
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
...............
Sore itu di sebuah pemakaman umum. Sepasang kekasih datang ke pemakaman itu. Keduanya berdoa dengan khusyuk kemudian bergantian mengusap batu nisan makam tersebut.
Sunny berdiri lebih dulu, dia membiarkan moona masih berdoa di depan makam Sora. Sedangkan dirinya pindah ke makam Soni, kakak dari Sora.
Moona mengusap batu nisan berwarna hitam itu. Tertulis nama Sora di atasnya. Moona menghela napasnya panjang. Dia tidak menyangka jika Sora akan mengakhiri hidupnya sendiri seperti ini. Bahkan dia sendiri belum sempat bertemu dengan gadis itu diakhir hidupnya.
Aku memaafkan semua perlakuanmu kepadaku Sora. Semoga kamu sekarang lebih tenang di sana. Maaf jika kehadiranku sempat membuat dirimu menjadi membenciku. Padahal kalau saja kamu mau berteman. Aku tentu akan menjadi teman buatmu. Semoga kamu berbahagia di sana Sora. Maafkan aku yang baru bisa datang hari ini melihatmu. Aku sudah memaafkan semuanya Sora. Semoga kamu tenang di sana. Aamiin.
Moona mengusap kembali batu nisa Sora sebelum dia beranjak dan menunggu sunny yang masih berdoa di depan makam yang ada di samping Sora.
Sunny mengusap air matanya yang tak sengaja menetes saat mengucapkan permohonan maaf kepada Soni. Dulu dia pernah berjanji di depan makam Soni untuk menjaga Sora sebagai pengganti Soni sampai nantinya Sora akan bertemu dengan pria yang akan bertanggungjawab kepadanya.Tetapj apa yang pernah dia janjikan depan Soni harus pupus ketika Sora lebih memilih jalan untuk bunuh diri.
Sunny bangkit dari berjongkok dan menoleh ke arah gadis yang telah mengisi hatinya itu. Sang gadis tersenyum dengan manisnya dan mengulurkan tangannya. Sunny menyambut uluran tangan moona kemudian keduanya berjalan meninggalkan pemakaman umum di sana.
Moona berjalan dengan memeluk lengan sunny dengan erat. Dia juga berjalan mengikuti langkah sunny. Karena sunny yang sekarang masih dalam tahap pengobatan. Akibat kecelakaan itu tentu membawa efek yang belum 100 persen sembuh. Luka di kaki sunny cukup parah membuat ketua OSIS itu berjalan dengan tidak sempurna. Kaki sunny menjadi pincang saat berjalan. Tetapi itu masih bisa disembuhkan kata dokter. Namun juga tidak bisa instan. Hal itu membutuhkan waktu dan juga kesabaran dalam melatih kekuatan kaki agar bisa berjalan dengan sempurna seperti dulu lagi.
Sunny juga sudah kembali ke sekolah. Jabatan sebagai ketua OSIS masih dia pegang karena sebelumnya dia ingin menyerahkan jabatan itu kepada Kai, selaku wakil ketuanya, tetapi kak menolaknya. Dia menganggap sunny masih mampu memimpin jabatan itu sampai mereka kelas dua belas nanti.
Tetapi untuk jabatan sebagai kapten tim basket sudah sunny serahkan kepada Juna. Dia lebih pantas untuk menggantikan posisinya. Sunny sadar diri jika dia tidak mungkin masih memangku jabatan itu karena kondisi fisiknya saat ini.
Juna tentu saja menolaknya karena dia itu tidak suka harus diatur ini itu. Tetapi karena paksaan dari sunny dan juga sedikit bumbu dari Moona. Akhirnya Juna dengan terpaksa menerima posisi tersebut. Apalagi Kau dan juga Haruki mendorong dia menerima jabatan sebagai kapten tim. Juna bisa menjadi pemimpin mereka. Ya, hubungan Juna sekarang sudah semakin dekat dengan teman-teman dari sunny dan juga moona.
Sedangkan teman-teman dekat Sora. Sekarang keduanya menjadi dua orang yang pendiam. Sejak kepergian Sora keduanya sudah tidak lagi seperti dulu. Keduanya menjadi pendiam dan cenderung selalu menyendiri berdua. Mereka seolah tidak mau lagi bersinggungan dengan siapapun.
Pernah suatu hari Nara dan Yuki mendatangi moona dan Sunny. Keduanya meminta maaf dan berjanji tidak akan lagi mengganggu kelompok mereka. Mereka mengakui semua kesalahannya selama ini. Sunny dan Moona pun memaafkan keduanya. Karena tidak ada gunanya juga menyimpan dendam. Justru hanya akan menyakiti diri sendiri.
...----------------...
Bersambung πΌ