
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Kalau begitu aku pamit dulu, Mon," kata Juna pamit sebelum menjalankan motor sportnya.
"Iya, hati-hati," balas Moona.
Juna tersenyum kemudian menjalankan motornya. Namun tujuannya kali ini bukan kembali ke rumah om dan tantenya. Melainkan ke apartemen yang dibelikan sang papa untuknya.
Juna ingin menenangkan dirinya di sana. Setelah mendengar jawaban dari Moona. Dia merasa tidak sedang baik-baik saja. Tetapi memang sejak awal dia yang salah. Sudah terpedaya akan ucapan sepupunya. Dan dia juga telah menyakiti hati moona. Kalau saja dia bisa berpikir jernih kala itu dan tidak terbawa emosi. Mungkin moona tidak akan bersikap seperti ini.
Setiap wanita pasti ingin dicintai. Tak pernah mau disakiti apalagi dilukai. Ketika hati wanita tersakiti, caranya mencintai tak akan sama lagi. Dan kalau luka itu semakin bertambah semakin banyak. Maka dia juga bisa pergi meninggalkan.
Moona sudah memberikan kesempatan kedua kepada Juna meskipun lelaki itu sudah menuduhnya selingkuh karena sebuah foto moona makan berdua dikafe dengan lelaki lain. Cowok itu teman sekelas moona. Tetapi moona saat itu mengatakan kalau dia hanya tak sengaja bertemu dengan cowok itu saat dia ke kafe. Tanpa ada maksud janji berduaan dengan cowok itu. Dan Moona juga ke kafe tidak sendirian. Entah siapa yang sudah memfoto dirinya yang hanya berduaan saja.
Dan ketika moona ribut dengan lili padahal gadis itu yang memulai duluan. Hal yang membuat moona sakit hati adalah Juna lebih membela lili karena melihat gadis itu terjatuh. Lili menuduh moona telah mendorongnya dan melukainya. Padahal moona tidak melakukan apapun. Lili sendiri yang menampar pipinya sendiri dan melukai kedua tangannya dengan kukunya yang tajam.
Di situlah moona merasa bahwa Juna telah berubah. Dia tidak bisa mempertahankan hubungannya dengan Juna. Dan moona memilih mundur. Dia memutuskan hubungannya dengan Juna. Meskipun laki-laki itu bersikeras tidak mau putus. Dan kepindahanan papa moona membuat jalan moona untuk menjauhi Juna kesampaian juga.
Dengan pindah ke kota J, moona berharap bisa melupakan Juna. Dan membuka lembaran baru di kota baru tersebut.
"Moonaaaaaaa..... aku mencintaimu!" teriak Juna dengan keras dari atas balkon apartemen nya. Sesak rasanya hati Juna saat melihat moona lebih memilih cowok lain.
Dia sudah terlambat datang ke kota J. Karena hati moona sudah terisi cowok lain. Meski dia tau kalau memang kesalahan hubungan mereka itu sejak awal berasal darinya.
Juna menangis karena sudah bodoh menyia-nyiakan seseorang yang sudah dengan tulus mencintainya. Meskipun moona adalah gadis bar-bar tapi dia sangat perhatian. Dia yang mengulurkan tangan kepada Juna saat dia sakit. Moona bahkan merawat Juna dengan baik. Karena memang Juna sejak kecil tidak memiliki seorang ibu. Kehadiran moona saat itu membuat dia merasakan perhatian dan kasih sayang seorang wanita.
"Maafkan aku moona.... aku tidak akan membuat kamu bersedih lagi. Aku terima keputusan kamu. Aku akan mencoba ikhlas dengan keputusan kamu. Aku akan pastikan kamu bahagia dengan pilihanmu ini. Aku hanya ingin melihat mu bahagia."
...----------------...
Bersambung πΌ