
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
...............
"Aku sangat merindukanmu sunny. Aku sangat merindukanmu," ucap Moona dengan perasaan haru, bahagia, yang bercampur menjadi satu.
Dia bahagia karena sunny nya telah kembali dan telah tersadar.
Akan tetapi tiba-tiba saja ucapan sunny membuatnya tersadar dari euforianya sendiri.
"Kamu... kamu siapa?"
Deg!
Apa????
Sunny.....
Bertepatan dengan itu, beberapa teman moona dan sunny juga masuk ke dalam ruangan sunny. Mereka ikut terkejut mendengar kalimat yang barusan terlontar dari mulut sunny.
Mereka tidak menyangka kalau penantian mereka selama ini akan berujung sunny melupakan moona.
"Sunny....," dengan bibir bergetar moona melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah sunny dan mencari keseriusan dari wajah sang kekasih.
Betapa sedihnya moona saat sunny hanya menampakkan wajah datarnya. Dia menatap moona dengan tatapan tanya. Moona tidak bisa lagi membendung air matanya. Dia menoleh ke arah mama sunny, Mama Nita. Tetapi wanita itu justu memalingkan wajahnya dengan mengusap hidungnya seakan-akan sedang menghapus air matanya.
"I...ini aku moona. Kamu tidak ingat siapa aku?" tanya moona dengan suara bergetar.
Dia berharap bahwa ini tidak benar. Sunny nya sedang bercanda dengannya. Atau mungkin saja sedang ada kejutan buat dia begitu. Moona berharap salah satu dari itu daripada harus menerima kenyataan bahwa sunny mengalami amnesia.
Sunny menggelengkan kepalanya lemah. Dia menatap moona dengan tatapan penuh tanya. Seolah-olah dia bertanya siapa gadis dihadapannya ini. Moona menghapus air matanya kembali. Dia tidak bisa menerima kenyataan ini. Setelah sekian lama dia menunggu seseoang yang dia sayangi sadar dari koma. Tetapi hasilnya yang dia dapatkan adalah kekasihnya itu telah melupakannya. Ingatan akan dirinya telah terhapus karena kecelakaan tersebut. Moona semakin merasakan sesak di dada saat dia mendengar dan melihat respon yang sunny berikan kepadanya.
"Dia mengalami amnesia moona. Itu yang dokter katakan kepada kami barusan. Dia tidak mengingat sebagian masa SMA nya. Dan hanya beberapa temannya saja yang dia ingat," ucapan mama Nita semakin menghantam perasaan moona.
Amnesia ditandai dengan hilangnya sebagian atau seluruh ingatan penderitanya. Meski demikian, penderita amnesia umumnya masih dapat mengingat identitas dirinya, hanya saja mereka cenderung kesulitan untuk mengingat hal baru atau mengingat kejadian di masa lalu.
"Jadi apa saja yang sunny lupakan ma?" tanya moona sambil berderai air mata.
Dia menatap sunny dengan penuh luka dan kesedihan mendalam. Dua bulan lebih dia menunggu tetapi sunny berujung seperti ini. Mama Nita hanya bisa menangis dan menggelengkan kepalanya. Dia mengusap air matanya yang juga ikut mengalir.
"Kata dokter, mereka tidak bisa memprediksikan kapan sunny akan mengingat kembali kenangan yang terhapus dari memorinya itu. Kita hanya bisa berharap bahwa Allah memberikan dia mukjizat untuk segera sembuh dan kembali mengingat kembali. Mama tidak bisa memaksa sunny mengingat karena setiap mama memaksanya tadi, kepala sunny seketika berdenyut nyeri. Mama nggak tega moona," ucap Mama Nita menangis menceritakan apa yang sudah dia coba lakukan tadi bersama dokter.
Moona tidak kuat menahan rasa sesak di dadanya. Dia ingin menumpahkan segala kesakitannya di luar ruangan saja. Dia tidak sanggup menangis di depan sunny saat ini.
Braaaak!
"Moona!" beberapa temannya memanggil nama moona. Namun, Juna mencegah mereka mengikuti moona. Dia yang akan menyusul moona.
Semua orang yang ada disana ikut merasakan kesedihan moona. Meraka tahu seberapa lama dan sabarnya moona menunggu sunny sadar dari koma.
Tetapi yang terjadi sekarang adalah sunny justru lupa dengan sosok moona. Gadis yang dicintainya sampai dia merelakan nyawanya sendiri demi menyelamatkan gadisnya dari kecelakaan.
"Moona!"
"Moona!"
"Moona!"
Moona terus menangis dan berlari keluar dari area rumah sakit. Dia sama sekali tidak menghiraukan panggilan dari Juna yang mengejar dia. Moona terus saja berlari mengabaikan sekelilingnya. Dia tidak mau berhenti sama sekali. Juna berusaha mengejar langkah panjang moona.
Tiiiiinnn
Tiiiinnnnn
Tiiinnnnnn
"Mooonaaaaaaaa!!!!"
...----------------...
Bersambung πΌ