The God Of Void

The God Of Void
Chapter 71. Kesalahan fatal



Suatu tempat di wilayah tengah.


"Yun Hao, kenapa kau mengumpulkan kami di sini?" Guang Zhao bertanya dengan raut wajah yang nampak tidak senang.


"Jika kau ingin membicarakan omong kosong, sebaiknya lupakan saja, karena aku tidak ingin membuang-buang waktuku yang berharga" imbuh Bing Zhan.


"Jika hanya ingin membicarakan omong kosong, aku tidak akan mengumpulkan kalian disini."


"Lalu, apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?"


Yun Hao berdiri dari tempat duduknya, kemudian menjelaskan jika dirinya memiliki sebuah rencana, dan rencananya itu adalah menaklukkan keempat kekaisaran.


Penjelasan Yun Hao sontak membuat yang lainnya kaget, karena menurut mereka, yang ia jelaskan itu bukanlah sebuah rencana, melainkan ambisi yang sangat tidak masuk akal.


Akan tetapi, pikiran mereka langsung berubah setelah mendengar keseluruhan rencana Yun Hao, karena Yun Hao ingin menjadikan empat klan kuno sebagai empat kekaisaran yang baru.


Sekilas, rencana Yun Hao itu memang terdengar mustahil, tapi sesuatu yang mustahil-pun pasti akan dilakukan, apalagi jika orang itu tidak tahan dengan godaan kekuasaan.


Jika rencana itu berhasil, maka kekuasaan mereka tidak hanya terbatas pada satu kota saja, melainkan satu negara yang memiliki banyak kota-kota besar di dalamnya.


"Hahahaha! Rencana-mu ini terdengar sangat gila, tapi aku menyukainya!" ujar Long Zhuo.


"Aku juga menyukainya" sahut Bing Zhan.


"Begitupun denganku" imbuh Guang Zhao yang tentunya tidak ingin ketinggalan.


"Baguslah, aku senang karena kalian setuju dengan rencana ini."


Setelah itu, mereka melanjutkan pembicaraan mengenai wilayah mana yang akan mereka taklukkan terlebih dahulu, karena tidak mungkin mereka menyerang semuanya sekaligus.


Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk menaklukkan tiga klan kuno terlebih dahulu, lebih tepatnya mereka akan menyerang klan dewa angin dan klan api suci.


Sebenarnya mereka ingin menjadikan klan Asura sebagai target pertama, namun karena tidak mengetahui kekuatan klan itu, targetnya pun diubah menjadi dua klan kuno lainnya.


Dalam rencana itu, klan langit cerah dan klan cahaya bertugas untuk menaklukkan klan api suci, sementara klan es abadi dan klan naga langit akan menaklukan klan dewa angin.


"Jadi, kapan rencana ini akan dimulai?" tanya Bing Zhan.


"Dua bulan lagi" jawab Long Zhuo yang merupakan ketua aliansi empat dewa penjaga.


Setelah pembahasan itu selesai, para pemimpin klan itu kemudian kembali ke wilayah mereka masing-masing, begitupun dengan Yun Hao yang langsung kembali ke klan-nya.


***


"Masih belum cukup, kau harus memfokuskan pikiranmu lagi!" ujar Lin Feng.


Saat ini, Lin Feng sedang membantu putranya untuk mendapatkan jati dirinya lagi, walaupun di dimensi ini tidak ada energi Dewa, tapi bukan berarti Yun Fei tidak bisa mendapatkan jati dirinya.


Misalnya saja dirinya, walaupun energi Dewa dalam dirinya menghilang, tapi tidak dapat mengubah kenyataan jika dirinya adalah seorang dewa yang menguasai alam kematian.


Begitupula dengan Yun Fei, meskipun ia tidak mengingat siapa dirinya, tapi jika Lin Feng membantunya menemukan jati dirinya, maka ingatan itu pasti akan pulih dengan sendirinya.


"Apa yang kau lakukan, bukankah sudah aku katakan untuk tidak..."


"Guru, ada apa?"


Senyuman khas yang ia tunjukkan saat ingin membunuh seseorang terlukis di bibirnya, "ada sekelompok orang bodoh yang datang untuk menyerahkan nyawa!"


"Ini hanya perasaanku saja atau guru memang terlihat menyeramkan saat tersenyum?"


Selama hidupnya, sudah tidak terhitung berapa kali Yun Fei melihat seseorang tersenyum, namun senyuman yang ditunjukkan gurunya itu benar-benar berbeda.


Senyuman biasanya terlihat indah dan mampu menenangkan hati seseorang, namun saat melihat gurunya tersenyum, entah mengapa Yun Fei merasa seperti sedang melihat dewa kematian.


"Meski belum pernah melihatnya, tapi aku yakin, dewa kematian pasti terlihat seperti guru saat sedang tersenyum."


Tidak lama berselang, sekelompok orang yang dimaksud oleh Lin Feng pun muncul, mereka tidak lain adalah prajurit klan langit cerah yang sedang memburu Yun Fei.


"Akhirnya kami menemukanmu, keparat sialan!"


"Hei, apa kau tidak lihat aku sedang tidak ingin diganggu?!"


"Cihh! Siapa yang peduli, karena tujuan kami adalah..."


"Hahahaha! Bagus kalau kau menyadarinya."


"Wah, apa keberadaan-ku sama sekali tidak dianggap?" sahut Lin Feng.


"Kau benar! Sampah sepertimu sebaiknya diam saja!"


"Hahahaha!"


Tawa menyeramkan keluar dari mulut Lin Feng, meski kesal mendengar ucapan pemuda itu, tapi ia senang karena sudah lama tidak mendengar seseorang menyebutnya sampah.


"Apanya yang lucu, keparat?!"


"Bukan apa-apa, aku hanya sedang mengenang masa lalu" jawab Lin Feng, lalu melepaskan jubah hitam yang menutupi tubuhnya.


"Guru, tanganmu..." Yun Fei terlihat kaget karena baru menyadari jika gurunya itu hanya memiliki satu lengan yang masih utuh.


"Hahahaha! Lihat, apa yang dilakukan oleh sampah cacat ini?!"


Lin Feng hanya tersenyum, kemudian mengeluarkan sebilah pedang hitam dari cincin penyimpanannya, "setelah sekian lama, akhirnya aku bisa menggunakan pedang ini lagi."


"Orang ini benar-benar sudah gila, dia tidak sadar kalau sebentar lagi..."


Baik Yun Fei ataupun prajurit klan langit cerah yang ada di sana, mereka semua sama kagetnya saat melihat kepala pria itu melayang ke udara tanpa mengetahui apa penyebabnya.


"A-apa yang terjadi?!"


Slash!


Tidak lama berselang, salah seorang dari mereka mengalami hal yang sama, namun yang ditebas bukan hanya lehernya saja, tapi anggota tubuhnya juga dipotong menjadi beberapa bagian.


"Siapa selanjutnya?"


"Bunuh pria cacat itu!" ujar pemimpin para prajurit tersebut.


"Benar! Maju dan bunuh-lah aku!" ujar Lin Feng, lalu menghilang dari pandangan.


Slash!


Slash!


Suara tebasan terdengar dengan sangat jelas, namun tidak ada yang bisa melihat siapa yang melakukan tebasan itu, termasuk Yun Fei yang memiliki kecepatan luar biasa.


Hanya dalam hitungan detik, sekelompok prajurit yang awalnya ingin menangkap Yun Fei, sekarang telah berubah menjadi tumpukan daging segar yang baru saja dipotong.


"Sial! Ini tidak menyenangkan seperti saat pertama kali aku melakukannya!" ujar Lin Feng yang nampak kesal.


Sementara itu.


Yun Fei nampak mematung ketika melihat apa yang telah dilakukan oleh gurunya, tapi disisi lain, ia juga mengagumi kekuatan juga kecepatan gurunya yang sangat luar biasa.


Namun, ada satu pertanyaan yang terbesit dalam benak Yun Fei, pertanyaan mengenai lengan kiri gurunya yang hanya tinggal sebagian.


"Siapa sebenarnya guruku ini? Dan apa yang menyebabkan lengan kirinya seperti itu?"


"Apa yang kau lihat?!"


"Ma-maafkan aku, guru!"


"Lanjutkan latihan-mu, atau aku akan memberikan latihan yang lebih menyakitkan lagi untukmu!"


"Ba-baik!" ujar Yun Fei, kemudian melanjutkan latihannya.


"Klan langit cerah, *berani sekali kalian ingin membunuh anakku didepan mataku sendiri!"


"Tunggu saja, aku pasti akan membuat kalian membayar dengan harga yang tidak akan mampu kalian bayar*!"


Musuh yang tidak akan pernah diampuni oleh Lin Feng adalah, mereka yang berani mengusik keluarganya, apalagi orang sampai menyakiti keluarganya di depan matanya sendiri.


Dan sekarang, klan langit cerah sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal, yaitu ingin membunuh Yun Fei di depan mata Lin Feng, dan itu artinya, mereka semua akan mati mengenaskan.