SUNMOON

SUNMOON
SM 28



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Sora ini gawat, gawat, bener-bener gawat," ucap Nara yang datang dengan napas ngos-ngosan.


"Ada apa sih? pagi-pagi sudah heboh aja kamu tuh," celetuk Yuki yang berjalan di samping Sora.


"Ini masalah sunny," lanjut Nara yang sedang mengatur napasnya.


"Apa? kak sunny? ada apa dengan kak sunny?" tanya Sora yang kali ini tidak bisa diam saja. Dia selalu saja panik jika nama sunny yang disebut.


"Sunny baik-baik saja tetapi anak baru itu lho godain sunny lagi. Kamu harus ambil tindakan kali ini Sora jangan diem aja," ucapan Nara sudah benar-benar bak kompor mleduk yang suka banget panas-panasin hati orang.


"Apa!!!" Sora dan Yuki terkejut bersamaan.


Namun Yuki segera menutup mulutnya sendiri. Ketika Sora menatapnya dengan sorot mata tajamnya.


"Mumun itu masih aja bikin ulah! Dia nggak ada kapoknya ya ternyata," geram Sora tidak terima dengan ucapan Nara.


"Kita samperin aja udah itu si Mumun daripada makin ngelunjak aja kerjaannya. Masak dia kemarin juga pulang barengan sama sunny. Pelukin sunny juga, neh ya kalau nggak percaya. Aku dapat foto dari salah satu anak yang liat kemesraan keduanya kemarin," Nara menunjukkan sebuah foto yang dia dapat dari Genk ghibah yang ada di sekolah itu.


Dan foto kemesraan Sunny dan juga moona itu menyebar luas di jagat perghibahan sekolah Tunas Bangsa. Memang benar di foto tersebut tampak moona yang memeluk sunny dengan erat. Darah Sora seketika mendidih melihat kelakuan moona yang dengan beraninya memeluk orang yang dia cintai itu.


"Apalagi kemarin denger-dengar hujan deres banget setelah kepergian mereka berdua. Wah enak banget tuh si moona. Bisa peluk-peluk sunny disaat hujan deres begitu. Aduh... nggak bisa bayangan deh keduanya basah-basahan lalu peluk-pelukkan dibawah guyuran air hujan," ucapan Nara membuat Sora semakin tidak kuasa untuk memberi pelajaran kepada Moona.


"Dasar cewek ganjen!" teriak Sora kemudian berjalan menuju ke kelas XI-3 seperti orang kesetanan saja.


"Waduh, Sora benerang ngamuk itu, Nara," teriak Yuki yang melihat Sora meninggalkan mereka berdua begitu saja.


"Ayuk kita susulin dia, ini pasti akan jadi tontonan yang seru neh," ajak Nara sambil menarik tangan Yuki.


Sora mencari keberadaan Moona yang ternyata sedang berkumpul dengan kedua temannya. Ketiganya tampak bercerita sambil tertawa-tawa dan hal itu membuat Sora semakin marah.


Braaaakkkkk!


"Heh! cewek ganjen! kecentilan! ja-lang! kurang ajar kamu ya!" teriakan Sora membuat seisi kelas hening seketika.


Mereka semua bingung kenapa bisa Sora datang dengan marah-marah seperti orang kesurupan saja.


"Kamu mau ngapain Sora?" tanya salah seorang anak kelas XI-3.


"Minggir!"


"Aduh!" anak itu seketika terjatuh akibat dorongan keras dari Sora.


"Urusanku bukan denganmu. Tapi dengan anak baru sok kegatelan. Heh Mumun! maju sini, kalau berani hadapi Sora. Jangan suka main tikung cowok orang dibelakang yang punya dong," kata Sora dengan nada tinggi.


Moona pun maju mendekati Sora yang tampak merah padam dengan sorot mata penuh benci. Moona yang tidak tahu permasalahannya dimana hanya bisa bersikap tenang saja menghadapi banteng ngamuk satu itu. Kalau dia marah-marah terus ingin rasanya moona mengibarkan bendera merah biar dia menuntaskan kemarahan dalam dirinya. Astaga... moona emang suka bikin perkara kokπŸ˜†


"Ada apa sih soang? pagi-pagi sudah ganggu ketenangan orang aja," jawab Moona santai.


"Apa kamu bilang barusan? soang? kurang ajar banget tuh mulut ya! nggak pernah diajarin sopan santun manggil nama orang seenak jidatnya aja!" ucap Sora tak terima.


"Lah, siapa duluan yang mulai. kamu panggil aku juga seenak dengkulmu. Jadi nggak ada yang salah kalau aku panggil kamu sesuai dengan apa yang lakuin ke aku. Impas bukan kita," ujar moona dengan senyum mengejeknya.


"Kamu ya...."


Plaaaaaakkk!


"Moona!" jerit Hana dan Kira saat melihat Sora hendak memukul wajah Moona akan tetapi kalah cepat dengan moona yang menangkis lebih dulu tangan Sora.


"Oh, suka bener sih main kekerasan, hah!" kata Moona menghempaskan tangan Sora dengan kasar.


"Kamu berani ya melawanku!"


"Kenapa aku harus takut melawanmu. Emangnya kamu siapa musti aku takuti segala. Kamu bukan siapa-siapa dalam hidupku," tegas Moona sambil menunjuk-nunjuk dada Sora.


"Kyaaaaaaaaa......"


"Eh...berani kamu ya!"


Tiba-tiba saja Sora menarik rambut panjang moona dan memberikan pelajaran kepada gadis yang sudah mengganggu sunny nya selama ini.


Akan tetapi jangan sebut moona kalau dia diam saja. Dia juga tidak mau tinggal diam melawan perbuatan Sora. Sehingga kini terjadilah pertengkaran diantara keduanya dengan saling adu jambak rambut. Baik Sora maupun moona tidak ada yang mau saling mengalah. Justru mereka saling adu kekuatan sampai ada yang menyerah diantara mereka.


"Ini tidak bisa dibiarkan," ucap Haruki yang melihat kondisi itu.


Dia segera berlari menemui Sunny dan Kai yang ada diruang OSIS. Haruki sendiri malas untuk melerai keduanya karena dia sudah kapok dengan luka-luka yang kemarin pernah diderita akibat melerai genk cewek itu.


"Wah, seru banget ini kelihatannya," ucap Nara dengan semangat melihat perkelahian antara Sora dan Moona.


"Kamu ini gimana sih, liat temen berkelahi bukannya misahin malah ngomporin," tegur Yuki.


"Udahlah biarin aja, daripada ikut-ikutan juga ntar bikin tubuh kita sakit-sakit semua. Lagian yang punya masalah kan Sora bukan kita. Ngapain kita ikutan bonyok, bener nggak?" kata Nara meyakinkan Yuki.


Yuki pun membenarkannya ucapan Nara. Kan yang punya masalah si Sora. Ngapain dia bela-belain masalah orang lain juga.


"Ya juga sih."


TBC 🌼