SUNMOON

SUNMOON
SM 62



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Eh, ada tamu ya di sini. Lho kamu ini Juna teman sekolah moona dulu kan di kota S?" tanya mama Aica yang menemui Juna di ruang tamu.


"Assalamualaikum Tante," Juna bersalaman dengan takzim.


'Anak ini sudah berubah perilakunya.'


"Iya Tante. Saya ingin menemui moona," ijin Juna dengan sopan.


Juna tidak mau dicap jelek lagi oleh orang tua moona. Dia tahu dulu dia urakan dan tidak patuh aturan. Tetapi sejak kepergian moona dan perpisahannya dengan gadis itu membuat Juna merasakan kehampaan dalam hidupnya.


"Juna," Moona datang dan mendapati sang mama dan Juna sedang mengobrol.


"Itu moona sudah datang, Tante tinggal ya Jun," pamit mama Aica.


Eh,


Moona terkejut karena sebelum dia menemui Juna. Sang mama lebih dulu menarik lengannya dan membisikkan sesuatu.


"Awas aja ya kalau macam-macam. Mama lebih setuju kamu bersama dengan sunny," ujar mama Aica memberikan penekanan.


Moona menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang mama. Masak anak sendiri diancam demi membela calon menantunya. Baru juga pacaran, mendadak sunny sudah mendapatkan dukungan dari sang mama sebegitunya.


Aica melepaskan pegangannya di lengan moona. Membiarkan anak gadisnya itu menemui mantan kekasihnya. Lho mama Aica tahu ya kalau keduanya pernah berpacaran? Ya iyalah tahu, orang tua juga pernah muda kali. Kedekatan mereka dulu itu sudah tercium bau-bau ada hubungan. Jadi jangan coba-coba sok-sokan sembunyiin hubungan kalian dengan pacar. Orang tua itu pernah difase kalian. Tapi kalian belum berada di fase mereka.


"Kamu tahu alamatku dari mana?" tanya moona yang merasa tidak pernah memberikan alamat rumahnya kepada Juna.


"Aku bertanya kepada Kira dan Hana. Sepulang sekolah aku mencarimu tetapi kamu sudah pulang dengan ketua OSIS itu. Kalian pacaran?" tanya Juna memicingkan matanya menatap menyelidik ke arah Moona.


Hmmm


Moona menjawabnya dengan deheman. Tidak ada yang perlu dia sembunyikan dari Juna. Hubungannya dengan sunny juga tidak menyalahi hukum apapun. Apa salahnya mengatakan kalau sunny adalah kekasihnya. Mungkin hanya ada satu orang yang akan mencak-mencak seperti orang kesurupan ketika tahu yang sebenarnya.


"Sejak kapan?" tanya Juna lagi.


"Maksud kamu datang ke sini ingin mengintrogasi ku? Soal hubungan asmaraku begitu?" tanya moona yang nampak kesal.


Mantan pacarnya datang untuk menanyakan hubungannya dengan kekasih barunya.


"Aku ingin tahu apakah dia lebih baik dariku," kata Juna memberikan alasan.


"Astaga Juna, sejak kapan aku suka membanding-bandingkan orang. Kamu ini ya? Lagian juga kita ini sudah tidak ada hubungan. Kamu lebih memilih lili waktu itu daripada aku," ujar moona sambil bersedekah dada.


Dia masih kesal kalau dibuat mengingat kembali apa yang pernah Juna lakukan. Lelaki itu memilih saudara sepupunya daripada dirinya. Ya sudah, moona mundur saja. Buat apa mempertahankan orang yang sudah tidak mau diajak bertahan.


"Aku akui aku yang bodoh waktu itu. Terpedaya oleh kelakuan lili yang membuat kamu salah paham. Aku yang salah moona. Aku minta maaf karena pernah membuatmu terluka," ucap Juna dengan menundukkan kepalanya.


Moona menghela napas panjang.


...----------------...


Bersambung 🌼