mencintaimu, tapi yang kau lakukan ini sudah sangat keterlaluan!"
***
Setelah menempuh perjalanan jauh yang memakan banyak waktu dan penuh dengan rintangan, Yun Fei akhirnya berhasil sampai di wilayah klan api suci yang ada di wilayah Utara.
Namun, bukannya mendapatkan sambutan yang baik ataupun ramah, kedatangannya ke klan api suci justru disambut dengan puluhan senjata yang diarahkan padanya.
"Teman-teman, apa yang kalian lakukan? Aku datang dengan maksud baik" ucap Yun Fei.
"Oh, apa sekarang kau sudah berperan menjadi orang baik?" tanya Huo Qian yang baru saja muncul di sana.
Yun Fei mengerutkan dahi karena tidak mengerti dengan perkataan Huo Qian, "apa maksudmu, paman? Apakah aku pernah menjadi orang jahat?"
"Kep***t! Bisa-bisanya kau bersikap polos setelah melakukan ini semua!"
"Bunuh dia!" ujar Huo Qian.
"Baik!"
"Hentikan!"
Huo Ling datang ke gerbang bersama dengan para petinggi klan lainnya, termasuk Huo An yang juga ikut bersama mereka.
"Huo Ling, syukurlah kau datang, tolong jelaskan pada..."
Sebelum Yun Fei sempat menyelesaikan ucapannya, Huo Ling telah lebih dulu melesat maju dan melancarkan serangan, namun berhasil dihindari oleh Yun Fei.
"Apa yang kau lakukan?!"
"Justru akulah yang seharusnya bertanya, apa yang sudah kau lakukan pada ayahku?!"
"Apa? Memangnya ayahmu kenapa?"
"Jangan pura-pura bodoh, sialan!"
Huo Ling mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, lalu menyerang Yun Fei lagi. Namun kali ini, Huo Ling menyerang dengan niat membunuh yang sangat kuat.
"Cihh! Kecepatan-mu memang menyebalkan."
"Huo Ling, dengarkan penjelasan-ku dulu."
"Mendengarkan penjelasan-mu? Lalu, apa saat itu kau juga mendengarkan penjelasan ayahku?"
"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti!"
"Hah" Huo Ling menghela napas panjang, lalu memasang kuda-kuda, "tarian pedang angin!"
Huo Ling tidak main-main, ia bahkan menggunakan teknik yang baru ia kuasai untuk menghadapi kekasihnya sendiri, dan bisa dilihat dengan jelas jika dirinya benar-benar ingin membunuh Yun Fei.
"Teknik ini hampir sama dengan tarian pedang petir, apa pria itu juga yang mengajarinya?"
Tarian pedang angin memang memiliki gerakan yang hampir sama dengan tarian pedang petir, oleh karena itu, Yun Fei bisa langsung menebak siapa yang mengajari teknik itu pada Huo Ling.
Selain itu, dalam ingatannya juga tertanam segala hal tentang teknik pedang angin, dan sudah pasti ia mengetahui cara untuk mengatasi teknik yang hampir sama dengan miliknya itu.
Pertarungan keduanya berlangsung lama, namun sejak pertarungan dimulai, Yun Fei belum melancarkan satu serangan-pun dan hanya fokus menghindari serangan Huo Ling.
Berbeda dengan Yun Fei, Huo Ling justru tidak segan-segan melancarkan serangan pada Yun Fei, bahkan setiap serangannya mengandung niat membunuh yang begitu kuat.
Wushh.
Dhuaaar!
Sebuah serangan menghantam tubuh Yun Fei hingga membuatnya terlempar jauh, tidak hanya itu saja, ia bahkan memuntahkan darah segar akibat serangan tersebut.
"Paman, apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya menggunakan cara yang sama sepertinya" jawab Huo Wen.
"Maksud paman?"
"Saat bertarung dengan ayahmu, iblis bertopeng menggunakan cara licik, jika tidak, ayahmu tidak mungkin bisa terluka separah itu!"
Huo Ling mengepalkan tinjunya, amarah yang sangat besar tergambar jelas di raut wajahnya. Bahkan, dari dalam tubuhnya terpancar aura membunuh yang sangat besar dan menyebar ke segala arah.
"Yun Fei, aku pasti akan membunuhmu!" ujar Huo Ling, lalu melompat ke udara.
Setelah itu, Huo Ling menciptakan sebuah bola api yang sangat besar, kemudian melemparkan bola api tersebut kearah Yun Fei.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi saat bola api berwarna emas itu menghantam tubuh Yun Fei, meski sempat menciptakan perisai, namun kekuatannya masih kalah jauh dari Huo Ling.
Slash!
Dengan keadaan yang sudah terluka, Yun Fei tidak bisa menghindari serangan cepat yang dilakukan oleh Huo Ling, sehingga tebasan itu mengenai tubuhnya.
"A-apa kau puas?"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Yun Fei berhasil menghentikan tindakan Huo Ling, jika tidak, ia pasti sudah memenggal kepala kekasihnya itu.
"Jika kau masih belum puas, silahkan lakukan apapun yang kau inginkan, tapi ingatlah, jangan menyesali apa yang kau lakukan."
"Satu-satunya penyesalan dalam hidupku adalah mengenalmu!" ujar Huo Ling.
"Pergilah, aku akan mengampuni nyawamu kali ini, tapi sebaiknya kau jangan muncul lagi di hadapanku, atau aku akan membunuhmu!"
"Satu lagi, hubungan kita berakhir sampai disini dan mulai sekarang, kita adalah musuh!"
Luka yang ia alami memang menyakitkan, namun perkataan Huo Ling terasa jauh lebih menyakitkan daripada semua luka ditubuhnya itu.
"Baiklah, aku akan pergi."
Yun Fei berdiri, kemudian pergi meninggalkan klan api suci dengan langkah yang lemah.
"Huo Ling, ada satu hal yang harus kau ketahui, aku tidak akan mungkin menyakiti keluargamu" ucap Yun Fei, lalu menghilang dari pandangan semua orang.
"Ling'er, kenapa kau melepaskannya?!"
Huo Ling tidak menanggapi perkataan Huo Qian dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Cihh! Biar aku saja yang menyelesaikan semua ini!" ujar Huo Wen, lalu menyusul Yun Fei bersama beberapa orang prajurit klan.