SUNMOON

SUNMOON
SM 44



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Kamu yakin mau pindah? Disana kamu mau hidup dengan siapa? kota J itu kota besar, lagipula papa tidak bisa mengawasi mu selama dua puluh empat seperti disini," ujar lelaki yang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap seorang pemuda dengan seragam sekolah putih abunya.


"Aku janji pa, disana tidak akan berbuat ulah. Tidak akan membuat papa malu. Bukankah aku sudah berubah sejak setahun ini. Aku benar-benar ingin berubah pa," ujar pemuda tersebut.


Lelaki yang dipanggil papa itu menghela napasnya. Anak bungsunya ini memang cukup keras kepala. Dia tahu kenapa anaknya ini memaksa untuk pindah ke sekolahan yang ada dikota J. Tentu karena gadis itu yang membuat putranya sampai mengejarnya hingga ke kota J sana.


Tapi dia tidak bisa melarang putranya untuk dekat dengan gadis itu. Karena menurut pengamatan anak buahnya justru perubahan sikap putranya diakibatkan kedekatannya dengan gadis tersebut. Itu adalah sebuah perubahan yang bagus menurutnya. Kebandelan sang putra sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Kalau dia bisa berubah menjadi anak yang baik. Maka pertemanan mereka memang harus dipertahankan.


"Papa tau kenapa kamu memaksa dipindahkan sekolah ke kota J. Kenapa kamu nggak menunggu sampai lulus sekolah saja. Kamu bisa kuliah disana. Dikampus yang sama dengannya nanti," ujar sang papa memberikan solusi.


"Nggak bisa pa, lagian aku bisa tinggal dirumah om Vano dan Tante Vania kan. Jadinya masih ada yang ngawasin aku di sana," ujar pemuda itu lagi agar sang papa mau merelakan dia untuk sekolah ke kota J.


Pemuda itu bersorak kegirangan dalam hatinya. Sebentar lagi dia akan bertemu dengan gadis kesayangannya.


"Tapi ingat jangan membuat ulah selama disana. Jadilah anak baik dan lulus dengan hasil yang membanggakan. Kamu tau papa sangat ingin melihat perubahan yang kamu selalu janjikan itu," pesan sang papa.


"Pasti pa, aku tidak akan membuat ulah lagi. Terimakasih pa," ucapnya senang dan memeluk papanya saking bahagianya.


🌼🌼🌼


Sora meremas sprei dengan kencangnya. Dia tidak bisa menerima foto yang baru saja masuk ke dalam chat wa nya.


Apa-apaan foto itu? Foto kemesraan antara lelaki yang dia cintai dengan musuh bebuyutannya. Siapa lagi kalau bukan mumun si cewek kecentilan itu. Tidak cukup apa ya dia sudah membuat sunny yang selama ini selalu perhatian kepadanya. Sekarang pemuda itu justru semakin menjauhinya. Dia tidak akan menerima kekalahan ini. Dikalahkan oleh mumun yang sok keganjenan didepan sunny.


"Tidak aku tidak boleh kalah. Kak sunny adalah milikku. Aku tidak mau dia dimiliki oleh orang lain selain aku!" geram Sora.


Diapun sudah emosi sejak sang Tante mengatakan untuk mengajak dia terapi kembali. Dia tidak sakit! tidak! dia tidak suka terapi itu yang tampak seperti dia orang yang tidak normal. Dia masih normal kok buktinya dia juga sukanya dengan seorang cowok bukan melenceng ke cewek. Lalu salahnya dia dimana? Tidak ada yang salah bukan kepada siapa kita mencintai. Lalu kenapa dia disini disalahkan Mulu.


"Tunggu pembalasanku!"


...****************...


TBC 🌼