
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
...............
Moona dan Sunny segera ditangani oleh dokter dan dibawa ke ruangan ICU. Melihat kondisi keduanya yang sama-sama terluka parah, dokter pun segera meminta pihak keluarganya untuk segera hadir di rumah sakit.
Tak lama kemudian baik keluarga sunny maupun moona telah tiba di rumah sakit. Meski kondisi mama Aica masih sangat lemas. Tetapi dia berusaha berjalan meski dengan di papah oleh suaminya. Dia ingin melihat kondisi putrinya yang sedang berada di ruangan. Tetapi pihak dokter tidak mengijinkan. Mereka masih akan melakukan beberapa tindakan. Terutama kepada sunny yang siang itu juga harus menjalani operasi. Karena ada luka dalam yang membuat pemuda itu harus segera mendapatkan tindakan.
Kedua papa dari Moona dan sunny sama-sama menandatangani surat persetujuan tindakan akan operasi kedua anak mereka. Setelah itu brankar yang berisi keduanya masuk ke dalam ruang operasi. Moona mengalami luka di kepalanya. Sedangkan sunny yang mengalami banyak luka. Selain di kepala, tangan, juga kakinya. Dokter memperkirakan masih ada luka dalam dari sunny.
Tetapi mereka akan melakukan penanganan lebih awal dari luka yang tampak dari luar. Semua yang ada dirumah sakit tampak sedih dan berduka dengan musibah yang menimpa anak dan teman mereka.
Juna menatap kesedihan dari masing-masing orang tua. Begitu juga dengan teman-teman moona dan sunny yang ikut menunggu di depan ruang operasi. Semuanya bersedih dan menangisi kejadian miris yang menimpa.
Juna mengepalkan tangannya saat dia ingat jika kejadian ini dilakukan tanpa ada pertangungjawaban. Si penabrak itu kabur dan Juna sempat mendengar warga mencoba mengejar namun si pengendara mobil menancap gas mobilnya dengan cepat.
"Mas, salah satu teman dari pasien yang mengalami kecelakaan ya?" tegur salah seorang perawat yang melihat Juna.
"Iya suster benar, ada apa ya?" tanya Juna sambil mengusap wajahnya kasar. Dia memang tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya akan keadaan moona yang sedang dipertaruhkan di meja operasi saat ini.
Juna menerima benda-benda tersebut. Dia mencoba membuka surat tersebut dan membaca isinya. Juna memejamkan matanya sejenak dan menghela napas panjang. Dia mengucapkan terimakasih kepada si perawat. Dan mengatakan akan menyerahkan benda tersebut kepada keluarga yang bersangkutan.
Juna membuka kotak perhiasan dan melihat kalung berliontin kan sebuah mutiara. Sungguh begitu cantik dipandang. Dan Juna yakin kalau itu akan dipersembahkan sunny kepada Moona. Namun kejadian naas sudah menimpa keduanya. Sehingga kini keduanya justru terkapar di meja operasi bersama.
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya lampu ruangan operasi pun padam. Semuanya menantikan hasil dari operasi yang telah berlangsung beberapa jam tersebut.
Ceklek
Semuanya mendekat saat pintu ruangan operasi terbuka. Tampak dua dokter keluar dengan raut wajah lelahnya. Mereka menantikan kabar dari dokter dengan perasaan yang sangat cemas.
"Dokter bagaimana anak saya?" tanya mama Nita dan mama Aica bersamaan.
Mereka berdua sudah tak sabar ingin mendengar kabar putra putrinya tersebut.
"Untuk kedua pasien operasi berjalan dengan lancar."
Alhamdulillah....
Ucapan dokter membuat lega semua yang mendengarnya.
"Akan tetapi untuk pasien yang bernama sunny. Ada masalah yang harus saya sampaikan kepada pihak keluarga..."
...---------------...
Bersambung πΌ