
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Jam istirahat dikantin SMA Tunas Bangsa.
"Eh, kalian sudah tau belum kalau ada siswa pindahan di kelas XI-1. Katanya cowoknya ganteng banget lho. Kayak bintang K-Pop BTS tau nggak sih," cerita Kira dengan hebohnya.
Hana dan Moona hanya tersenyum melihat kehebohan Kira tersebut. Keduanya asyik menikmati mie ayam yang sedang nikmat untuk disantap.
"Kamu sudah tau emang orangnya?" tanya Hana.
"Hehehhe, belum sih, tapi di grub perghibahan sekolah Tunas Bangsa udah banyak yang berkomentar betapa cakepnya anak baru itu. Aku nggak sabar pengen ketemu langsung sama dia. Kalau emang dia ganteng maka aku akan segera mendaftar jadi fans garis kerasnya," ucap Kira dengan semangat empat lima.
"Lho bukannya kamu udah jadi fans garis keras dari Sunny? kok mendadak jadi berubah haluan?" tanya Hana yang tidak menyangka cepat sekali temannya itu berpindah idola.
"Kan sunny udah jadi milik moona jadi ya udah aku cari idola barulah. Masak iya aku idolain cowok teman sendiri sih," ucapan Kira sukses membuat Moona tersedak makanannya.
Uhuk
Uhuk
Uhuk
"Eh, minum dulu Mon," ucap Hana menyodorkan minuman ke arah Moona.
"Kamu sih," ujar Hana kembali sambil menepuk punggung tangan Kira.
"Lah kok aku yang salah," sahut Kira yang tidak mau disalahkan. Karena dia emang nggak merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan barusan.
"Kamu kenapa bilang kalau sunny adalah cowokku," kata Moona menatap kira serius.
"Udahlah moona jangan mengelak lagi. Kita semalam lihat kalau sunny nembak kamu kan. Ya nggak apa-apa sih karena sunny juga masih jomblo. Aku sebagai fans sunny selama ini suka kok kalau emang kalian jadian," cerocos Kira membuat moona menatapnya tak percaya.
Byuuuuurrrrr
"Arrrrkkkhhhh!"
"Sora apa-apaan kamu!" teriak Kira yang ikut tersiram air juice siraman dari Sora barusan.
"Moona, kamu nggak apa-apa?" tanya Hana yang melihat wajah moona basah akibat perilaku Sora dan dayang-dayangnya.
"Nggak apa-apa," jawab Moona kesal.
Dia mengusap wajahnya dengan tisu yang ada di meja kantin.
"Heh, Mumun! makin ngelunjak kamu sekarang ya! mentang-mentang aku nggak masuk sekolah, udah berani banget kamu godain kak sunny. Jangan suka main belakang dong. Sini hadapin aku kalau berani," tangan Sora dengan sorot mata penuh amarah.
Moona hanya tersenyum sekilas mendengarkan omongan Sora.
"Kamu nggak ngaca ya sebelum ngomong kayak begitu. Harusnya kamu ngaca. Semuanya disini tau, siapa kamu dalam hidup sunny. Tapi kamu pura-pura menutup mata dan telingamu sendiri. Kenapa kamu sok-sokan ngatur harus dengan siapa dia berteman. Kamu bukan siapa-siapanya sunny. Jadi kamu nggak punya hak apapun ngomong kayak begitu, ngerti!" ucap Moona dengan tersenyum sinis.
"Kamu....." geram Sora dengan mengepalkan tangannya erat.
Plak!
"Kamu!"
"Lepaskan!" Sora menatap cowok yang baru saja menghadangnya saat ingin memukul moona.
Cowok itupun menghempaskan tangan Sora dengan keras.
"Jangan berani-berani menyentuh dia. Selama ada aku di sini," ucap cowok itu menatap Sora dengan sorot matanya yang tajam.
"Juna," ucap Moona lirih menatap tak percaya cowok yang berdiri didepannya tersebut.
...----------------...
Bersambung πΌ
Visual Juna, anak baru yang baru saja menyelamatkan moona dari serangan Sora. Ada yang minta visual para tokohnya. Ini visual versi author ya. Kalau ada yang kurang sreg nggak apa-apa. Kalian boleh membayangkan sesuai yang kalian suka π