
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Kenapa Sora?" tanya sunny yang kini sudah berada di ruangan OSIS bersama dengan Sora.
Kai dan Haruki juga ada di sana. Tidak mungkin sunny hanya akan berduaan dengan Sora. Bisa - bisa nanti menjadi bahan ghibah seluruh siswa Tunas Bangsa.
"Karena dia sudah godain kamu kak, hiks...hiks...hiks...aku nggak bisa terima itu," ujar Sora sambil menghapus air matanya.
Kai dan Haruki mencebik melihat akting Sora tersebut.
"Dasar lampir, suka bener berakting," gumam Kai yang melihat tingkah polah Sora saat diinterogasi oleh sunny.
"Siapa maksudmu?" tanya sunny.
"Ya siapa lagi kalau bukan si Mumun itu. Dia bahkan peluk-pelukkan kamu dengan mesra dan aku tidak terima semua itu. Kakak hanya milik aku saja tidak boleh menjadi milik orang lain, hiks... Hiks...." ujar Sora kembali berderai air mata.
"Aku bukan milik kamu seorang Sora. Bukankah sudah seringkali aku bilang padamu, jika aku..."
"Stop mengatakan hal yang kubenci, kak!" teriak Sora yang membuat Kai dan Haruki terjengkit mendengarnya.
"Kamu salah mengerti Sora."
"Tidak! bukan aku yang salah mengerti, tapi kakak memang yang sudah berubah. Sejak kedatangan Mumun ke sekolah ini. Kakak menjadi berubah terhadapku. Sudah tidak lagi peduli padaku. Sudah mengabaikan perasaanku selama ini. Bahkan kalian berdua asyik bermesraan di depan banyak orang. Kakak benar-benar menyakiti hatiku. Semua ini gara-gara Mumun. Aku benci kalian berdua! hiks... hiks... hiks... aku benci!"
Braakkkk
"Sora!" panggil sunny namun Sora sudah lebih dulu pergi dari ruangan OSIS.
"Kamu harus berhati-hati dengannya, sun," ucap Kai memperingatkan sunny.
"Iya, kai benar. Gadis itu bukan lagi memandangmu sebagai kakak sebagaimana janjimu kepada almarhum bang Soni. Tetapi dia sudah terobsesi kepadamu, sunny. Itu sudah tidak benar. Bisa berbahaya untuk dirimu sendiri dan juga orang-orang yang dekat denganmu," kata Haruki memberikan pendapatnya.
"Dia bahkan sudah posesif dengan semua yang kamu lakukan. Kalau kamu menuruti kemauan dia terus yang ada kamu tidak akan memiliki kebebasan lagi dalam hidupmu," kata Kai.
"Lalu aku harus bagaimana? aku sudah pernah berjanji kepada almarhum bang Soni kalau aku akan menjaganya," ujar Sunny. Dia tampak menghela nafasnya dengan kasar.
"Kalau memberikan pengertian kepadanya sudah tidak mempan lagi. Kamu tunjukkan dengan perbuatan. Jauhi dia, menjaganya bukan berarti kamu harus menjadi budaknya. Dia harus sadar diri dimana posisi dia sebenarnya," ujar Kai.
"Mungkin nantinya dia akan semakin menjadi-jadi. Dan bisa saja moona yang akan menjadi sasarannya. Kamu cukup lindungi ayank moona ku dengan baik. Kalau saja Sora berusaha menyerangnya," kata Haruki sambil menepuk pundak sunny.
"Heh? tumben kamu bijak sekali. Pakai bawa-bawa nama bebeb moona segala. Kalau moona sampai kenapa-kenapa ya aku juga nggak bakalan tinggal diam kok. Moona adalah kesayangan kita semua," sahut Kai.
"Halah, sok iyes kai... bang-kai, wkwkwkwkwk."
"Diem lu, Haruki!"
TBC πΌ