The Bodyguard's Secrets

The Bodyguard's Secrets
44. Tidak Perlu Dijaga



Cut Ha terdiam dengan jawaban malas Khaisan. Ada banyak tanya yang bermain di kepala. Khaisan seperti sedang bertopeng di depannya. Terlebih raut mommynya nampak protes tidak puas.


"Heih, Kha.. Kamu habis tugas sama Cut Ha, sudah saja, stop. Urus itu usahamu. Mommy dengar, manager Felix tersandung masalah hukum. Apa benar? Kasus apa, Kha?" Sang mommy tidak peduli dengan Khaisan yang nampak enggan berbicara.


"Nyonya kenal dengan manager Felix??" tanya Cut Ha menyela. Merasa heran dengan mommy yang nampak akrab dengan Felix.


"Iya, mommy kenal dong. Felix yang kerja di home staynya dia tuh, rumah inapnya Khaisan," sahut mommy santai sambil menunjuk Khaisan dengan ekor matanya.


"Di Home Stay Te Ka?" Cut Ha bertanya dengan raut wajah tak percaya. Melirik Khaisan yang terlihat jengah memandang mommynya.


"Iya, betul, Cut Ha," mommy Khaisan manggut-manggut.


"Jadi bodyguard Khaisan adalah pemilik Home Stay Te Ka?" Cut Ha bertanya lagi hati-hati. Seakan tidak siap dengar pada jawaban yang membenarkan.


"Iyaaa, betul itu Cut Ha yang cantiiik,," jawab mommy sambil angguk-angguk kembali mengiyakan.


Serta merta, Cut Ha menoleh pada Khaisan yang juga menolehnya. Lelaki itu nampak mengangkat alisnya tinggi-tinggi dengan tatapan serba salah.


"Apa Cut Ha tidak tahu?" tanya mommy. Memahami sifat anak lelakinya. Pasti selama ini Khaisan tidak terus terang pada Cut Ha.


"Tidak," jawab Cut Ha. Benar sekali dugaan mommy, Khaisan menutupi.


Meski sebenarnya tidak masalah dan bukan salah Khaisan, tetapi Cut Ha merasa kecewa. Mendadak seperti terkunci bibirnya dan sangat malas berbicara.


"Mommy tuh inginnya dia serius dengan usahanya sendiri. Apalagi Felix tidak ada. Kan sedekah bisa diambilin dari home stay. Bukannya tidak lagi jadi bodyguard, terus nggak nyumbang-nyumbang lagi ke masjid. Khaisan, kamu paham nggak sih?" tanya mommy yang lama-lama merasa geram pada Khaisan.


"Tentu saja aku akan kembali ke home stay, mom. Kosong pimpinan kayak itu, tidak mungkin aku biarkan," sambut Khaisan akan kekesalan ibunya.


"Janji kamu, Kha. Jangan sampai nanti kami datang dari Jepang, kamu ngambil job kawalan lagi. Ingat itu, Kha," gerutu mommy Khaisan.


Mommy yang entah bernama siapa itu berdiri dan menuju ke ruang tamu. Ada seseorang yang telah mengetuk pintu kondominiumnya.


Khaisan dan Cut Ha kembali saling pandang dengan perasaan sama canggung.


"Lebih baik setelah dari sini, kamu ke home stay saja. Aku sudah tidak perlu lagi dijaga. Lagipula perampok itu sudah tinggal nama saja. Apalagi yang kutakutkan," ucap Cut Ha pada Khaisan. Tatapannya tajam dengan mata bening yang cerah.


"Kamu marah, Cut? Maaf, bukan maksudku berbohong," timpal Khaisan memandang teduh wajah Cut Ha.


"Bagaimana jika kamu ikut aku ke Home Stay, Cut?" tanya Khaisan membingungkan. Mata Cut Ha melebar terkejut.


"Untuk apa?!" seru Cut Ha tertahan.


"Kamu sudah membayarku tiga bulan. Sedang penginapanku memerlukanku. Tetapi ini belum ada dua bulan. Aku tidak mau berhutang. Atau kamu ingin kukembalikan uangmu?" tanya Khaisan serius.


"Tidak. Kamu pun bahkan tidak mengambil pembayaranku. Semua kamu serahkan pada kepala agensimu. Jangan kembalikan uangnya," Cut Ha mengatakan dengan tegas.


"Ya sudah jika kamu tidak mau ikut denganku ke home stay. Aku yang akan tetap kembali ke rumahmu. Sebelum kamu menikah, aku tetap akan mengawasimu, Cut Ha."


Khaisan berucap tegas dengan memandang tajam pada Cut Ha. Niatnya serius tak terbantah.


"Tapi,,," Cut Ha berkata menggantung. Ada sorot bimbang di matanya.


"Kha!!" Terdengar seruan suara mommy dari arah depan di ruang tamu.


Cut Ha menoleh memandang Khaisan, sama juga dengan yang ditoleh. Mereka saling pandang dan menahan nafas.


"Aku ke depan sebentar, Cut. Apa kamu ingin ikut?" tanya Khaisan akan berdiri.


"Aku tidak ikut. Nanti calonmu berprasangka yang bukan-bukan padaku," ucap Cut Ha nenolak.


"Belum tentu dia calonku. Benar tidak ikut?" tanya Khaisan sambil memundurkan kursi dan berdiri.


"Nanti saja jika ingin akan aku susul," jawab Cut Ha kemudian.


"Jika tidak ingin ikut ke depan dan kamu bosan, di belakang ada kolam renang. Kamu bisa ke sana setelah makananmu habis," pesan Khaisan.


Kemudian berbalik dan benar-benar melangkah meninggalkan Cut Ha sendirian di meja makan.


Cut Ha ingat jika Khaisan belum makan, hanya mengambil dua potong irisan paru saja. Mungkin dia lebih memilih makan bersama calon yang disodor orang tua. Seperti yang sempat dipesan mommynya.


πŸ•ΈπŸ•ΈπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ•ΈπŸ•Έ