
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Bug
Bug
Bug
Perkelahian pun tak terelakkan. Baik Soni maupun sunny kini diserang masing-masing empat lawan.
Beruntung keduanya bisa bela diri jadinya mereka bisa melindunginya diri masing-masing.
"Sunny awas!" teriak Soni.
Braaakk
"Aaarrrrkkkhhh," pekik sunny karena ada yang menggunakan balok kayu memukul punggung sunny dengan sangat keras.
Sunny yang tidak mampu menghindar akhirnya terjatuh saat terkena pukulan tersebut. Dan hal itu dijadikan kesempatan yang lain untuk memukuli sunny. Bagaimana bisa melawan jika kelompok mereka main keroyokan seperti itu. Ketika ada lengah sedikit itu akan dijadikan kesempatan untuk terus menyerang.
Soni yang melihat sunny tampak dipukuli tanpa bisa melawan seketika buru-buru menghajar musuh yang ada di depannya. Dia tidak tega melihat sunny terus saja dipukuli seperti itu.
"Breeeengsek!" pekik Soni yang sudah memuncak amarahnya. Dia menghajar membabi buta lawan yang tidak bisa dikatakan enteng juga. Meraka bertubuh kekar semua dan sepertinya terlatih untuk berkelahi.
Tapi Soni tidak gentar dan satu pukulan telah di hidung musuh membuat lelaki kekar itu tumbang. Empat orang lawan dia kini sudah terjatuh dan tak bisa melawan. Soni bergegas menuju ke tempat sunny diserang tanpa perlawanan. Pemuda itu meringkuk melindungi kepalanya dari pukulan-pukulan preman di hadapannya.
Soni mengambil balok kayu yang dia liat sembarangan. Entah milik siapa itu. Sepertinya milik salah satu preman yang menyerangnya. Dia langsung menerjang para preman yang memiliki sunny dan tidak memberi ampun kelakuan bar-bar para preman itu.
Bug
Bug
Bug
"AAaaaaaaaarrrrkkkkhhhh!"
Bug
Bug
Bug
Satu demi satu preman itu tumbang dan Soni segera melihat kondisi sunny yang tampak bersimpuh sambil mengusap darah segar yang ada di sudut bibirnya.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Soni dengan panik. Dia mencoba memapah sunny untuk bangkit berdiri tetapi tanpa mereka berdua sangka sebuah ancaman datang menghampiri keduanya.
Jleb
Jleb
"Akkkkhhhh!"
"Abaaaaaaaangg!" pekik sunny saat melihat tragedi itu di depan matanya sendiri.
"Mati Lo!" teriak si kepala preman bertindik dan bertato itu kemudian dia segera pergi membawa semua anak buahnya meninggalkan tempat kejadian.
Sunny menopang tubuh Soni yang seketika ambruk dengan luka tusuk di perutnya yang cukup dalam.
"Bang! Bang! aku akan cari bantuan. Tolong bertahanlah bang," ucap Sunny dengan panik dan gemetar. Dia sampai bingung merogoh kantong celananya mencari handphone dan menghubungi teman-temannya agar sampai ke lokasi kejadian.
Sesuatu terjadi dan membuat sunny semakin syok melihatnya. Soni memuntahkan darah segar dari mulutnya. Sunny sudah menangis melihat kondisi Soni yang terluka parah karena telah membantunya.
"Bang.... aku mohon bertahanlah bang. Maafkan aku yang telah membuat Abang menjadi seperti ini," ucap sunny dengan berderai air mata.
"Tolongggg!!!! Tolongggg!!!!!!" sunny berusaha meminta tolong mungkin saja ada orang yang lewat disekitar sana.
Kebetulan jalan yang mereka lewati adalah jalan tikus yang sepi. Karena mereka pengin cepat sampai ke kafe tempat dimana diadakan acara pesta ulang tahun Sora.
"Tolong.....!!!! Tolong!!!!" sunny kembali berteriak meminta pertolongan.
Sedangkan soni sudah terkapar sambil memegangi luka diperutnya. Dengan sunny menopang kepala Soni.
"Bang... bertahanlah bang! bertahanlah!" ujar sunny terus mengajak berbicara Soni karena dia melihat wajah Soni yang semakin pucat.
"Sunny...." panggil Soni dengan lirih. Banyak darah yang keluar membuatnya menjadi begitu lemas.
Soni merogoh kantong celananya dan meraih kotak kecil berwarna pink yang kini sudah terkena noda darahnya tersebut. Dia memberikan kotak itu kepada sunny.
"To...Tolong be..ber..berikan pada so..Ra.. ka..ta..kan...padanya..abang..sangat..sa..yang..padanya."
Sunny menerima uluran tangan Soni yang menyerahkan kado yang akan dia berikan kepada adiknya tersebut.
"Abang jangan banyak bicara dulu. Abang harus bertahan aku mohonnnn," ujar sunny sampai berderai air mata tanpa bisa dia tahan lagi. Saat melihat kondisi Soni saat ini.
"Ja..ga...so....ra...aku..ti..tip..dia.."
"Baaaaanggg!" pekik sunny saat melihat Soni kembali memuntahkan darah segar didepannya.
"Abaaaaaaaangg!" teriakan sunny semakin kencang melihat Soni yang sudah tak sadarkan diri dalam pelukannya.
TBC πΌ