
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
...............
Sementara itu di rumah sakit.
Eugghhh....
Terdengar suara lenguhan seperti orang yang merasakan sakit. Seketika membuat mama Aica yang saat itu menjaga moona mendongak dan melihat sang putri telah terbangun sambil memegangi kepalanya. Tentu saja moona masih merasakan pusing setelah tiga hari dia koma.
Tap
Tap
Tap
Mama Aica langsung berlari mendekati sang putri setelah keluar dari kamar mandi. Dia melihat adanya pergerakan dari Moona langsung mendekati brankar dimana moona dirawat.
"Moona... Alhamdulillah nak, akhirnya kamu sadar juga sayang," mama Aica seketika tumpah air matanya melihat sang putri yang sudah sadarkan diri.
"Mama...." suara lirih moona membuat mama Aica semakin yakin bahwa dia sedang tidak berhalusinasi.
Mama Aica segera menekan tombol emergency memanggil para perawat dan juga dokter. Dia mengatakan bahwa moona sudah sadarkan diri. Tim medis pun menerima berita dari mama Aica tersebut kemudian bergegas menuju ke ruangan pasien.
"Terimakasih Tuhan, engkau telah sadarkan anak hamba. Sayang, terimakasih sudah kembali kepada kami. Mama sangat takut kamu seperti kemarin nak. Mama merasa nggak sanggup kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu moona," Isak tangis masih terdengar di ruangan tersebut.
Moona hanya mendengarkan dan tak berbicara lagi karena sejujurnya dia masih mencerna sebenarnya apa yang telah terjadi kepadanya.
Tok
Tok
Tok
Tim medis pun segera merangsek ke ranjang yang ditempati moona. Mereka segera melakukan pemeriksaan kepada pasien. Dan memastikan kondisi pasien saat ini.
"Silakan menunggu di luar dulu ibu, nanti akan kami panggil setelah dokter selesai memeriksa kondisi pasien," ujar perawat mempersilakan mama Aica sementara waktu menunggu di luar sampai dokter selesai memeriksa kondisi moona.
"Baik suster," jawab mama Aica dan menuruti perintah tim medis.
Dia segera keluar dari kamar moona dengan perasaan senang. Meski air mata terus mengalir dari kedua matanya tetapi itu adalah air mata bahagia. Karena sang putri telah sadar dari komanya. Dia sangat berterimakasih kepada Tuhan karena putri mereka akhirnya kembali juga kepada mereka, selaku orang tuanya.
"Mama, kenapa ada di luar? Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa mama menangis?" tanya Papa Rico yang kaget karena melihat beberapa tim medis berlarian ke suatu ruangan.
Dan ketika tahu kalau ruangan yang dituju adalah ruangan anaknya. Papa Rico seketika mempercepat langkahnya. Dia tadi barusan dari kantin untuk membelikan sang istri makanan. Tetapi melihat kondisi sang istri sekarang membuat papa Rico menjadi berkecil hati. Dia berharap tidak terjadi apa-apa dengan sang putri.
"Apa yang terjadi dengan moona Tante?" tanya Juna yang ikutan khawatir. Pemuda itu tadi bertemu papa Rico ketika dalam perjalana menuju ke ruangan moona dirawat. Melihat mama Aica yang menangis dan ruangan moona yang didatangi tim medis. Membuat pemikiran Juna menjadi kemana-mana.
"Papa...." mama Aica langsung berhambur ke arah suaminya.
Papa Rico menyambut sang istri dan membawanya ke dalam pelukan.
"Apa sesuatu terjadi kepada Moona ma?" tanya sang suami kembali sambil menenangkan sang istri yang ada dalam pelukannya.
"Tidak pa, justru moona, anak kita sudah sadar pa. Dan sekarang dokter sedang memeriksa kondisi moona," ucapan mama Aica ini membuat papa Rico dan Juna yang mendengarnya mengucapkan syukur Alhamdulillah karena akhirnya moona sadar juga dari komanya.
"Alhamdulillah Ya Allah... terimakasih engkau telah mengembalikan dia kepada kami. Terimakasih Ya Allah...."
Kedua orang tua itupun berpelukan saling mengucapkan syukur karena putri tunggal mereka telah sadar. Juna pun juga ikut mengucapkan syukur dan merasa lega karena moona telah sadarkan diri.
"Terimakasih kamu telah kembali moona. Terimakasih...." ucap Juna dalam hati.
Tidak lama kemudian terdengar suara pintu ruangan dibuka dari dalam.
Ceklek
"Keluarga pasien silakan masuk. Ada yang ingin dokter sampaikan kepada keluarganya."
...----------------...
Bersambung πΌ