SUNMOON

SUNMOON
SM 48



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Di ruangan OSIS.


"Apaaaaa!" teriak kai yang terkejut mendengar apa yang sunny sampaikan padanya.


"Berisik!" ucap Sunny memicingkan matanya menatap kai yang masih syok dengan pernyataannya barusan.


"Jadi apa yang aku pikirkan kemarin benar dong," Kai seketika lemas karena dia sudah kalah dari sunny untuk mendapatkan moona.


Gadis bar-bar dan pemberani namun sangat manis. Cewek yang sudah menarik perhatiannya sejak awal tiba di sekolah Tunas Bangsa.


"Kamu berpikir apa emangnya?" tanya balik sunny.


"Melihat kalian berduaan. Apa lagi yang ada dipikiran ku selain kamu yang telah menembak moona. Huaaaaaaa.... kenapa harus secepat ini kamu jatuh hati kepada gadis impianku sih," rengek Kai yang masih tidak terima jika sunny lebih dulu menyatakan perasaannya kepada Moona.


"Lebay!" ucap sunny sambil melempar botol minuman yang sudah kosong isinya.


Braaaakkkkk


"Eh siapa tuh!" teriak Kai yang seketika berubah menjadi mode garang saat mendengar suara pintu yang dihempaskan dengan keras.


"Hehehehe.... maaf, mengagetkan ya?" ujar Haruki sambil nyengir.


Kai yang sedang emosi sebenarnya ingin meluapkan amarahnya. Tetapi tidak mungkin dia melawan sunny. Dia tahu betul bagaimana kulkas lima belas pintu itu kalah sudah mengeluarkan taringnya. Dia cukup tau diri untuk tidak menyerang sunny.


"Kamu pikir ini dihutan! sikapmu sudah seenaknya saja haruki!" geram kau dengan wajah memerah menahan amarah.


Sedangkan haruki yang tidak tau apa-apa malah tampak seperti orang bodoh. Dia bingung kenapa reaksi kai begitu berlebihan, menurutnya. Padahal sudah biasa sih kalau dia datang pintu OSIS pasti akan terhempas. Dan selama ini kai baik-baik saja. Ini kenapa jadi keluar tanduk dua begitu. Apa mungkin kai sedang PMS sehingga moodnya jadi tidak stabil.


"Dia kenapa?" tanya Haruki dengan polosnya menatap sunny.


Sedangkan sunny hanya mengendikkan bahunya acuh menanggapi pertanyaan dari Haruki.


"Harukiiiiiiiii!!!!" teriak Kai dan ketika kai ingin mengajak haruki gelut. Justru haruki menghentikan Kai dengan meletakkan jari telunjuknya di depan mulut Kai.


"STOP! jangan ngajak gelut. Aku kesini karena ada berita penting saat ini. Tentang anak baru dan juga ayank moona," kata Haruki dramatis.


Kai lucunya juga menurut saja dengan perintah halus dari haruki tersebut. Dia yang semula ingin meluap-luap justru seketika menguap saat mendengar nama moona nya disebutkan oleh haruki.


Sunny yang sedari tadi bersikap cool di depan laptop. Ikutan menoleh saat ada nama moona yang ikutan nyelip di perkataan sahabatnya.


"Ada apa memangnya?" tanya Sunny menatap haruki serius.


"Iya neh, anak baru yang mana? kok bisa anak baru memiliki hubungan dengan ayank moona? aku bingung deh," tanya Kai yang ikutan duduk di samping Haruki.


"Jadi gini ceritanya, tadi di jam pertama, ada anak baru di kelasku. Anak itu juga pindahan dari kota S. Sama dengan kota asal bebeb moona. Terus tadi pas jam istirahat dia bertanya ke salah satu anak XI-1 dan kalian tahu apa yang dia tanyakan?" haruki sengaja menjeda ucapannya.


Sunny dan Kai kompak menggelengkan kepalanya.


"Dia menanyakan apakah disini ada yang bernama moona pindahan dari kota S juga, begitu. Tapi itu belum seberapa. Yang lebih mengejutkan adalah dia mengakui jika moona adalah pacarnya."


Deg!


...****************...


Bersambung 🌼