
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Sunny dan Juna sampai di lokasi kejadian dengan napas yang memburu. Keduanya berlari secepat mungkin saat mendengar berita yang disampaikan oleh Hana.
Akan tetapi ketika sampai di tempat kejadian. Mereka justru dikejutkan dengan aksi yang dilakukan moona kepada Sora dan kedua dayangnya. Moona menghajar habis-habisan kelompok Sora.
"Kenapa kakak membelanya! Apakah benar kalau kakak sudah berpacaran dengan Mumun jelek itu. Aku nggak suka kalau kakak berpacaran dengan dia. Dia itu cewek munafik. Baik dan penurut hanya di depan kak sunny saja. Aku tau dia itu cewek nggak bener. Dia itu liar, urakan, dan juga bar-bar. Aku nggak suka kalau kakak jadian sama dia! Aku nggak setuju!" teriak Sora yang meluapkan amarahnya kepada sunny.
Setelah memisahkan kelompok Sora dan Moona. Kini sunny membawa Sora cs ke ruangan OSIS. Sedangkan kelompok moona pergi keruang UKS untuk mengobati kira. Karena Nara dan Yuki benar-benar telah melukai Kira.
"Itu bukan urusan kamu Sora. Aku mau dengan siapa saja itu adalah hak pribadiku," tegas sunny.
Sora semakin tidak terima dengan apa yang sunny katakan.
"Termasuk jadian dengan si Mumun yang kegatelan itu!" teriak Sora sambil berlinang air mata. Dia tidak menyangka kalau sunny akan tega membentak dirinya.
"Namanya Moona, tolong jangan panggil orang sembarangan Sora," ucap sunny dengan raut wajah datarnya.
Braaaakk!
"Kendalikan dirimu Sora!" teriak sunny yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
Gadis didepannya ini benar-benar membuat dia pusing. Sudah berapa kali sunny katakan kalau tidak akan pernah ada perasaan untuk Sora selain rasa kakak kepada adiknya.
"Kakak berani membentakku karena membela cewek udik itu. Kakak lebih membela dia daripada aku yang katanya kakak anggap sebagai adik sendiri. Mana pertanggungjawaban kakak kepada almarhum kak Soni. Kakak mengatakan kalau akan menjaga ku seperti kak Soni menjagaku dulu. Tetapi apa? kakak malah menyakiti aku, membentakku, bahkan membela cewek yang menjadi musuhku. Ternyata hati seorang manusia begitu mudahnya berubah. Sebuah janji itu hanya bualan dan omong kosong belaka. Kakak hanya berbohong mengucapkan semua janji itu di depan makam kak Soni. Tangis kakak waktu itu hanya tipuan agar kakak tidak terjerat hukuman bukan. Ternyata aku dan keluargaku sudah terkena tipu muslihat seorang sunny. Tidak ada itu tanggung jawab. Tidak ada! Semua hanya bohong!"
Braaaakkkkk!
Sora meninggalkan ruangan OSIS setelah menghempaskan pintu ruangan OSIS dengan keras. Kai dan Haruki yang juga ada di depan ruangan OSIS hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Sora.
"Sunny, kamu nggak apa-apa?" tanya Kai.
"Gila itu si soang. Bisa-bisanya tingkahnya makin nggak terkendali. Dia benar-benar sudah gila memang," sahut Haruki mengusap dadanya melihat ruangan sunny yang tampak berantakan.
Sunny menghela napasnya kasar. Dia sudah mencoba menjelaskan kepada Sora tetapi selalu saja hasilnya seperti ini.
Moona?
Bagaimana dia bisa melupakan moona?
"Moona ada bersama Juna kalau kamu ingin tahu dimana dia," ucap Kai seolah-olah tahu akan pemikiran sunny.
Deg!
...----------------...
Bersambung πΌ