SUNMOON

SUNMOON
SM 80



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


...............


"Nara! Kenapa kamu ceritakan semuanya kepada mereka. Bagaimana dengan nasib Sora nantinya. Bagaimanapun dia itu adalah teman baik kita. Apakah kamu tidak memikirkan nasib Sora kalau mereka membuat perhitungan dengannya. Kamu gegabah sekali nara. Tidak memikirkan nasib temanmu sendiri. Kamu tidak setia kawan Nara! Kamu pengkhianat!"


"Cukup Yuki! Kamu tidak tahu apa yang sudah aku alami demi menolong Sora. Kamu tidak tahu apa yang sudah terjadi padaku demi menolong dia! Aku sudah kehilangan diriku sendiri demi cewek egois seperti Sora!" teriak Nara sambil berderai air mata. Bentakan Nara membuat Yuki seketika berhenti untuk menyalahkan Nara karena gadis itu sudah membeberkan kepada Juna dimana dan apa yang sudah Nara lakukan kepada Moona dan Sunny.


"Na... Nara..."


Yuki ingin menyentuh Nara tetapi gadis itu menepis tangan Yuki. Dia masih sangat kesal dengan temannya itu. Yang mana malah menyalahkan dirinya karena membocorkan info tentang Sora. Seperginya Juna dan anak buahnya untuk menangkap Sora. Yuki langsung menghakimi Nara karena menganggap Nara sudah tidak setia kawan lagi. Dan itu membuat Nara balik marah kepada Yuki.


"Kamu tidak tahu rasanya jadi aku Yuki. Kamu belum merasakan dijadikan tumbal oleh Sora. Dia itu orang yang egois. Dia itu tidak pernah memikirkan kita berdua. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Aku benci dengan dia. Sangat membencinya. Aku tidak terima dengan apa yang sudah dia lakukan kepadaku dulu. Dia membuat aku menjadi tumbal dari perbuatannya. Aku harus kehilangan keperawananku karena aku menyelamatkan dia Yuki. Kamu tahu itu!" teriak Nara sambil berderai air mata.


"Apa???" Yuki seketika menutup mulutnya yang reflek terbuka kaget karena mendengar pengakuan Nara.


"Tapi Nara kamu tidak pernah menceritakan hal itu kepadaku. Kamu hanya bilang kamu baik-baik saja waktu itu. Kenapa kamu tidak jujur padaku saat itu Nara," Yuki seketika berhambur memeluk Nara dan menenangkan gadis itu yang menangis frustasi mengingat apa yang sudah menimpa dirinya.


"Aku pikir kalau itu adalah sebuah kecelakaan dan Sora sudah meminta maaf dengan apa yang menimpaku. Aku pikir Sora benar-benar teman baik karena dia sudah berusaha meminta maafku dengan membantu keluargaku yang sedang kesulitan keuangan. Dan dia juga membantu biaya pengobatan adikku. Tapi kenyataan yang aku dapatkan beberapa bulan yang lalu membuatku sakit hati yuki, hiks... hiks... hiks... aku sangat sakit hati," ucap nara sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sakit.


"Apa? Apa yang kamu ketahui Nara? katakan," ujar Yuki sambil menatap Nara yang tampak kesakitan dengan apa yang selama ini dia pendam.


"Aku... aku baru tahu kalau kejadian itu memang karena ulah Sora. Dia menumbalkan aku untuk memuaskan ketua preman itu. Agar lelaki itu tidak mengejar-ngejar dia lagi. Aku sakit hati mendengarnya Yuki. Apakah kamu tahu kalau itu adalah hal yang berharga bagiku. Aku menjaganya untuk calon suamiku nantinya. Kalau begini, apa yang bisa ku banggakan lagi Yuki. Aku bodoh karena sudah terjebak dalam kelicikan Sora. Aku sudah kehilangan masa depanku Yuki."


"Astaga..... Nara...." Yuki seketika memeluk Nara dan keduanya pun menangis bersama. Yuki tidak menyangka jika dibalik bantuan ekonomi yang selalu sora berikan kepada Nara hanya untuk menutupi kebusukan yang pernah dia lakukan kepada sahabatnya sendiri.


"Benar apa kata Juna, kalau dia bukan hanya gila tetapi sudah sakit otaknya. Dia sudah nggak tertolong lagi. Kita harus membalas apa yang sudah pernah dia lakukan kepadamu Nara. Aku akan membantumu," ucap Yuki dengan geram.


...----------------...


Bersambung 🌼