SUNMOON

SUNMOON
SM 26



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Pukul 14.30


Moona tampak berdiri di depan gerbang sekolahannya. Sedari tadi dia menunggu belum juga tampak taksi yang lewat. Dia mau memanggil taksi online tetapi dia lupa tidak mencharge handphonenya tadi di rumah. Handphone nya mati saat dia mau memakainya.


"Haiiissshh, ini kemana juga taksi kok nggak ada yang lewat. Pada libur semua apa ya? mana handphone juga pakai acara mati segala. Nasib apes banget sih hari ini, mana laper juga aku pengen makan, mendung lagi menggantung pula, komplit bener hari ini," gerutu Moona dengan kesal sampai menghentakkan kakinya.


Tin


Tin


Terdengar suara klakson dari belakang tubuhnya. Moona menoleh dan seketika semakin masam saja wajahnya karena melihat siapa yang sedang mengendarai motor sport itu.


"Ayo pulang bareng," ajak sunny sambil menarik tangan moona.


"Nggak usah, aku mau nunggu taksi aja, palingan bentar lagi juga le....."


Gluduuuuukkkk.....


"Astaghfirullah!" pekik moona sambil menutup kedua telinganya dan reflek dia berjongkok saat mendengar suara gluduk di langit.


Melihat apa yang dilakukan moona membuat sunny turun dari motor. Sebentar lagi akan segera turun hujan tetapi gadis bar-bar dihadapannya yang ternyata takut gluduk itu masih aja keras kepala.


"Eh, sunny ! kamu mau apa?" pekik moona terkejut karena tangannya ditarik sunny begitu saja.


Cowok itu juga memakaikan helm kepada kepala moona. Kemudian menariknya untuk naik ke atas motor sportnya. Moona merasa Dejavu dengan kejadian ini.


Sedangkan yang dipukul hanya diam saja. Sunny justru sibuk mengeratkan tangan moona agar memeluk tubuhnya.


"Sunny!" moona memekik terkejut dengan kelakuan sunny yang langsung tancap gas motor sportnya membelah jalanan di kota.


Moona tidak berkata-kata lagi karena dia cukup takut dengan sunny yang suka ngebut kalau mengendarai motornya. Daripada dia ngomel-ngomel nggak jelas lebih baik dia diam karena sunny selalu nggak pernah dengerin omongan dia.


"Dasar kulkas egois, suka seenaknya sendiri, main culik-culik anak orang segala!" teriak moona keras-keras melepaskan kekesalan dalam dirinya.


Tetapi respon sunny hanya diam saja. Bahkan dia sengaja membuat moona kembali memeluknya erat saat dia menambah kecepatan motornya.


"Astaga, sunny!!!!!!"


Sementara itu sunny yang mendengar teriakan moona hanya tersenyum tipis. Gadis bar-bar yang suka membuat dia cenat-cenut itu memang musti dikasih pelajaran karena suka ngeyel dan ngegas kalau ketemu sama dia.


Mendung yang semakin menghitam dilangit pun kini sudah memuntahkan airnya ke bumi.


Motor yang sunny kendarai sudah masuk ke garasi rumah moona bertepatan sekali dengan hujan yang turun dengan derasnya.


"Moona, nak..." panggil Aica saat melihat putrinya sudah sampai di rumah. Dia begitu senang karena sedari tadi bingung menghubungi nomor handphone anaknya tidak terhubung.


"Mama..." moona turun dari motor sunny dan segera menuju ke arah sang mama.


"Kamu ini gimana sih moona, mama sudah hubungi kamu sedari tadi tapi handphone kamu nggak aktif," ujar Aica dengan cemas.


"Hehehe, maaf ma, handphone aku mati. Lupa charger tadi pagi," sahut Moona sambil nyengir tanpa dosa.


"Kebiasaan kamu ini ya, eh sunny, makasih ya sudah mengantarkan moona sampai rumah. Tante tadi sudah cemas banget karena mendung makin menghitam. Ayo nak sunny, masuk dulu, di luar juga masih hujan deras. Baju kamu juga basah itu," ujar Aica dan hal itu membuat moona menatap ke arah si kulkas lima belas pintu.


Ternyata benar kata mamanya, si sunny juga seragamnya basah terkena gerimis hujan tadi. Sedangkan Sunny yang menatap wajah tidak bersahabat dari Moona diapun memilih untuk pulang saja menembus hujan. Karena jarak rumahnya juga tidak jauh dari kompleks perumahan moona.


"Terimakasih Tante, tapi aku..."


"Masuklah, nanti kamu bisa sakit," ajak Moona sambil menatap sunny sekilas kemudian dia sendiri masuk ke dalam rumahnya lebih dulu.


TBC 🌼