SUNMOON

SUNMOON
SM 66



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Hei, kalian mau bertanding basket nggak?" tanya seorang anak baru di SMA Tunas Bangsa.


Dia menatap kelompok sunny yang sedang bersiap untuk berlatih basket. Karena sebentar lagi akan ada pertandingan basket antar sekolah maka mereka akhir-akhir ini berlatih untuk mempersiapkan diri. Maka istirahat jam pertama selalu digunakan untuk latihan.


"Kamu menantang kita-kita?" tanya Kai melihat kedatangan Juna yang menurutnya begitu berani menantang kelompok mereka.


"Kenapa enggak? aku pengen tahu seberapa hebat ketua kelompok kalian itu. Yang begitu dipuja oleh siapapun di sekolah ini," ejek Juna dengan mencebikkan bibirnya. Niat banget dia buat membuat hati seorang sunny panas dan menerima tantangan darinya. Dan itu memang tujuannya mendatangi sunny dan kelompoknya.


"Heh! anak baru! jangan belagu lu ya!" ucap Kai yang mendorong bahu Juna karena tak terima akan sindiran yang dilayangkannya kepada sunny.


"Hei, kalem bro! nggak usah pakai emosi dan main fisik. Kalau berani terima tantangan dariku. Dan kita buktikan siapa yang paling hebat antara aku dengan dia," tantang Juna dengan terang-terangan.


Dia menunjuk ke arah sunny yang sedari tadi masih diam saja melihat tingkah Juna.


"Lu ada masalah ya dengan sunny. Nada bicaramu nggak enak banget. Kalau ada masalah jangan bikin ulah dong," kata Haruki yang kini maju mendekat ke arah Juna.


"Ya, memang aku ada masalah dengannya. Makannya aku ingin tahu sehebat apa orang yang merebut cewek yang aku sukai. Aku hanya pengen tahu seberapa hebat dia dibandingkan dengan ku. Dan seberapa mampu dia untuk menjaga kekasihnya. Apakah dia bisa melebihi diriku? Bukankah ini pertandingan yang gentleman? aku nggak main tikung belakang ya. Ingat itu," ujar Juna dengan senyum tipis menghiasi bibirnya.


Dan memang benar yang Juna katakan. Dia tidak main belakang dan menikung hubungan sunny dengan moona.


"Aku terima tantangan darimu," jawab sunny dan membuat haruki dan juga kai menoleh ke arahnya dengan melotot.


"Sunny kamu yakin?" tanya Kai dan dijawab anggukan kepala dengan yakin oleh sunny.


Kalau sudah sunny yang mengatakan akan bertanding. Ya sudah bertanding saja. Nggak mungkin mereka akan mundur juga. Sunny sebagai kapten sudah memberikan keputusannya.


Pertandingan pun dimulai. Dan kelompok sunny mulai menguasai jalannya pertandingan. Mereka merasa bahwa lawan mereka bukanlah tandingan. Hanya ada si Juna yang besar mulut itu tetapi mereka tidak tahu skill yang dimiliki Juna seperti apa.


Haruki mendribble bola kemudian melemparkan bola ke arah Kai dan Kai mengopernya kepada sunny yang sedang menunggu di dekat ring basket. Dan tak lama kemudian sunny sudah melakukan tembakan terbaiknya.


Blamm!


Gol!


Yeyyyyy!


"Yes!" teriak Kai yang senang karena sunny bisa mencetak gol untuk kelompok mereka.


Kai menatap kelompok Juna yang dirasa bukanlah lawannya. Dia mencibir ke arah Juna yang dirasa hanya besar mulut saja.


Sekali lagi kelompok sunny melakukan penyerangan ke arah gawang lawan. Kelompok yang sudah terlatih itu tentu saja sudah saling klop satu sama lain dalam mengoper bola.


Kai melewati musuh yang menghadang dan melempar bola ke arah haruki. Kemudian haruki mengoper ke arah sunny lagi dan ...


Blammmm!


Yes


Yes


Yes


Teriakan keras dari kai dan haruki yang senang karena sunny sudah kembali mencetak gol untuk kelompok mereka.


Bola masuk kembali ke ring lawan. Kembali poin di dapatkan oleh kelompok sunny. Kai dan Haruki semakin memandang remeh kelompok Juna yang belum satupun mencetak skor.


'Permainan sebenarnya akan segera dimulai.'


...----------------...


Bersambung 🌼