
Benua Huangwu terbagi menjadi empat wilayah, dan di setiap wilayahnya dipimpin oleh empat kekaisaran, yang salah satunya adalah kekaisaran timur.
Jarak antara wilayah timur dan Utara sangatlah jauh, apalagi jarak antara kota Hufeng dengan klan api suci, dan setidaknya butuh waktu satu bulan untuk sampai di sana.
Akan tetapi, waktu tempuh itu bisa lebih singkat jika menunggangi hewan spiritual yang memiliki kecepatan tinggi, terutama yang hewan spiritual yang bisa terbang.
Namun, untuk menjinakkan hewan spiritual bukanlah perkara yang mudah, terlebih jika kekuatannya sangat tinggi, tentu akan semakin sulit untuk menjinakkannya.
Karena sangat sulit, banyak para kultivator yang memilih untuk menunggangi kuda, karena selain lebih mudah dijinakkan, kuda juga memiliki kecepatan yang lumayan.
Sama halnya dengan rombongan Yun Fei, mereka lebih memilih untuk menunggangi kuda, karena mustahil mereka pergi ke wilayah Utara dengan berjalan kaki.
"Fei, apa kau tidak memiliki keinginan untuk bergabung dengan sekte?"
Yun Fei menggeleng pelan, "Aku lebih suka hidup bebas tanpa terikat dengan apapun."
"Tapi bukankah akan lebih bagus jika memiliki seorang guru?"
"Kau benar, tapi untuk saat ini, aku belum memikirkan tentang hal itu."
Yun Fei tentu punya keinginan untuk memiliki seorang guru, namun ia sadar jika dirinya bukanlah siapa-siapa, sehingga tidak mungkin ada yang ingin menjadi gurunya.
Selain itu, ia juga memiliki keinginan untuk bergabung dengan suatu sekte, namun sampai saat ini, masih belum ada satupun sekte yang bisa membuatnya tertarik.
"Jika kau mau, aku bisa merekomendasikan dirimu ke salah satu sekte di wilayah Utara" ucap Huo Ling.
"Tidak perlu, karena aku masih ingin berjalan sendiri" sahut Yun Fei.
Disisi lain.
Keakraban Yun Fei dan keponakannya tentu membuat Huo An sedikit tercengang, karena tidak menyangka jika Huo Ling bisa akrab dengan orang yang baru ia kenal.
Selain itu, ia juga tidak menyangka jika Huo Ling yang biasanya dingin pada laki-laki, sekarang malah terlihat sangat ramah, bahkan ia tersenyum lembut pada Yun Fei.
"Syukurlah, akhirnya dia menemukan seorang teman."
Sebagai seorang paman, Huo An tentu merasa khawatir dengan sikap dingin keponakannya itu, tapi sekarang, ia bisa lebih tenang karena Huo Ling telah memiliki teman.
"Tuan, apakah tidak apa-apa membiarkan nona dekat dengan pemuda itu?" tanya salah seorang pengawal Huo Ling.
"Jangan khawatir, aku kenal siapa pemuda itu dan dia adalah anak yang baik hati" jawab Huo An.
"Tapi, bagaimana kalau-"
"Aku yang akan mengurus semuanya!" ujar Huo An.
"Baik, tuan."
Meskipun Huo An merasa senang dengan kedekatan mereka, namun belum tentu anggota klan yang lain merasakan hal yang sama seperti Huo An, terutama ayah Huo Ling.
Sejak kecil, Huo Ling sudah dididik dengan sangat keras oleh ayah dan para pamannya. Dan itulah yang menjadi alasan kenapa Huo Ling memiliki sikap yang dingin.
Tapi, pertemuannya dengan Yun Fei berhasil mengubah sikap dingin itu, bahkan Huo Ling yang sekarang sudah bisa tertawa lepas seolah tidak ada beban apapun di dalam hatinya.
Karena itulah, Huo An akan melakukan apapun demi untuk mempertahankan hal tersebut, termasuk berdebat atau bahkan berhadapan dengan kakaknya.
"Tuan, aku merasakan keberadaan hewan spiritual di depan sana."
Huo An mengangguk, "selesaikan dengan cepat, jangan sampai perjalanan kita terhambat."
"Baik, tuan!"
Salah seorang dari pengawal Huo Ling kemudian menghilang dari pandangan, lalu ia muncul lagi di tempat yang ia maksud, yaitu tempat hewan spiritual itu berada.
Pada saat yang bersamaan, Yun Fei juga merasakan keberadaan hewan spiritual tersebut, namun ia tidak bisa melakukan apapun, karena sudah ada yang menanganinya.
"Kau tenang saja, perjalanan kita tidak akan terhambat" ucap Huo Ling.
Yun Fei tersenyum lembut, "memang enak jika memiliki pengawal, semuanya terasa mudah tanpa harus melakukan apapun."
"Jangan salah, memiliki pengawal justru sangat menjengkelkan" sahut Huo Ling.
"Maksudmu?"
"Hahaha! Itulah kenapa aku lebih suka sendiri."
Huo Ling menoleh pada Yun Fei, "aku iri padamu."
"Iri kenapa?"
"Aku iri karena kau bisa pergi dengan bebas tanpa memikirkan apapun, sedangkan aku..."
"Justru kaulah yang membuatku iri, karena masih memiliki keluarga yang menyayangimu."
Huo Ling tersentak, ia baru sadar jika ucapannya barusan telah menyinggung perasaan Yun Fei, padahal ia sendiri sudah mengetahui jika Yun Fei tidak memiliki keluarga.
"Maaf, aku tidak bermaksud..."
"Tidak apa-apa" sahut Yun Fei dengan senyuman yang dipaksakan.
Rasa bersalah Huo Ling semakin besar saat melihat keceriaan yang menghilang di wajah Yun Fei, ia bahkan kesal pada dirinya sendiri karena lupa dengan situasi Yun Fei.
Pada akhirnya, Huo Ling lebih memilih untuk diam, ia benar-benar bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, padahal ia ingin sekali menghibur temannya itu.
***
Malam harinya.
Karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan di malam hari, mereka pun memutuskan untuk bermalam di hutan, lalu akan melanjutkan perjalanan esoknya.
Selain itu, kuda yang mereka tunggangi juga butuh istirahat, dan tentunya, mereka juga membutuhkan hal yang sama, apalagi perut mereka sudah minta diisi.
"Paman, dimana Yun Fei?" tanya Huo Ling.
"Di atas pohon itu" jawab Huo An seraya mengarahkan telunjuknya ke pohon besar yang tidak jauh dari mereka.
"Kalian kenapa?"
Huo Ling menghela napasnya, kemudian menjelaskan apa yang telah terjadi hingga membuat mereka saling diam, selain itu, Huo Ling juga meminta saran pada pamannya itu.
"Hampiri dia dan minta maaflah padanya."
"Sudah kulakukan, tapi sepertinya dia sangat sedih hingga tidak mau memaafkan aku."
Huo An tersenyum, "coba lagi, paman yakin dia akan memaafkan-mu kali ini."
"Benarkah?"
"Hanya ada dua hal yang bisa membuat seorang laki-laki bersedih, pertama adalah keluarga, dan kedua adalah wanita yang ia cintai."
"Dan untuk masalah Yun Fei, saat ini dia membutuhkan seseorang yang bisa dijadikan tempat untuk berbagi."
"Tapi, dimana aku bisa menemukan orang itu?"
Huo An kembali tersenyum seraya menggeleng pelan, "kenapa harus mencari, bukankah orangnya sudah ada di sini?"
"Maksud paman, aku?"
"Entahlah, paman juga tidak tahu."
Setelah itu, Huo Ling melompat ke dahan pohon tempat Yun Fei berada, kemudian ia duduk di sebelahnya dan ikut menatap langit malam seperti yang Yun Fei lakukan.
"Apa kau marah padaku?"
Yun Fei mengerutkan dahi, "kenapa aku harus marah?"
"Lalu kenapa kau diam saja?"
"Aku hanya memikirkan tentang ayah dan ibuku" jawab Yun Fei.
"Fei, aku benar-benar minta maaf dan aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih."
"Aku tidak menyalahkan mu, jadi berhentilah minta maaf padaku."
"Terima kasih."