SUNMOON

SUNMOON
SM 61



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Juna, tunggu!" teriak Sora yang melihat Juna pergi ke arah garasi.


Juna sebenarnya sedari tadi mendengar panggilan Sora. Dia hanya berpura-pura nggak mau dengar saja. Dia malas meladeni gadis itu. Entah mengapa, tidak ada rasa simpatik Juna meski dia mendengar cerita dari tantenya tentang kehidupan Sora.


"Tunggu ! Aku mau bicara," ujar Sora yang kesal karena sedari tadi dicuekin oleh Juna.


Rupanya Sora sadar kalau dia sudah di abaikan Juna sejak awal. Tetapi Sora tidak pantang menyerah apalagi ini demi mendapatkan hati sunny. Menyingkirkan moona dengan cara bekerjasama bersama Juna adalah langkah yang tepat menurutnya.


"Stop!" akhirnya Sora menghadang laju motor Juna.


"Kamu gila ya?" tanya Juna sambil menatap jutek ke arah sora.


"Aku mau bicara sama kamu Juna. Ini masalah moona?" ujar Sora mencoba memancing Juna Agara tertarik berbicara kepadamu dengan membawa-bawa nama moona.


Ceklek.


Juna mematikan mesin motornya. Masih dengan duduk di atas sepeda motornya Juna ingin mendengar apa yang Sora akan katakan mengenai moona nya.


"Kenapa dengan moona?" sebuah pertanyaan yang meluncur dari bibir Juna membuat senyuman tipis Sora pun terbit.


"Bukankah kamu menginginkan moona kembali kepadamu? Begitupun aku yang menginginkan sunny untuk kembali lagi bersamaku. Kita memiliki tujuan yang sama meski berbeda objeknya. Kenapa kita tidak bekerjasama saja agar tujuan kita bisa tercapai. Kamu mau kan?" tawar Sora.


Cih, trik lama.


Juna berdecih mendengar penjelasan dari Sora. Hal yang dia pikirkan ternyata benar. Gadis di depannya ini memiliki tujuan yang tidak baik. Juna malas meladeni permainan yang ingin dia tawarkan kepada


"Minggir!" Juna mendorong tubuh sora ke samping. Dia ingin segera pergi dari hadapannya.


"Juna tunggu!" menarik kembali tangan Juna. Menahan pemuda itu tidak pergi dari sana.


"Apalagi sih? aku sudah kasih kesempatan kamu bicara ya sudah" sentak Juna tak suka.


"Kamu harus ikut kerjasama ini. Kamu bisa kembali mendapatkan moona Juna. Kamu nggak akan bisa menyingkirkan sunny dengan mudah," rayu Sora agar Juna mau bekerjasama dengannya.


"Aku mempunyai caraku sendiri untuk membuat moona kembali padaku. Dan aku nggak butuh bantuan kamu! Minggir!" kali ini dorongan Juna lebih keras lagi karena Sora rupanya ngeyel juga nggak mau pergi dari hadapannya.


Juna tidak mau bekerjasama dengannya. Lalu bagaimana ini? rencana Sora ingin mengajak Juna jadi satu tim dengannya sepertinya tidak berhasil. Pemuda itu cukup percaya diri dengan ingin mendapatkan moona kembali dengan cara dia sendiri.


Sora mengambil handphonenya dan mengetik sebuah pesan singkat kepada Nara. Dia mengatakan kalau rencana mereka gagal.


"Aku harus cari cara lain agar Juna mau jadi partner ku," ucap Sora dengan seringai jahatnya.


🌼🌼🌼


Juna mengendarai motornya kembali ke rumah yang tadi sore dia sempat datangi. Begitu dia sampai di depan pintu gerbang rumah mewah itu. Juna mematikan mesin motornya kemudian turun menemui penjaga di sana.


"Oh, ini mas yang tadi sore ya?" tanya penjaga rumah moona.


"Iya pak, moona nya ada kan?" tanya Juna kembali memastikan keberadaan Moona.


"Ada mas, saya hubungi dulu ya mas," ujar penjaga tersebut kemudian menelpon orang dalam.


"Namanya siapa ya mas nya?" tanya pak satpam itu kembali sambil menjauhkan gagang teleponnya.


"Juna pak," sahut Juna.


Tak lama kemudian.


"Bawa masuk saja motornya mas. Parkir di dalam sana," ujar pak satpam mempersilahkan tamu nona mudanya itu untuk masuk.


"Terimakasih pak," Juna pun membawa motornya masuk ke halaman rumah moona.


Rumah moona kali ini lebih besar dari rumah lamanya yang ada di kota S. Orang tua moona memang sukses dalam bisnisnya. Tak jauh berbeda dengan papa dari Juna.


"Mas Juna ya," sapa seorang wanita paruh baya yang menemui Juna di teras depan rumah moona.


"Ya," jawab Juna singkat.


"Silakan duduk mas, non Moona nya bentar lagi turun," ucap wanita itu yang sepertinya adalah ART di rumah tersebut.


"Baik bik," sahut Juna.


Dia duduk di ruang tamu rumah moona. Juna melihat-lihat foto keluarga moona yang ada di sana. Saat sedang asyik melihat foto, sebuah suara membuat Juna langsung terkesiap.


"Eh, ada tamu ya di sini. Lho kamu ini Juna teman sekolah moona dulu kan di kota S?"


...----------------...


Bersambung 🌼