The God Of Void

The God Of Void
Chapter 75. Hari penyerangan



Beberapa hari kemudian.


"Matriark, ada kabar buruk!" ujar salah seorang prajurit klan.


"Katakan, kabar buruk apa yang kau bawa."


Pria itu terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Matriark, klan langit cerah dan klan cahaya sedang bergerak menuju ke klan kita."


Huo Ling tersentak dan berdiri dari tempat duduknya, "apa kau mengetahui siapa saja yang mereka bawa?"


"Semuanya, mereka membawa semua pasukannya!"


"Sial! Sepertinya mereka berniat menyerang kita!" ujar Huo Qian.


"Persiapkan semua pasukan, mari kita tunjukkan jika klan kita tidak takut pada mereka!"


"Baik, Matriark!"


Setelah itu, Huo Ling langsung meninggalkan aula pertemuan untuk maju terlebih dahulu, karena sebagai seorang pemimpin dari sebuah klan, harus berada diposisi paling depan.


"Aku akan ikut denganmu" ucap Yun Fei.


"Aku juga tidak akan tinggal diam!" sahut Lin Xia.


"Mau bagaimana lagi? Aku juga sudah lama tidak turun ke medan perang."


Huo Ling mengangguk pelan, "terima kasih, semuanya!"


Huo Ling, Yun Fei, Lin Feng, Lin Xia, dan Yun Aotian, mereka berlima berangkat terlebih dahulu untuk menghadang pasukan kedua klan itu, dan saat dalam perjalanan, Yun Fei mengenakan topengnya lagi.


"Kenapa kau memakainya lagi?"


"Bagi mereka, Yun Fei atau iblis bertopeng itu sudah mati, jadi lebih baik aku menggunakan identitas sebagai pemimpin klan dewa angin saja" jawab Yun Fei.


"Menurutku, lebih baik kau menggunakan identitas aslimu, tapi itu terserah kau saja!" ujar Lin Xia.


"Itu memang benar, tapi aku lebih suka melenyapkan mereka dengan identitas ini."


"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa bertarung dengan putraku lagi" ucap Lin Feng dalam hatinya.


***


Tidak lama kemudian.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka berlima akhirnya bertemu dengan pasukan klan langit cerah dan pasukan cahaya yang siap untuk menyerang klan api suci.


"Wah, lihat ini... aku tidak menyangka jika ketiga pemimpin klan akan berkumpul di sini" ucap Yun Hao.


"Yun Hao, apa sebenarnya yang kau rencanakan?"


"Hahahaha! Jia Zhen, daripada kau mengurusi masalah orang lain, lebih baik kau jaga klan-mu saja" sahut Guang Zhao.


"Kau tidak perlu mengajariku!"


Yun Hao mengangkat sudut bibirnya, "benarkah? Lalu, apakah kau sudah mendapatkan kabar dari anggota klan-mu? Atau jangan-jangan..."


Yun Fei tersentak kaget, ia baru menyadari jika klan dewa angin sedang berada dalam bahaya.


"Kau... jika ada satu orang saja dari klan-ku yang terluka, aku bersumpah akan melenyapkan kalian semua!"


"Hahahaha!" tawa penuh kemenangan keluar dari mulut Yun Hao, "silahkan saja, tapi aku tidak menjamin apakah mereka bisa selamat atau tidak!"


"Keparat!"


"Tahan amarahmu" ujar Lin Xia seraya menahan bahu Yun Fei.


"Apa maksudmu?!"


"Serahkan mereka padaku dan aku jamin, keluargamu akan baik-baik saja!" ujar Lin Xia, lalu menghilang dari pandangan mereka semua.


Kepergian Lin Xia membuat Yun Hao dan Guang Zhao tertawa bahagia, karena penghalang terbesar mereka sudah meninggalkan medan peperangan demi menyelamatkan klan dewa angin.


Dengan kata lain, empat orang yang ada di hadapan mereka saat ini bukanlah apa-apa bagi mereka, namun, mereka tidak mengetahui bahwa penghalang terbesar mereka bukanlah Lin Xia.


"Bagus! Karena dia sudah pergi, artinya kita bisa melenyapkan mereka dengan mudah" ucap Guang Zhao.


"Hahahaha!"


Baik kedua pemimpin ataupun prajurit dari kedua klan itu, mereka semua menertawakan penampilan Lin Feng yang hanya memiliki satu tangan saja.


Meski begitu, Lin Feng masih tetap santai dan tidak menanggapi tawa ejekan mereka semua, bahkan ia dengan santainya mengeluarkan pedang hitam dari cincin penyimpanannya.


"Fei, aku hanya akan menunjukkan hal ini satu kali, jadi lihat dan perhatikan baik-baik."


Setelah itu, Lin Feng menghilang dari pandangan semua orang dan pada saat yang bersamaan, beberapa prajurit tiba-tiba saja tewas dengan kondisi yang mengenaskan.


Tidak hanya itu saja, di langit juga muncul ratusan pedang energi yang langsung menghujani pasukan musuh, sehingga jumlah mereka berkurang drastis hanya dalam hitungan detik saja.


"Huo Ling, aku juga akan memperlihatkan hal ini satu kali padamu."


Yun Fei dan Huo Ling tersentak kaget, karena Lin Feng masih ada di sebelah mereka, padahal jelas-jelas keduanya melihat Lin Feng bergerak ke arah pasukan musuh.


"I-ini tidak mungkin?! Ba-bagaimana guru bisa ada dua?"


Sementara Lin Feng tengah sibuk membantai pasukan musuh, Lin Feng yang berada tepat di sebelah Huo Ling kemudian menciptakan bola api emas dengan jumlah yang sangat banyak.


Namun, bola api emas itu sangat berbeda dengan milik Huo Ling, karena di dalamnya juga terkandung kekuatan petir merah yang merupakan kekuatan sejati milik Yun Fei.


"Guru! Bukankah ini berbahaya? Maksudku, dirimu yang satunya..."


"Saling percaya adalah hal yang sangat penting dalam melakukan serangan gabungan dan jangan lupakan ketenangan juga konsentrasi" sahut Lin Feng.


Setelah menyelesaikan ucapannya, Lin Feng kemudian melempar puluhan bola api itu kearah musuh, ia terlihat tidak peduli dengan dirinya yang satu lagi yang tengah berada di sana.


Dhuaaar!


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi ketika puluhan bola api itu mengenai sasarannya. Dengan gabungan dari dua kekuatan yang luar biasa, serangan itu tentunya berhasil merenggut ratusan nyawa.


"Serangan yang sungguh dahsyat!"


"Meski tidak begitu yakin, tapi kekuatan ini sudah melebihi kekuatan kultivator terkuat sekali-pun."


Tidak lama berselang, Lin Feng yang sebelumnya menyerang musuh secara langsung, tiba-tiba saja muncul di dekat mereka, lalu menyimpan kembali pedang hitam itu kedalam cincinnya.


"Sekarang, selesaikan apa yang harus kalian selesaikan" ucap Lin Feng.


"Baik!" jawab Yun Fei dan Huo Ling serempak, kemudian mencoba menggunakan serangan gabungan seperti yang dilakukan oleh Lin Feng sebelumnya.


Meskipun baru pertamakali melakukan serangan gabungan yang berbahaya, namun keduanya berhasil melakukannya dengan baik, walaupun dampak serangannya tidaklah sedahsyat serangan Lin Feng sebelumnya.


Disisi lain.


Walaupun sudah terlambat mengetahui rencana empat klan kuno, namun kedatangan Lin Xia tidaklah terlambat dan sangat tepat waktu, karena saat ia sampai di sana, peperangan itu belum dimulai.


"Tuan Muda!" sapa Fang Yuan.


"Kalian tenang saja, aku akan membantu kalian mengatasi masalah ini."


"Terima kasih, tuan muda. Lalu, bagaimana dengan patriark muda?"


"Dia sedang membantu klan api suci bersama kakekku" jawab Lin Xia, lalu mengarahkan pandangannya pada kedua pemimpin klan kuno yang siap menyerang.


"Long Zhuo, Bing Zhan, sebaiknya kalian urungkan saja niat bodoh kalian ini!"


"Hahahaha! Memangnya kau itu siapa? Kenapa kau begitu berani mengatur apa yang harus kami lakukan?!"


"Hah" Lin Xia menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "aku peringatkan sekali lagi, lebih baik kalian kembali atau..."


"Apa apa?!" ujar Bing Zhan.


"Apa kau sedang mengancam kami semua?!"


"Aku tidak mengancam, hanya memberikan peringatan saja" sahut Lin Xia.


"Kalau begitu, berikan saja peringatan-mu itu pada orang yang membutuhkan."