The God Of Void

The God Of Void
Chapter 47. Tarian pedang angin



Klan Asura.


"Tuan Muda."


"Kau sudah menyelesaikan tugasmu?" tanya Lin Xia pada pria yang tengah berlutut di hadapannya.


Pria itu mengangguk, "sekarang, saya siap menjalankan tugas dari Tuan Muda."


"Yun Aotian, untuk saat ini kau hanya perlu mengikuti-ku, tapi sebaiknya kau menggunakan topeng untuk menutupi wajahmu"


"Baik, Tuan Muda!"


Pria yang tidak lain adalah Yun Aotian itu berdiri, lalu menghampiri Lin Xia yang tengah mengawasi Huo Ling dari kejauhan.


"Tuan Muda, siapa gadis itu?"


Lin Xia mengerutkan dahi, "bukankah kau selalu mengawasi anakmu selama ini?"


"Maksud, tuan muda?"


"Namanya Huo Ling, dia adalah kekasih putramu."


Yun Aotian tersentak, memang benar jika dirinya selalu mengawasi Yun Fei, namun ia benar-benar tidak mengetahui jika putranya itu memiliki seorang kekasih.


Tapi itu sangat wajar, karena Yun Aotian tidak mengawasi putranya itu sepanjang waktu, ia hanya akan datang saat putranya berada dalam bahaya, jika tidak, dirinya tidak akan muncul.


Misalnya saja saat Yun Fei berusia delapan tahun, kala itu ia pergi ke hutan untuk mencari tanaman herbal, namun malah bertemu dengan sekawanan serigala yang kelaparan.


Jika saat itu Yun Aotian tidak datang tepat waktu, mungkin Yun Fei sudah kehilangan nyawa karena dijadikan makanan oleh para serigala kelaparan tersebut.


Tapi tentunya, Yun Aotian tidak langsung menampakkan diri pada putranya, ia hanya membasmi para serigala itu secara diam-diam, lalu pergi tanpa meninggalkan jejak.


"Hamba benar-benar tidak mengetahuinya, Tuan Muda" ucap Yun Aotian.


"Baiklah dan karena kau sudah mengetahuinya, kau harus mengajari Huo Ling teknik pedang."


"Dengan senang hati, Tuan Muda!"


"Ini, gunakan topeng ini untuk menutupi wajahmu" ucap Lin Xia seraya menyerahkan sebuah topeng.


Yun Aotian meraih topeng tersebut dan langsung memakainya, lalu ia menghampiri Huo Ling yang sedang latihan di halaman istana klan Asura.


"Siapa kau?!"


"Aku adalah pengawal Tuan Muda, dan sekarang, aku diperintahkan untuk mengajari teknik pedang pada Nona."


"Benarkah? Tapi kenapa aku belum pernah melihatmu sebelumnya?" tanya Huo Ling.


"Sebelumnya aku sedang menjalani tugas, jadi baru bisa kembali ke sisi Tuan Muda sekarang."


"Baiklah, kalau begitu ajari aku teknik pedang."


Yun Aotian mengangguk, lalu menjelaskan beberapa hal mendasar tentang teknik pedang, agar Huo Ling tidak kesulitan dalam mempelajari teknik pedang yang ia ajarkan nanti.


Huo Ling memang pernah mempelajari teknik pedang sebelumnya, namun apa yang dijelaskan oleh Yun Aotian benar-benar berbeda dengan yang pelajari selama ini.


Selain itu, penjelasan Yun Aotian juga sangat mudah dimengerti, sehingga ia bisa langsung memahaminya tanpa harus dijelaskan berulangkali oleh Yun Aotian.


"Sampai disini, apa ada yang ingin kau tanyakan?"


Huo Ling menggeleng pelan, "aku sudah memahami semuanya penjelasan-mu" ucapnya.


"Bagus, kalau begitu aku akan menurunkan beberapa teknik pedang padamu."


Setelah itu, Yun Aotian memperagakan salah satu teknik pedang yang ia kuasai, namun teknik itu berbeda dengan teknik yang ia turunkan atau teknik yang ia ajarkan pada Yun Fei.


Meski berbeda, namun ada beberapa gerakan yang nampak sama dengan teknik tarian pedang petir, hanya saja, gerakan itu tidak mengandung kekuatan petir tapi mengandung kekuatan angin.


"Teknik pedang yang luar biasa, tidak hanya gerakan, tapi kekuatan yang dihasilkan juga sangat luar biasa" gumam Huo Ling.


"Bagaimana? Apa kau memperhatikan semuanya?" tanya Yun Aotian setelah menyelesaikan tekniknya itu.


Huo Ling mengangguk, "apa nama teknik itu?"


"Tarian pedang angin!"


"Maaf, tapi kekuatan utamaku adalah api dan aku tidak menguasai kekuatan elemen angin" ucap Huo Ling.


"Ada dua kemungkinan, pertama api itu bisa padam dan yang kedua, api itu bisa saja semakin besar."


"Kau benar!" ujar Yun Aotian.


Setelah itu, Yun Aotian menjelaskan mengenai kekuatan yang akan saling menguntungkan jika disatukan, salah satunya adalah kekuatan angin dan juga kekuatan api.


Kekuatan api milik Huo Ling adalah api yang tidak terkalahkan, juga memiliki kekuatan pemusnah yang dahsyat, jika dikombinasikan dengan kekuatan angin, maka api itu akan semakin besar.


"Jadi, apa kau paham maksudku?" tanya Yun Aotian.


Huo Ling mengangguk paham, "tapi teknik apa yang menjadi pasangan teknik itu?"


"Tarian pedang petir. Dan aku yakin, kau sudah mengetahui siapa pemilik teknik itu."


Huo Ling diam sejenak, walaupun pria bertopeng didepannya itu tidak menjelaskan semuanya, namun ia bisa menebak siapa pemilik pasangan teknik yang diajarkan oleh Yun Aotian.


"Yun Fei? Tapi kenapa?"


"Kau akan tahu nanti."


"Baiklah, sekarang coba kau latih gerakan yang aku peragakan tadi."


Huo Ling mengangguk, lalu memperagakan gerakan yang sama seperti gerakan yang diperagakan oleh Yun Aotian sebelumnya.


***


Dua hari sudah berlalu, Yun Fei menjalani kehidupan ditempat baru dengan tenang, karena tidak ada lagi masalah lain yang mendatangi dirinya selama dua hari tersebut.


Namun, ketenangan yang ia nikmati saat ini bukanlah ketenangan yang sebenarnya, karena selama dua hari ia berada di kota itu, dirinya selalu diawasi oleh para kultivator di sana.


Meski begitu, Yun Fei tidak terlalu menghiraukan keberadaan mereka, tapi ia tetap waspada dan selalu memperhatikan gerak-gerik kultivator yang mengawasinya.


"Ini sudah hari kedua, tapi mereka masih saja mengawasi-ku. Sebenarnya, apa yang mereka inginkan dariku?"


"Sepertinya aku harus memasang umpan terlebih dahulu."


Yun Fei menunjukkan senyuman di bibirnya, lalu setelah itu, ia menghilang dari kamar penginapan yang disewanya.


"Apa?! Kemana hilangnya bocah itu?"


"Sial! Jangan sampai kita kehilangan dirinya."


Disisi lain.


Setelah meninggalkan kamar penginapan, Yun Fei kembali muncul di bagian luar kota, lalu ia mengeluarkan jubah hitam dan juga topeng dari cincin penyimpanannya.


"Mari kita lihat, kehebohan apa yang akan terjadi" gumam Yun Fei, lalu memakai jubah dan topengnya itu.


Selesai mengganti identitasnya menjadi iblis bertopeng, Yun Fei kemudian kembali ke kota, namun ia tidak langsung kembali ke kamarnya, melainkan masuk melalui gerbang.


Kemunculan sosok iblis bertopeng sontak membuat orang-orang kaget, bahkan tidak ada yang menyangka jika sosok mengerikan itu akan datang ke kota di wilayah tengah.


Tapi, tidak sedikit orang yang nampaknya penasaran dengan sosok tersebut, dan bisa dikatakan jika mereka memiliki niat untuk menantang sosok iblis bertopeng tersebut.


"Tidak salah lagi, ciri-cirinya benar-benar mirip dengan rumor yang beredar."


"Ini hal yang bagus, karena aku memiliki kesempatan untuk menguji kemampuannya."


Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa detik setelah Yun Fei kembali memasuki gerbang kota, beberapa kultivator nampak sudah bersiap-siap untuk bertarung dengannya.


"Minggir, aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan kalian!"


"Aku sudah mendengar banyak rumor mengenai dirimu, tapi aku belum bisa percaya sebelum melihatnya secara langsung."


Yun Fei mengarahkan tatapan tajam pada pria tersebut, "kau ingin bukti?"


"Tentu saja dan aku rasa semua orang disini menginginkan hal yang sama."


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "kalau begitu, jangan salahkan aku."


Wushh.


Slash!