
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
......................
Minggu telah berganti bulan, tak terasa sudah hampir dua bulan moona belajar di sekolah barunya. Moona kini sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Dia masih membenci bahkan sekarang dikenal dengan musuh bebuyutan dengan kelompok Sora.
Dan hubungan antara Moona dengan si kulkas lima belas pintu pun menjadi sedikit menjauh. Sebenarnya moona sendiri lah yang menjauhi sunny. Dia sedang malas berdebat dengan Sora yang masih saja tetap mencari perhatian sunny dimanapun dan kapanpun itu berada.
"Moona, kamu dipanggil Bu Aina ke kantor," ujar Kira yang datang menghampiri sahabatnya di kelas.
"Hah? emang ada apa?" tanya moona yang sedang sibuk menyalin PR matematika milik Hana.
Karena dia memang belum mengerjakan tugas matematika dari gurunya kemarin.
"Nggak tau aku, Mon. Kamu mau kita temenin ke kantor guru?" tawar Kira.
"Nggak usahlah, biar aku sendiri aja ke sana. Boleh minta tolong nggak, please," pinta moona dengan sangat manis kepada Kira.
"Haiiissshh, anak ini pasti ada maunya ini kalau model memohonnya kek begini," ujar Kira. Sedangkan Hana hanya diam mendengarkan sambil menahan tawa.
"Tolong bantu salin PR ku dari buku Hana ya, nanti aku traktir makan bersama di kantor ya," ujar Moona dengan puppy eyes andalannya.
Seketika itu juga kira langsung cemberut tetapi karena ini permintaan Moona.....
"Yaudah, iya... iya.. iya..." pasrah Kira.
"Makasih besty, kalian berdua terbaik deh, lope-lope sekebon terong, hehehehe," ujar Moona sebelum keluar dari kelas menuju ke ruang guru.
Kedua temannya baiknya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dari Moona tersebut.
Tok
Tok
Tok
"Masuk, moona, sini duduk," ujar Bu Aina selaku wali kelas dari kelas XI-3.
"Ada apa ya Bu? kenapa saya dipanggil kemari ke sini?" moona langsung bertanya ke inti permasalahan kenapa dia dipanggil ke sana.
"Begini Moona, ibu ingin menyampaikan hasil belajar kamu yang menurun tajam. Terutama di mata pelajaran Matematika. Nilai kamu benar-benar buruk. Sebentar lagi juga akan menghadapi ujian tengah semester. Ibu berharap kalau nilai kamu akan mengalami perubahan. Oleh karena itu, ibu akan memberikan bimbingan khusus kepada kamu agar nilai matematika mu menjadi lebih baik," ujar Bu Aina selaku guru matematika sekaligus wali kelasnya.
Tok
Tok
Tok
"Permisi Bu."
Deg!
Suara itu.
"Masuklah, nak," sahut Bu Aina.
Terdengar langkah kaki mendekat ke arah keduanya duduk. Sedangkan moona sedari tadi hanya diam dan berdoa jika yang datang bukanlah orang yang dia sedang pikirkan saat ini.
"Duduklah, sunny," ucap Bu Aina.
'Astaga, kenapa juga si kulkas lima belas pintu harus datang ke sini. Jangan bilang kalau ini sesuai dengan apa yang aku pikirkan' batin moona.
"Sunny, seperti yang ibu pernah katakan sama kamu sebelumya. Tolong kamu bantu ibu untuk mengajari moona dalam mata pelajaran matematika. Ibu meminta kamu mengajarinya sampai dia bisa mendapatkan nilai yang cukup dalam mata pelajaran matematika. Apakah kamu bersedia membantu ibu, sunny?" tanya bu Aina menatap sunny serius.
'Tidak, kamu harus bilang tidak sunny! kamu bilang saja tidak mau' jerit suara hati moona.
Sunny menatap ke arah Moona yang duduk di sebelahnya. Gadis itu tampak tertunduk dan tidak mau menatap ke arahnya sejak dia masuk ke ruangan Bu Aina.
"Saya..."
TBC πΌ