The God Of Void

The God Of Void
Chapter 73. Kode keras!



Malam semakin larut, suasana di hutan juga semakin sunyi sepi, hanya menyisakan suara-suara hewan yang memang beraktivitas pada saat malam hari.


"Hah" helaan napas panjang keluar dari mulut Yun Fei, "daripada kau berdiri di sana, lebih baik kau duduk disini."


"Apakah boleh?"


"Kapan aku melarang-mu?"


Huo Ling tersenyum tipis, kemudian menghampiri Yun Fei yang sedang menyaksikan lautan bintang di atasnya.


"Tempat duduk-mu terlalu jauh" ucap Yun Fei.


Huo Ling yang baru saja ingin duduk langsung berdiri lagi, kemudian mendekati Yun Fei dan duduk disebelahnya.


"Masih terlalu jauh" ucap Yun Fei, namun matanya masih menatap jutaan bintang di atas sana.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Huo Ling langsung menggeser posisi duduknya dan saat ini, ia berada sangat dekat dengan Yun Fei, hingga bahu mereka bersentuhan.


"Fei, boleh aku mengatakan sesuatu?"


"Silahkan, aku tidak pernah melarang-mu untuk bicara."


Huo Ling menghela napas panjang, meski kesalahpahaman antara mereka sudah diluruskan, namun sikap Yun Fei masih saja dingin padanya.


Meski begitu, ia dapat memakluminya, karena dia-lah yang telah menyebabkan sikap dingin itu ada pada diri Yun Fei, jika tidak, sikap dingin itu mungkin tidak akan pernah ada.


"Mungkin aku tidak pantas mengatakan semua ini, tapi apakah kita bisa mengulang semuanya dari awal lagi?"


Yun Fei terdiam, memang tidak bisa dipungkiri jika dirinya juga menginginkan hal itu, namun ia juga tidak bisa mengabaikan rasa sakit dalam dadanya.


"Kau tahu, selama tiga tahun ini, aku tidak pernah memikirkan wanita lain selain dirimu."


"Memang terdengar aneh, tapi sekeras apapun aku berusaha, aku tetap tidak bisa melupakan dirimu."


Huo Ling tertunduk, ia tentunya memahami apa yang dirasakan oleh Yun Fei, karena dirinya juga dapat merasakan hal itu, perasaan sakit yang ia tinggalkan untuk seseorang yang ia cintai.


"Hah" Huo Ling menghela napas panjang, "aku benar-benar minta maaf dan sepertinya, apa yang aku harapkan tidak akan pernah terjadi lagi" ucapnya pelan.


"Kau mau kemana?"


"Aku mau pergi, lagipula tidak ada gunanya aku berada di sini."


"Jadi, apa aku tidak penting lagi bagimu?"


"Sangat, kau sangat penting untukku."


"Kalau begitu, jangan pergi dan temani aku disini."


"Untuk apa? Jika hanya aku yang..."


"Kau juga sangat penting untukku, sangat penting hingga sulit bagiku untuk melupakanmu" ujar Yun Fei seraya menunjukkan senyuman terbaiknya.


Perasaan senang dan bahagia menyelimuti diri Huo Ling, karena setelah sekian lama, akhirnya ia bisa melihat senyuman yang mampu menenangkan dirinya lagi.


"Terima kasih" sahut Huo Ling seraya memeluk erat tubuh Yun Fei.


Setelah cukup lama, mereka melonggarkan pelukannya, kemudian saling menatap untuk waktu yang lama dan pada akhirnya, terbuai dalam ciuman hangat dibawah sinar rembulan.


Pada saat yang bersamaan, sebuah ingatan muncul dalam benak mereka berdua, ingatan mengenai kehidupan masa lalu dan ingatan mengenai kematian kematian keduanya.


Munculnya ingatan itu membuat energi spiritual di tubuh mereka meluap, lalu tubuh mereka diselimuti oleh aura berwarna merah dan emas.


Setelah itu, kedua aura itu menyatu dan menimbulkan gelombang energi yang sangat besar.


"Kakek, gelombang energi apa ini?"


"Ini adalah gelombang energi yang muncul karena proses penyatuan kekuatan petir merah dan api emas!" ujar Lin Feng yang nampak khawatir.


"Bukankah ini bagus untuk mereka?"


"Itulah masalahnya, dengan kondisi mereka sekarang, mustahil mereka bisa menahan kekuatan sedahsyat itu."


"Kakek, kita harus melakukan sesuatu, jangan sampai mereka celaka karena kekuatannya sendiri."


Ketika Lin Feng sampai di sana, keduanya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, meski begitu, penyatuan dua kekuatan dahsyat itu masih terus berlanjut.


"Proses penyatuannya hampir sempurna" gumam Lin Feng, lalu menyalurkan energinya pada mereka berdua.


Energi yang disalurkan oleh Lin Feng tentunya bukan energi biasa, melainkan energi yang berasal dari kekuatan petir merah dan juga api emas.


Dan berkat bantuannya itu, proses penyatuan itu berjalan dengan lancar hingga mencapai kesempurnaan, dan ia juga berhasil menyelamatkan mereka dari bahaya.


"Hah" Lin Feng menghela napas lega, ia benar-benar senang karena berhasil membantu kedua anaknya melewati bahaya.


"Cepatlah kembali, karena ibu kalian sangat merindukan kalian berdua" gumam Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


***


Esoknya.


"Wah, sepertinya pagi ini sangat cerah, ya?!" ucap Lin Xia saat melihat Yun Fei dan Huo Ling menghampiri mereka.


"Cerah apanya? Pagi ini justru terasa sangat suram untukku" sahut Lin Feng.


"Memangnya kakek kenapa?"


"Jujur saja, aku sudah lama merindukan kehadiran seorang bayi di tengah-tengah keluarga kita" jawab Lin Feng.


Lin Xia tersenyum canggung mendengar perkataan kakeknya itu, ia tentu menyadari jika ucapan itu ditujukan untuk dirinya, karena sampai saat ini ia belum juga menikah.


"Yun Fei, Huo Ling, bagaimana kalau kita menemui keluarga kalian? Aku rasa mereka harus mengetahui tentang hubungan kalian ini."


"Kenapa kau mengalihkan pembicaraan, kakek sedang mengingat masa-masa saat kakek menimang-mu dahulu" sahut Lin Feng.


"Tuan Lin benar, sejujurnya aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya saat menimang bayi" imbuh Yun Aotian.


Kali ini, justru Yun Fei dan Huo Ling yang tertunduk malu, karena sudah jelas jika perkataan Yun Aotian itu ditujukan untuk mereka berdua.


"A-aku rasa Lin Xia ada benarnya, karena bagaimanapun juga, keluarga kita harus mengetahui hal ini" ucap Yun Fei.


"Hah" Lin Feng tiba-tiba saja menghela napas panjang, "Tuan Yun, sepertinya kita harus menunggu lebih lama lagi."


Yun Aotian mengangguk pelan, "Anda benar, sepertinya masih sangat lama sampai aku bisa mewujudkan keinginanku itu."


"Aku hanya berharap agar diriku memiliki umur yang panjang, karena takutnya..."


"Ayah! Aku akan segera mewujudkan keinginan itu!" ujar Yun Fei.


Mereka semua langsung mengarahkan pandangannya pada Yun Fei, begitupun dengan Huo Ling yang berada tepat di sebelahnya.


"Ma-maksudku, setelah mendapatkan restu dari kedua keluarga, kami akan melangsungkan pernikahan."


"I-itu benar!" ujar Huo Ling.


"Hahahaha!" tawa bahagia keluar dari mulut Lin Feng, "baguslah! Kalau begitu jangan menunda-nunda lagi, mari kita berangkat ke klan api suci sekarang juga!"


Berawal dari sebuah sindiran dan juga candaan, berakhir dengan sebuah keputusan serius yang diambil oleh Yun Fei dan Huo Ling.


Setelah itu, mereka semua berangkat menuju ke wilayah klan api suci, dan berkat bantuan Lin Feng, mereka semua bisa tiba di sana hanya dalam waktu yang kurang dari lima menit.


Tapi, waktu yang kurang dari lima menit itu masih terasa sangat lambat bagi Lin Feng, karena jika di dimensi itu ada energi dewa, maka mereka bisa sampai di sana hanya dalam hitungan detik.


"Sampaikan pada ayah dan yang lainnya untuk berkumpul di aula pertemuan!" ucap Huo Ling.


"Baik, Nona!" ujar penjaga gerbang klan, kemudian bergegas menuju ke tempat Huo Ming dan yang lainnya berada.


*


*


*


(Sebutan untuk pemimpin keluarga yang perempuan apa ya? Ada yang tau?)