
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
...............
Di SMA Tunas Bangsa kota J.
"Wah nggak nyangka ya ternyata dia seperti ini."
"Iya, dia tega sekali melukai teman sendiri."
"Benar - benar cinta buta. Sampai tega melakukan tindakan kriminal seperti ini."
"Kalau jadi sunny pun juga aku akan memilih Moona. Meski tampak bar-bar di luar tetapi dia tidak gila seperti Sora."
"Iya benar. Tapi katanya kondisi moona juga parah. Dia sampai mengalami koma selama beberapa hari akibat benturan di kepalanya."
"Ya ampun benar-benar parah kelakuan Sora."
"Kasihan sunny dia sampai mengalami pendarahan otak. Dan sampai sekarang pun dia masih belum sadarkan diri."
"Sungguh tega benar Sora ya."
"Jangan lagi menerima siswi seperti itu di sekolah kita."
"Eh bener juga, lebih baik demo saja kalau sampai dia diperbolehkan sekolah di sini lagi. Jangan mau satu sekolah dengan kriminal seperti dia."
"Iya benar. Aku setuju."
Nara dan Yuki yang mendengar ucapan siswa siswi di SMA Tunas Bangsa hanya bisa tersenyum karena semuanya kini sudah mengetahui seperti apa sifat seorang Sora.
"Kamu harus bisa menenangkan diri sekarang Nara. Jangan lagi memikirkan dendam. Karena itu tidak akan baik dengan kondisi mentalnya sendiri kedepannya," ujar Yuki yang memeluk bahu Nara.
"Aku akan berusaha Yuki. Setelah lulus sekolah nanti, aku akan pergi jauh dari kota ini agar aku tidak lagi teringat akan masa lalu ku yang kelam. Aku nggak tau apakah masih ada lelaki yang mau menerima diriku yang sudah tak berharga ini," Yuki memeluk Nara yang berusaha tampil tegar selama ini di depannya dan Sora. Padahal gadis itu menyimpan banyak luka yang disebabkan oleh seseorang yang mereka anggap seperti sahabat sendiri.
"Aku akan selalu mendukung kamu, Nara. Jadi kamu harus semangat menghadapi apapun yang ke depannya nanti. Kamu tetap harus positif thinking ya," ujar Yuki memegang tangan Nara dengan senyum hangatnya.
Suara tepuk tangan seseorang membuat kedua gadis itu menoleh dan mendapati sosok anak baru yang satu kelas dengan mereka. Dia adalah Juna. Anak itu mengetahui bahwa berita tentang Sora yang menyebar di satu sekolah SMA Tunas Bangsa adalah ulah dari orang terdekat Sora sendiri.
"Wah hebat ya kalian berdua. Sekarang teman kalian mendekam di penjara justru kalian menyebarkan aib dia ke semua orang di sekolah ini. Apakah kalian berdua ini tipe teman yang tega menusuk temannya sendiri di saat temannya sedang mengalami kesulitan?" ejek Juna menatap ke arah Nara.
Yuki maju ke depan dan menatap Juna dengan berani.
"Kamu nggak tau apa yang telah terjadi kepada kami berdua. Sehingga kamu bisa mengatakan bahwa kami jahat. Padahal yang jahat duluan adalah Sora. Dialah yang sudah menghancurkan..."
"Sudah Yuki, kita pergi saja dari sini," potong Nara karena tidak mau sampai Yuki membocorkan apa yang sudah dia alami kepada Juna.
Dia tidak mau aib yang dia tanggung selama ini menjadi tersebar ke semua orang di sekolah. Mau ditaruh dimana mukanya saat mereka semua tahu bahwa dia pernah diperkosa oleh ketua preman. Biarlah aib itu dia tanggung sendiri tanpa banyak yang tahu. Nara hanya ingin segera menyelesaikan sekolahnya dan pergi dari kota terkutuk itu. Dia ingin pergi dan melupakan kota yang sudah membuat dia trauma dan kehilangan keperawanannya.
"Sepertinya ada sesuatu yang merasa rahasiakan. Tidak mungkin mereka sampai mengkhianati teman terdekatnya sampai seperti ini," gumam Juna mulai berpikir.
Drrrttt
Drrtttt
Drrrttt
Juna meraskaan handphonenya bergetar. Ada nomor panggilan dari om Vano. Juna segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Halo om.."
"......."
"Apa????!!! Baiklah om, aku akan segera ke sana."
Juna mengacak rambutnya setelah mendengar apa yang disampaikan om nya barusan. Juna tidak menyangka jika gadis itu akan berbuat hal seektrim itu kepada dirinya sendiri.
'Dia benar-benar gila sampai nekat mengakhiri hidupnya sendiri.'
...----------------...
Bersambung πΌ